© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa tugas dari seorang manajer produksi ?


Manajer produksi seorang yang terlibat perencanaan, koordinasi dan kontrol dari proses manufaktur dan bertanggung jawab memastikan barang dan jasa diproduksi secara efisien, jumlah produksi yang benar & akurat, diproduksi sesuai dengan anggaran biaya yang tepat dan berkualitas sesuai standar perusahaan.

Tugas manajer produksi adalah bertanggung jawab atas segala mekanisme manajemen produksi secara teknis yang meliputi pengawasan dan pengendalian proses produksi.
Contoh : Tugas dari manajer produksi dalam perusahaan manufaktur meliputi :

  1. melakukan perencanaan dan pengorganisasian
  2. menentukan standar kontrol kualitas produk
  3. mengawasi proses produksi
  4. mengorganisir perbaikan dan pemeliharaan rutin peralatan produksi
  5. mengawasi pekerjaan staf junior
  6. menilai kelayakan proyek
  7. mengelola pemesanan dan pembelian bahan produksi
  8. menjadi penghubung dengan pembeli, pasar dan staff penjualan
  9. memperkirakan serta melakukan negoisasi rentang waktu dengan klien dan manajer dalam hal yang berkaitan dengan proses produksi.

Dalam pengoprasian sistem produksi, tugas seorang manajer produksi menurut Sofjan Assauri (2008:29), meliputi:

  • Menyusunan rencana produksi dan operasi
    Kegiatan pengoprasian sistem produksi dan operasi harus dimulai dengan penyusunan rencana produksi dan operasi. Dalam rencana produksi dan operasi harus tercakup penetapan target produksi, scheduling, routing, dispatching, dan follow-up. Perencanaan kegiatan produksi dan operasi merupakan kegiatan awal dalam pengoprasian system produksi dan operasi

  • Merencanakan dan mengendalikan persediaan dan pengadaan bahan.
    Kelancaran kegiatan produksi dan operasi sangat ditentukan oleh kelancaran tersedianya bahan atau masukan yang dibutuhkan bagi produksi dan operasi tersebut. Kelancaran tersedianya bahan atau masukan bagi produksi dan operasi ditentukan oleh baik tidaknya pengadaan bahan serta rencana dan pengendalian persediaan yang dilakukan.

  • Memeliharaan atau merawatan (maintenance) mesin dan peralatan.
    Mesin dan peralatan dipergunakan dalam proses produksi dan operasi harus selalu terjamin tetap tersedia untuk dapat digunakan, sehingga dibutuhkan adanya kegiatan pemeliharaan atau perawatan.

  • Mengendalikan mutu
    Terjaminnya hasil atau keluaran dari proses produksi dan operasi menentukan keberhasilan dan pengoprasian sistem produksi dan operasi. Dalam hal ini maka perlu di pelajari kegiatan pengendalian mutu antara lain adalah maksud dan tujuan kegiatan pengendalian mutu.

Para manajer produksi dan operasi mengarahkan berbagai masukan (input) agar dapat memproduksikan berbagai keluaran (output) dalam jumlah, kualitas waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen. Organisasi atau perusahaan yang sukses hendaknya mempunyai sistem pelaporan yang memberi informasi umpan balik agar manajer dapat mengetahui apakah kegiatan-kegiatannya dapat memenuhi konsumen atau tidak.

Manajer operasi bertanggung jawab atas keputusan yang mengikat sistem tranfsormasi. Kerangka keputusan ini mengatakan bahwa operasi-operasi mempunyai 5 (lima) tanggung jawab keputusan utama, Menurut Sofjan Assauri (2008:24), sebagai berikut :

  • Proses
    Keputusan-keputusan dalam kategori ini menentukan proses fisik atau fasilitas yang digunakan untuk memproduksi produk beruoa barang dan jasa. Keputusan ini mencakup jenis peralatan dan tekhnologi, arus dari proses penentuan lokasi fasilitas dan lay-out, serta pemeliharaan mesin dan penanganan bahan baku.

  • Kapasitas
    Keputusan kapasitas dimaksudkan untuk memberikan besarnya jumlah kapasitas yang tepat dan penyediaan pada waktu yang tepat. Kapasitas jangka panjang ditentukan oleh besarnya peralatan atau fasilitas fisik yang dibangun.

