Apa tujuan dari revolusi hijau pada pertanian?

Bisa kita lihat bahwa negara kita termasuk negara agraris, dimana indonesia kaya akan produksi pangan dibidang pertanian, yang imbasnya membuat produksi pangan kita meningkat.

Revolusi Hijau merupakan terjemahan istilah “Green Revolution”, yang diberi makna sebagai: Perubahan teknik pertanian dengan menggantikan varietas lokal dengan varietas tipe baru yang responsif terhadap pemupukan dan mampu berproduksi lebih tinggi, namun juga memerlukan proteksi terhadap serangan hama-penyakit.

Revolusi Hijau di Indonesia telah menyelamatkan 50% jumlah penduduk dari bahaya kelaparan kronis yang dapat berakibat kematian. Andaikan Revolusi Hijau tidak dilakukan, produksi beras dari luasan panen 11,5 juta ha paling tinggi hanya 18-20 juta ton per tahun.

Apabila hal itu terjadi, Indonesia harus mengimpor beras sebanyak 14 juta ton dari pasar dunia, yang kemungkinannya tidak cukup tersedia, atau tidak tersedia devisa- nya. Dengan tingkat swasembada beras 56% (seandainya tidak ada penerapan Revolusi Hijau), dapat diperkirakan harga beras akan sangat mahal seperti halnya pada tahun 1950-1965, yang akan berakibat pada bahaya kelaparan dan kematian.