Apa tujuan memilih tim inti (core team) untuk mengembangkan business case?

Pengembangan business case bertujuan untuk mendapatkan komitmen dari manajemen dan mendapatkan persetujuan untuk melakukan investasi dalam rangka perubahan bisnis organisasi, termasuk perubahan program dan proyek.

Apa tujuan memilih tim inti (core team) untuk mengembangkan business case ?

Apa itu Core Team?

SARPIO mendefinisikan Core Team adalah:

“Manager dan Director memilih konsultan 0%-9% dari personal group mereka sendiri yang berkeinginan untuk berkembang dan membentuk sebuah tim. Anggota dari tim ini adalah mereka yang berpotensi untuk menjadi Leader di masa depan. Manager dan Director bisa bekerja dengan anggota Core Team dengan lebih efisien sebagai kelompok, daripada hanya fokus untuk satu leader dalam satu waktu. Semua anggota tim harus memiliki komitmen untuk bekerjasama, mematuhi aturan tim, membawa orang pada saat meeting, berpartisipasi dalam presentasi OOM, dan menolong rekrut baru ‘Get Started’. Anggota tim bisa belajar mengenai sistem L2 Meeting dan menduplikasi dengan menciptakan Core Team mereka sendiri pada saat mencapai level 12%.”

Seperti yang bisa kita baca dari kutipan diatas; Core Team adalah tim yang beranggotakan orang-orang terpilih dari grup personal kita. Mereka bisa memiliki level apapun dari jaringan Anda (tidak hanya level pertama) dan mereka adalah level antara 0% dan 9%. Kutipan diatas menegaskan kebersamaan dan duplikasi. Jadi, setiap angota tim saling berbagi sebuah formula yang penting yaitu dedikasi. Mereka berdedikasi untuk menjadi sukses dan telah memilih Oriflame sebagai alat bantu mereka untuk sukses.

Mengapa Core Team?

Elemen kunci untuk berkembang adalah duplikasi sederhana. Dengan mengarahkan member baru untuk bekerja secara sistematik dengan alat bantu, kita akan memaksa sistem duplikasi kita semakin dalam ke dalam jaringan kita. Dengan menfokuskan dukungan kita pada downline yang serius dan bededikasi, kita akan selalu memiliki manager baru yang sangat mengerti bagaimana menduplikasi secara sistematis penjualan dan proses dari bisnis kita. Apabila diimplentasikan dengan benar, konsep ini akan menghasilkan kecepatan dan juga perkembang secara berkesinambungan.

Sumber : https://groups.google.com/forum/#!topic/coreteam-sri-rejeki/5MZ9aB5VsSc

Pentingnya core team dalam business case

Dalam mengembangkan kasus bisnis (business case), langkah pertama yang harus dilakukan ialah memilih tim inti (core team). Tujuan dalam memilih core team sendiri ialah untuk mengawasi atau memantau tiap progress dari tiap tahap pembuatan proyek. Nantinya, tim inti harus mengetahui apakah sebuah proyek telah dikerjakan sesuai dengan jadwal, anggaran biaya, tujuan dan rencana yang telah ditentukan sebelumnya atau belum. Seorang tim inti memiliki tanggungjawab yang besar, karena mereka harus bisa mengambil sebuah keputusan atau tindakan ketika proyek yang berjalan tidak sesuai dengan rencana awal. Keputusan inilah yang nantinya akan menentukan apakah suatu proyek layak untuk dilanjutkan atau tidak. Oleh karena itulah, pemilihan tim inti (core team) dalam sebauh organisasi sangatlah penting, karena nantinya core team akan memiliki dampak yang besar terhadap kelancaran pembangunan sebuah project di dalam organisasi atau perusahaan.

Referensi :
https://pm-foundations.com/2011/03/04/pm-foundationsthe-core-team/

Core Team untuk mengembangkan Business case pada umumnya berasal dari berbagai perspektif seperti bisnis, teknis, manajemen, dsb. Dengan berbagai kompetensi yang dimiliki anggota core team akan memberikan keuntungan seperti :

  • Menyediakan sudut pandang yang seimbang dan lebih baik
  • Meningkatkan kredibilitas organisasi.
  • Meningkatkan keselarasan dengan tujuan organisasi.
  • Meningkatkan akses ke supporting data.

Sumber : Chp 2 : Conceptualizing and Initializing the IT Project. Slide by: Ms. Shree Jaswal

Memilih Core Team bertujuan untuk mengembangkan kasus bisnis harus berasal dari berbagai perspektif - bisnis, teknis, manajemen, dll. Seperti:

  1. Menyediakan sudut pandang seimbang yang lebih baik.
  2. Meningkatkan kredibilitas, mendapatkan pembelian di seluruh organisasi.
  3. Keselarasan yang lebih baik dengan tujuan organisasi.
  4. Akses yang lebih baik ke data pendukung yang mendetail.

Salah satu kelebihan dari manajemen proyek ini terletak pada kemampuan membentuk tim yang multidisiplin. Sangat perlu disadari, sebuah proyek selalu memiliki sumber daya terbatas, tetapi kenyataannya, banyak proyek menggunakan jumlah sumber daya yang sangat berlebihan dan terkesan seolah-olah tidak terbatas, walaupun sebelumnya sudah ditetapkan batasannya.

Sumber: http://cci.drexel.edu/faculty/gbooker/isys420/chapter2.ppt