  • Persediaan
    Keputusan ini menyangkut dalam produksi dan operasi, mengenai apa yang dipesan, berapa banyak pesanannya dan kapan pesanan dilakukan. Para manajer itu mengelola sistem logistik dari pembelian akan bahan baku, barang dalam proses dan persediaan barang jadi.

  • Tenaga Kerja
    Manusia merupakan bidang keputusan yang sangat penting. Hal ini karena tidak akan terjadi proses produksi dan operasi tanpa adanya orang atau tenaga kerja yang mengerjakan kegiatan menghasilkan produk, berupa barang atau jasa.

  • Mutu
    Fungsi produksi dan operasi ditandai dengan penekanan tanggung jawab yang lebih besar terhadap mutu dan kualitas dari barang yang dihasilkan.

Manajer produksi memiliki tanggung jawab atas manajemen teknis, pengawasan dan pengendalian dalam proses produksi. Seorang manajer produksi harus memastikan bahwa proses manufaktur dapat berjalan dengan andal dan efisien. Mereka juga harus mengawasi operasi harian serta mengkoordinasi, merencanakan serta mengarahkan seluruh kegiatan produksi.

Hal dasar yang harus dimiliki oleh manajer produksi, diantaranya :

  • Kepercayaan

  • Memiliki keterampilan teknis

  • Keterampilan manajemen proyek

  • Organisasi dan efisiensi

  • Memiliki jiwa kepemimpinan dan interpersonal

  • Memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah

  • Keahlian IT dan numerik

  • Kemampuan berkomunikasi dengan baik

  • Dapat bekerja sama dalam tim

  • Menguasai manajemen waktu dengan baik

  • Mampu untuk bertoleransi terhadap stres

  • Mampu beradaptasi dengan baik

  • Jujur, bertanggung jawab dan kreatif serta proaktif

  • Dapat mengambangkan dan membuat strategi bisnis

Manajer produksi juga harus dapat bertanggung jawab dan menangani proses produksi sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Beberapa tugas manajer produksi, yaitu :

  • Membuat rencana jadwal produksi untuk pekerjaan itu

  • Menerapkan dan mengendalikan jadwal produksi

  • Meninjau dan menyesuaikan jadwal di mana diperlukan

  • Menentukan sumber daya manusia yang dibutuhkan

  • Menentukan sumber daya material yang dibutuhkan

  • Mengelola sumber daya manusia dan material untuk memenuhi target produksi

  • Membuat keputusan tentang penggunaan peralatan, pemeliharaan, modifikasi, dan pengadaan

  • Menerapkan prosedur operasi standar untuk operasi produksi

  • Memastikan bahwa prosedur operasi standar dipatuhi

  • Memastikan implementasi dan kepatuhan terhadap prosedur kesehatan dan keselamatan

  • Menetapkan standar kualitas produk

  • Memantau standar kualitas produk

  • Menerapkan dan menegakkan kontrol kualitas dan program pelacakan untuk memenuhi tujuan kualitas

  • Membuat analisa produksi dan kontrol kualitas untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah

  • Menentukan dan mengimplementasikan peningkatan pada proses produksi

  • Menyiapkan dan memelihara laporan produksi

  • Memantau dan meninjau kinerja staf dan mengatur intervensi yang diperlukan untuk perbaikan

  • Membuat perkiraan biaya produksi

  • Menetapkan anggaran produksi

  • Mengelola anggaran produksi

  • Mengimplementasikan program pengendalian biaya

  • Memastikan kolaborasi dan koordinasi yang efisien antara departemen terkait termasuk pengadaan, distribusi dan manajemen

  • Wewenang Manajer produksi

Beberapa wewenang manajer produksi adalah sebagai berikut :

  • Memberi nasehat, saran dan penilaian terhadap kinerja bawahannya.

  • Memberikan sanksi kepada bawahannya setiap terjadi pelanggaran bawahan.

  • Meminta nasehat, petunjuk dan bimbingan dari atasnya.

  • Menciptakan inovasi baru untuk kegiatan produksi.

  • Memberikan nasihat kepada perusahaan yang berkaitan dengan produksi.

  • Melakukan koordinasi dengan bagian lain yang terkait dengan produksi