Apa yang akan terjadi bila bahasa Inggris menjadi bahasa semua negara di dunia?

illustration-language-concept_53876-20610

Penggunaan bahasa Inggris menjadi semakin popouler di tengah kaum masyarakat. Tidak hanya orang-orang Indonesia yang menggunakannya tetapi hampir orang-orang diseluruh dunia juga menggunakan bahasa Inggris. Ada yang menggunakannya sebagai bahasa kedua, dan ada juga yang menggunakannya sebagai bahasa asing. Melalui sejarah kita mempelajari bahwa alasan bahasa Inggris dapat dimeliputi semua wilayah di dunia karena penyebarannya yang melalui penjajahan atau pelayaran yang membuat hampir setiap negara mensyarakatkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar mereka. Di tambah lagi semakin lakunya lagu dan film yang berbahasa Inggris membuat orang-orang semakin ingin mempelajarinya. Di dunia pendidikan pun artikel atau jurnal rata-rata berbahasa Inggris. Lalu setujukah kamu bila bahasa Inggris menjadi bahasa seluruh orang di dunia? Yuk sampaikan pendapat kamu di bawah ini.

Jika bahasa Inggris menjadi bahasa utama semua negara, maka negara-negara di dunia akan kehilangan identitasnya. Menurut Hall (1996) Identitas adalah karakeristik yang sama yang dimiliki oleh banyak individu dan sebuah karakteristik yang dimiliki individu. Identitas sebuah negara adalah bahasa negara tersebut. Bahasa negara, seperti bahasa Indonesia, menyatukan semua warga indonesia dan juga berbagai macam budaya yang ada di Indonesia. Begitu pula dengan ngara lain. Namun, jika bahasa Inggris menjadi bahsa utama, identitas sebagai suatu negara akan hilang. Tidak ada lagi yang mengikat masayarakat sebagai bagian dari suatu negara. Budaya masing-masing negara juga akan hilang dan terlupakan karena tidak akan dipakai lagi. Menurut saya, jatuhnya akan jadi seperti penjajahan zaman dulu, yaitu memaksakan identitas tertentu kepada kelompok lain.

  • Reference
    Hall, Stuart. Paul Du Gay. (1996). Questions of
    Cultural Identity. London: SAGE Pulicants.
1 Like

Sebetulnya, bahasa Inggris pun saat ini merupakan bahasa internasional yang digunakan oleh hampir setiap negara di dunia mengingat sejarahnya yang dimana bahasa Inggris disebarkan oleh Bangsa Inggris sendiri ke koloni - koloni mereka yang sangat luas di era 1600 - 1900 masehi melalui ekspansi dan kolonisasi. Tetapi, bahasa Inggris saat ini hanya digunakan sebagai bahasa " pemersatu " yang diakui oleh dunia internasional tetapi tidak sebagai bahasa utama, karena saya setuju dengan pendapat @ClaudiaA yang menggunakan teori dari Stuart Hall tentang identitas untuk menjelaskan apabila bahasa inggris menjadi bahasa utama tiap negara di dunia. sangat setuju jika bahasa - bahasa yang ada di dunia selain bahasa inggris merupakan sebuah karakteristik dan merupakan pembeda serta menujukan kekhasan antara satu negara dengan negara lain.

Selain itu kita juga harus ingat jika bahasa adalah identitas sebuah bangsa seperti misalnya bangsa Indonesia, tentunya memiliki identitas bahasa Indonesia dan begitu juga dengan negara lainnya. Bahasa Inggris tentu dipakai sebagai bahasa utama di beberapa negara seperti Inggris, AS, Australia, ataupun Kanada. Tetapi, lebih banyak negara di dunia yang menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa kedua atau bahkan sebagai bahasa ketiga di bawah bahasa pertama mereka yang merupakan bahasa ibu (bahasa asli). Hal ini untuk menjaga tradisi dan identitas budaya yang menjadi pembeda satu negara dengan negara lain.

Memang betul jika bahasa inggris dijadikan sebagai bahasa pengantar di hampir seluruh belahan dunia, tetapi sekali lagi bahasa inggris mustahil untuk menjadi bahasa utama semua negara di dunia hanya karena penggunaannya yang sangat sering ketimbang bahasa - bahasa lainnya di dunia seperti bahasa china atau bahasa Arab.

Jika Bahasa Inggris dijadikan bahasa resmi oleh seluruh negara di dunia, maka saya rasa dunia ini akan kehilangan keberagaman bahasanya. Setuju dengan pendapat kak @ClaudiaA, salah satu faktor penting dalam identitas suatu bangsa/ negara adalah bahasa nasional. Secara simbolik, memiliki bahasa nasional sendiri adalah hal yang penting karena menunjukkan independensi dari pengaruh negara lain, terutama negara-negara barat. Ini akan menimbulkan semacam penjajahan budaya, dalam hal ini bahasa.

Memang benar bahwa Bahasa Inggris digunakan di seluruh dunia. Bahasa Inggris menyandang status sebagai Bahasa Global (World Language) karena memiliki jumlah penutur yang banyak atau tersebar di berbagai belahan dunia. Hal ini tidak terlepas dari kolonisasi Inggris di masa lampau. Inggris menguasai banyak wilayah yang tersebar di semua zona waktu dunia, hingga pernah dijuluki “The Empire on Which the Sun Never Sets”.

Sebuah bahasa disebut sebagai bahasa global jika penggunaannya menunjukkan dominasi ekonomi, politik, teknologi, dan budaya di antara para penuturnya. Sebagaimana kita tahu Bahasa Inggris memenuhi semua kriteria tersebut. Ia digunakan sebagai bahasa resmi PBB, Bank Sentral Eropa, bahasa kerja ASEAN, dan banyak organisasi internasional lain.

Jika bahasa Inggris benar-benar menjadi bahasa resmi semua negara, saya rasa ia akan hidup berdampingan dengan bahasa-bahasa setempat. Ia tidak akan benar-benar menggantikan bahasa lokal yang sudah “terikat” dengan kebudayaan setempat. Sebuah contoh ketika bahasa Catalan dan Basque dilarang pada masa rezim Franco di Spanyol, kedua bahasa ini tetap hidup dalam percakapan sehari-hari. Bahasa Spanyol sebagai bahasa resmi hanya digunakan dalam lingkup formal.

Kemungkinan yang kedua, sebagai konsekuensi dari poin sebelumnya, akan muncul banyak versi lokal dari Bahasa Inggris, tergantung daerah nya. Selama ini ada banyak versi lokal Bahasa Inggris seperti Chinglish (Chinese English), Singlish (Singapore English) Spanglish (Spanish English) bahkan ada juga Donglish (Indonesian English, contohnya bahasa “Jaksel”). Bisa-bisa nanti tiap daerah dan negara di dunia punya blend nya masing-masing.

Andai-andai yang ketiga, jika sekat bahasa semua negara di dunia sudah tiada lagi, mungkin saja rasa persatuan kita sebagai warga dunia alias global citizen akan semakin kuat. Bahasa Inggris akan berperan sebagai pemersatu suku-suku bangsa dunia. Walaupun ini menurut saya kurang sehat karena ada unsur dominasi budaya tertentu.

Referensi

Gardiner, T. (2011). What would happen if all countries adopted English as their official language?. Quora. Dijawab pada 9 Desember 2011 di What would happen if all countries adopted English as their official language? - Quora

Kontributor Wikipedia. Bahasa Global. Wikipedia Bahasa Indonesia. Diambil dari Bahasa global - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas