Apa Tanda dan Ciri Penderita Obsessive Compulsive Disorder (OCD) ?

gangguan obsesif kompulsif atau Obsessive compulsive disorder

Obsessive compulsive disorder (OCD) atau yang dalam bahasa indonesia memiliki arti gangguan obsesif kompulsif adalah sebuah penyakit psikologis dimana penderita mengalami perubahan pada pikiran yang obsesif dan tindakan yang kompulsif. Gangguan psikologis ini akan ditandai dengan munculnya sebuah ketakutan pada pikiran (obsesif) penderita yang berakibat pada tindakan pencegahan yang berlebihan (kompulsif). Contoh kecilnya adalah seseorang yang terbiasa mencuci tangan dengan sabun berulang-ulang kali karena merasa masih ada kuman dalam tangan.

Apa Sajakah Tanda dan Ciri Penderita Obsessive Compulsive Disorder (OCD) ?

Beberapa tanda dan ciri penderita OCD:

  • Berulang kali memeriksa pintu, kompor atau setrika.
  • Sangat menyukai keteraturan dan selalu menghitung.
  • Tidak pernah membuang barang walau sudah tidak terpakai.
  • Terus-terus bertanya untuk memastikan sesuatu.
  • Mengulang kata-kata atau doa tanpa bersuara.
  • Takut kotor atau terkontaminasi oleh kuman.
  • Takut malu atau berperilaku sosial yang tidak dapat diterima masyarakat.
  • Keraguan yang berlebihan dan kebutuhan untuk selalu dipercayai.
  • Menolak untuk berjabat tangan atau menyentuh pegangan pintu.
  • Berulang kali memeriksa hal-hal yang sama, seperti kunci atau kompor.
  • Mengatur barang-barang dengan cara tertentu secara terus-menerus.
  • Mengkonsumsi makanan dalam urutan tertentu.
  • Terjebak pada kata-kata, gambar atau pikiran, yang biasanya mengganggu, sehingga dapat mengganggu waktu tidur.
  • Melakukan tugas yang sama berkali – kali.
  • Mengumpulkan atau menimbun barang tanpa nilai yang jelas/berarti.

Obsessive-Compulsive


Gangguan kepribadian ini mengacu pada individu yang menunjukkan perfeksionisme yang obsesif, kekakuan, dan kebutuhan untuk menerapkan standar moral yang sangat ketat. Seseorang dengan gangguan obsesif-kompulsif cenderung merasakan kecemasan berlebih bila sesuatu “tidak benar”. Individu- individu ini terobsesi dengan aturan, secara emosional tidak peka, dan memiliki orientasi pada sebuah gaya hidup produktif dan efisien. Mereka hidup dalam dunia, di mana hanya ada satu jawaban benar untuk semua pertanyaan dan tidak ada ruang “abu-abu” dalam area hidup.

Ciri-ciri dari gangguan kepribadian ini adalah:

  1. Cara berhubungan dengan orang lain yang kaku, kecenderungan perfeksionis, kurangnya spontanitas dan perhatian yang berlebihan pada detail, sangat teratur, dan sulit mengekspresikan perasaan

  2. Sangat terpaku dengan kebutuhan akan kesempurnaan, tidak dapat menyelesaikan segala sesuatunya tepat waktu

  3. Apa yang dilakukan selalu gagal memenuhi harapan dan selalu memaksa diri untuk mengerjakan ulang pekerjaannya

  4. Dapat merenungkan bagaimana menyusun prioritas tugas-tugas, namun tidak pernah tampak mulai bekerja

  5. Berfokus pada detail yang orang lain anggap tidak penting

  6. Kekakuannya mengganggu hubungan sosial

  7. Memaksa melakukan hal-hal sesuai dengan caranya sendiri, tanpa mau kompromi

  8. Antusiasme yang besar pada pekerjaan membuat mereka gagal untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan aktivitas waktu luang

  9. Cenderung sangat perhitungan dengan uang

  10. Sulit untuk membuat keputusan dan menunda atau menghindarinya karena takut membuat keputusan yang salah

  11. Cenderung terlalu kaku dalam masalah moralitas dan etika karena kekakuan kepribadian bukan karena teguh keyakinan

  12. Cenderung sangat formal dalam suatu hubungan dan merasa sulit untuk mengekspresikan perasaan

  13. Sulit menikmati waktu rekreasi karena memikirkan biaya dari aktivitas senggang tersebut

  14. Cenderung tidak memiliki rasa humor