Apa tujuan dari melakukan review (tinjauan ulang) dalam mengembangkan Business Case?

Laporan Business Case yang baik, yang membawa kepercayaan dan akuntabilitas ke bidang pengambilan keputusan investasi, merupakan kompilasi dari semua informasi yang dikumpulkan selama analisis perusahaan dan proses kasus bisnis. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan bukti dan justifikasi untuk melanjutkan proposisi investasi. Berikut adalah struktur yang direkomendasikan:

  • Kata pengantar
  • Daftar Isi
  • Briefing Eksekutif
    • Rekomendasi
    • Ringkasan Hasil
    • Keputusan untuk Diambil
  • pengantar
    • Penggerak bisnis
    • Cakupan
    • Metrik Keuangan
  • Analisis
    • Asumsi
    • Pernyataan Arus Kas (Cash Flow Statement - NPV)
    • Biaya
    • Manfaat
    • Risiko
      -Pilihan Strategis
    • Biaya kesempatan
  • Kesimpulan, Rekomendasi, dan Langkah Selanjutnya
  • Lampiran

REVIEW dan PERSETUJUAN

Pada berbagai tahap dalam proyek, Business Case harus ditinjau ulang untuk memastikan bahwa:

  • Pembenarannya masih berlaku,
  • Proyek ini akan memberikan solusi untuk kebutuhan bisnis.

Hasil peninjauan mungkin merupakan penghentian atau amandemen proyek. Business Case juga dapat mengalami amandemen jika peninjauan tersebut menyimpulkan bahwa kebutuhan bisnis telah berkurang atau berubah, ini akan berdampak pada proyek.

Apa tujuan dari melakukan review (tinjauan ulang) dalam mengembangkan Business Case?

Referensi : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Business_case

Tujuan dilakukannya tinjauan ulang dalam mengembangkan Business Case adalah untuk meninjau kembali rincian semua kemungkinan dampak, biaya, dan manfaat. Membandingkan alternatif, secara obyektif mencakup semua informasi yang berhubungan. Dan, memastikan merangkum temuan secara sistematis.

Referensi : http://sabilasschooldiary.blogspot.co.id/2012/03/manajemen-proyek-business-case-part-2.html

Tujuan dari peninjauan ulang dalam pengembangan business case adalah untuk mendukung implementasi serta pelaksanaan program yang berkelanjutan untuk realisasi keuntungan. Hal ini dilaksanakan kapan saja dengan biaya - biaya proyek atau keuntungan program akan berubah, akan terjadi perubahan resiko, dan persiapan peninjauan ulang. Dengan adanya resiko yang spesifik harus dipantau dan dikendalikan sepanjang program oleh proses identifikasi resiko, penilaian resiko dan perbaikan resiko.

referensi :
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/627/jbptitbpp-gdl-teguhnurha-31313-3-2008ts-2.pdf

Tujuan dari meninjau ulang dalam mengembangkan business case adalah:

  1. Lebih memahami bisnis yang akan dikerjakan/direncanakan
  2. Lebih mengenali struktur dan straregi perusahaan
  3. Memahami lebih jauh tentang detil mengenai pasar.
  4. Menerapkan cara memasarkan bisnis.
  5. Menggali ide atau pemikiran awal.
  6. Melakukan pengecekan yang lebih detil terhadap perhitungan bisnis.
  7. Mempertajam sistem operasional.
  8. Lebih mengenal pesaing

Referensi: