Apa yang anda ketahui tentang alat musik tradisional Gambangan ?

Apa yang anda ketahui tentang alat musik tradisional Gambangan ?

Pada awalnya fungsi alat musik Gambangan berkembang sebagai bagian dari budaya agraris Belitong yang dikenal dengan nama ume. Gambangan dimainkan di atas pondok yang menjulang tinggi hingga lebih dari lima meter.

Selain untuk menghibur diri sembari menunggui padi. Alunan musik Gambangan juga digunakan untuk menjaga padi dari gangguan hama kera dan binatang liar lainnya. Biasanya juga digunakan untuk muda mudi yang sedang kasmaran, mereka akan memainkan gambangan untuk berkomunikasi dengan pasangannya yang tinggal di ume yang lain.

Alat musik gambangan bahannya terbuat dari kayu lempung atau kayu yang ringan seperti meranti, medang, libut, dan sengkrubong. Penggunaan jenis kayu tersebut sangat mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan oleh Gambangan.

Alat musik Gambangan terdiri dari tujuh atau delapan potong kayu. Terkadang dalam kondisi tertentu bisa hanya menggunakan lima potong kayu. Setiap potong kayu punya suara sendiri-sendiri, potongannya bisa panjang bisa pendek, yang beda nanti tinggal besar kecilnya suara yang dihasilkan, tapi bunyinya tetap sama.

Cara memainkan gambangan dengan cara dipukul keras-keras menggunakan dua potong kayu, sehingga terdengar suara yang nyaring. Dalam memainkannya ada cara-cara pukulan tertentu, sehingga menimbulkan nada suara yang unik dan nyaman didengar.

Memainkan alat musik Gambangan sama halnya seperti instrument lainnya. Pemainnya harus memiliki cita rasa nada yang baik dan tentunya punya bakat di bidang musik. Semakin bagus kepekaan seseorang pada nada, semakin bagus pula permainannya, oleh karena itu setiap pemain itu punya ciri khasnya masing-masing.