Apa yang anda ketahui tentang Burung Unta?

Burung unta (Struthio camelus) merupakan burung terbesar yang masih hidup, dengan tinggi hingga 2,5 meter. Burung unta tidak dapat terbang dan termasuk dalam kumpulan primitif yang kurang dikenal, yaitu ratit (Palaeognaths).

Burung unta berasal dari sabana dan bagian gurun Afrika di utara dan selatan zona hutan khatulistiwa. Spesies yang terdapat di Timur Tengah, yakni S. c. syriacus, telah lenyap.

Burung unta adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu. Bulu mereka tidak berfungsi sebagai kerajang udara, tetapi pernah populer sebagai hiasan topi wanita dan sebagainya. Paruhnya tidak bergigi dan lancip.

Burung ini dicirikan dengan leher dan kaki yang panjang, dan dapat berlari hingga kecepatan 70 km per jam dan merupakan yang tercepat di antara burung lainnya.

Burung unta terkenal dengan bersarang secara sosial, di mana beberapa ekor burung betina akan bertelur dalam satu sarang, untuk dierami oleh betina pada waktu siang dan jantan pada waktu malam. Telur burung unta adalah telur terbesar.

Mendengar nama burung, maka orang biasanya akan membayangkan hewan berbulu & berparuh yang bisa terbang di udara dengan mengepakkan sayapnya. Bayangan yang tidak sepenuhnya salah karena memang seperti itulah penampilan dari burung pada umumnya. Namun sebenarnya tidak semua burung memiliki kemampuan untuk terbang di udara. Salah satu contoh dari burung macam itu adalah burung unta, topik pembahasan dalam artikel kali ini.

Burung unta (ostrich; Struthio camelus) adalah nama dari burung yang mudah dikenali berkat penampilannya yang khas. Burung ini memiliki tubuh yang besar, kaki & leher yang panjang, telapak kaki berjari 2, serta kepala yang kecil dengan paruh yang pendek. Burung unta jantan memiliki bulu badan berwarna hitam, sementara burung betina memiliki bulu badan berwarna kecoklatan. Pejantan juga memiliki ukuran tubuh yang sedikit lebih besar daripada betina.

Burung unta merupakan burung terbesar & terberat di dunia. Tinggi maksimalnya mencapai 2,7 m, sementara berat maksimalnya mencapai 181 kg. Sebagai akibat dari ukurannya yang besar & rentang sayapnya yang kecil, burung unta pun tidak bisa terbang. Namun hal tersebut bukan masalah bagi burung unta karena burung ini dibekali dengan kemampuan berlari yang sangat cepat. Burung unta merupakan burung darat tercepat di dunia & bisa berlari hingga kecepatan 70 km/jam!

Berkat kemampuannya berlari cepat, burung unta bisa menghindar dari terkaman hewan-hewan pemangsanya yang mencakup kucing besar Afrika & hyena. Namun berlari bukanlah satu-satunya metode pertahanan yang dimiliki oleh burung unta. Burung unta kerap duduk sambil merebahkan kepalanya di permukaan tanah sehingga dari kejauhan, burung yang bersangkutan terlihat seperti gundukan tanah. Jika terpojok, burung unta juga bisa melawan dengan cara menendang & mencakar. Dan berbeda dengan anggapan umum, burung unta TIDAK mengubur kepalanya dalam tanah untuk mempertahankan diri.

Di masa lalu, burung unta bisa ditemukan di Benua Afrika & Asia Barat. Namun sebagai akibat dari aktivitas perburuan kelewat batas, burung unta kini hanya bisa ditemukan di Afrika. Terutama di kawasan padang rumput & daerah yang tidak memiliki banyak pepohonan besar. Burung unta adalah hewan omnivora di mana makanannya mencakup material tumbuhan (daun, biji, akar, buah, bunga), serangga, & hewan kecil semisal kadal. Untuk membantu menggiling makanannya, burung unta kerap menelan bebatuan kecil.

Burung unta biasa hidup sendiri atau membentuk kelompok kecil dengan jumlah anggota maksimal 5 ekor. Namun saat musim kawin tiba & saat makanan sedang sulit ditemukan, burung unta akan membentuk kelompok besar yang jumlah anggotanya bisa mencapai 100 ekor. Pada periode ini pula, rombongan burung unta bisa ditemukan membaur dengan rombongan hewan herbivora lain yang berbeda jenis, misalnya zebra. Kelompok burung unta yang terbentuk pada musim kawin terdiri dari seekor pejantan & beberapa ekor betina.

Untuk menarik betina supaya mau kawin & bergabung dengan kelompoknya, burung unta jantan melakukan tarian unik berupa gerakan menaik turunkan leher & menghentak-hentakkan tanah sambil merentangkan sayapnya. Sesudah melakukan perkawinan, betina lalu mengeluarkan telur-telurnya ke atas sarang yang dipakai bersama-sama dengan betina lainnya. Sebagai akibatnya, jumlah telur burung unta yang ada di suatu sarang bisa mencapai 60 butir. Telur burung unta merupakan telur unggas terbesar di dunia dengan panjang 16 cm, berat 1,5 kg, & ketebalan cangkang 2 mm.

Telur burung unta memerlukan waktu 40 hari untuk menetas. Tugas untuk mengerami telur dilakukan induk jantan & betina secara bergantian. Anak burung unta yang baru menetas memiliki bulu berwarna coklat & hitam. Namun warna bulu tersebut secara berangsur-angsur akan berganti pada usia 5 hingga 18 bulan di mana warna bulu barunya menyesuaikan jenis kelamin dari burung yang bersangkutan. Burung unta mengalami kematangan seksual pada usia 4 tahun & bisa hidup hingga usia 50 tahun.

Sudah disinggung di beberapa paragraf sebelumnya kalau burung unta tidak bisa lagi ditemukan di Asia akibat diburu secara berlebihan. Tujuan utama manusia memburu burung unta adalah untuk mendapatkan bulu, daging, & kulitnya. Manusia juga mengambil telur burung unta secara besar-besaran untuk dimakan atau dijadikan benda koleksi. Sebagai akibatnya, populasi burung unta di alam liar pun mengalami penurunan tajam & nyaris punah pada abad ke-18.

Sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan manusia dari burung unta tanpa membahayakan populasinya di alam liar, manusia mulai menjadikan burung unta sebagai hewan ternak sejak pertengahan abad ke-19. Hasilnya, populasi burung unta di alam liar pun secara berangsur-angsur mulai bertambah walaupun burung unta yang mendiami kawasan Asia sudah terlanjur punah. Peternakan burung unta pertama berdiri di Afrika Selatan & sesudah itu, peternakan-peternakan lainnya bermunculan di seluruh dunia.

Burung unta pada dasarnya bukanlah burung yang agresif. Namun manusia harus tetap berhati-hati saat berada dekat dengan burung unta karena unggas ini memiliki tubuh berpostur besar sehingga luka akibat tertendang burung unta bisa berakibat fatal. Daging burung unta dianggap sebagai daging alternatif yang menyehatkan karena daging burung unta memiliki kandungan protein yang tinggi & lemak jenuh serta kolesterol yang rendah. Selain untuk dimanfaatkan bagian-bagian tubuhnya, burung unta juga dipelihara untuk diadu dalam arena balap, baik dengan cara ditunggangi maupun sambil menarik kereta kecil.