Apa sih Definisi dari Sikap Dewasa dan Bagaimana Caranya Untuk Menjadi Orang yang Dewasa?

Hi Semua!
Apa sih Definisi dan Bagaimana caranya Untuk Menjadi Pribadi yang Dewasa?

Dewasa bukanlah tentang seberapa banyak umur yang bertambah, bukan pula seberapa lama seseorang hidup di dunia. Sikap dewasa atau kekanak-kanakan seseorang akan terlihat dari bagaimana cara ia menghadapi masalah dan tantangan. Apakah dia akan maju menghadapi masalah tersebut atau malah mundur dan menyerah akan masalah yang sedang dihadapinya. Memang tak mudah menjadi dewasa karena prosesnya memang perlu rentetan tahapan yang panjang dan rumit.

Dewasa itu adalah ketika kamu dapat berdamai dengan diri kamu sendiri. Dewasa itu ketika kamu dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar dan berpegang teguh atasnya. Dewasa itu ketika kamu berani mengambil keputusan dan bertanggungjawab sepenuhnya atas pilihan yang telah dipilih. Dewasa itu ketika kamu tahu mana yang proritas dan mana yang kurang. Dan dewasa itu pilihan, cepat atau lambatnya itu tergantung pada diri kamu sendiri. Dan terkadang keadaan memaksa kita untuk menjadi dewasa tak jarang kedewasaan muncul ketika seseorang telah berada di titik terendah. Jadi Mulai saat ini coba kita pikirkan sekali lagi apa sebenarnya tujuan dan mau kemana arah diri kita sebenarnya.

Jadi menurut teman-teman apa sih sebenarnya DEWASA itu? Dan apakah teman-teman mau tau sikap-sikap apa saja sih yang bisa menandakan kalau seseorang itu sudah Dewasa? kalau belum mari saya tunjukkan.

1. Bisa memilah mana yang baik dan buruk

Kamu bisa melihat baik dan buruknya hal yang kamu pilih atau lakukan dalam hidup. Menjadi baik atau buruk adalah pilihan hidup. Ketika kamu sudah dewasa, tentunya kamu hanya akan memilih hal yang baik, bukan? Baik itu terkait dengan pergaulan, pekerjaan, gaya hidup dan lainnya.

2. Berpikir sebelum bertindak

Kamu bisa mengendalikan diri saat menyikapi suatu hal. Kamu akan berpikir mengenai solusi yang terbaik dan logis untuk dilakukan, yang tidak merugikan diri sendiri atau orang lain.

3. Berbesar hati ketika menerima kritik

Menerima kritik memang tidak mudah, tapi ketika kritik tersebut merupakan kritik membangun, kenapa tidak kamu jadikan masukkan “gratis” untuk meningkatkan kualitas diri?

4 . Melihat sesuatu dari sudut pandang positif

Kamu bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang positif sehingga kamu lebih bijak dalam menanggapi sebuah masalah atau situasi. Kamu membuka diri untuk menerima pola pikir orang dengan pendapat yang berbeda, dan terbuka untuk berdiskusi sehingga wawasan dan pikiran kamu terbuka. Dengan begitu kamu tidak menjadi pribadi yang egois dan selalu positif dalam menerima sudut pandang orang lain.

5. Mencari solusi, mengakui kesalahan dan tidak menyalahkan

Ketika dihadapi dengan masalah dan kamu berkontribusi terhadap kesalahan tersebut, kamu akan berbesar hati untuk jujur mengakui kesalahan dan fokus mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kamu tidak akan berusaha mencari kambing hitam untuk disalahkan karena buat kamu, kesalahan merupakan pembelajaran.

6. Bisa mengerti orang lain

Kamu bisa menyelami perasaan orang lain dan mencoba melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang tersebut. Kamu tidak egois dan mementingkan diri sendiri atau selalu ingin dimengerti.

7. Tidak mudah tersulut emosi

Jika kamu bisa memilah mana yang baik dan buruk, dan juga selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, kamu tidak mudah tersulut emosi ketika dihadapi oleh situasi yang kurang mengenakkan. Kamu mampu mengatur emosi kamu dan bisa mengkomunikasikan perasaan tidak nyaman kamu dengan cara yang baik.

8. Tidak haus pujian

Kamu tidak memiliki keinginan untuk menjadikan semua hal tentang dirimu. Kamu tidak impulsif dalam menjalani hidup dan tidak menganggap pengakuan dari orang lain sebagai tujuan utama hidup kamu.

9. Bisa mengalahkan rasa takut

Kamu mengerti, rasa takut adalah musuh yang harus dikalahkan dan tidak boleh jadi penghalang kesuksesan kamu dalam mengejar mimpi atau menjadi penghambat kebahagiaan kamu.

Beranjak dewasa, kamu akan dihadapi dengan berbagai macam pilihan hidup, misalnya ketika kamu dihadapi dengan pilihan untuk membuka bisnis atau bekerja di perusahaan. Takut saat akan merintis bisnis sendiri memang wajar, karena tanpa perhitungan yang matang, kamu bisa saja gagal dan modal kamu hilang. Tapi rasa takut ini tidak sepantasnya menghalangi langkah kamu dalam mewujudkan mimpi kan?

Jadi,Kunci Sikap Dewasa adalah kemampuan dan keinginan untuk terus berproses memperbaiki diri menjadi lebih baik, dan open minded serta berkeinginan untuk belajar dalam setiap prosesnya.

Sumber: https://kejarmimpi.id/tanda-pola-pikir-kamu-sudah-dewasa.html

Untuk menjadi dewasa bukan orang lain yang menentukan, melainkan cara pandang dan cara pikir kita yang menjadikan kita dewasa”.

-Risa Hasmaretni

3 Likes

Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Jadi tua itu pasti namun jadi dewasa itu pilihan”. Kiranya filosofi ini benar adanya.

Terminologi ‘tua’ selalu merujuk pada usia yang merupakan kodrat manusia. Berlaku secara universal di mana usia setiap orang pasti bertambah.

Lain halnya dengan terminologi ‘dewasa’. Frase ini (dewasa) merujuk pada kematangan kepribadian seseorang sebagai manusia.

Memang dalam konteks tertentu, ‘dewasa’ juga merujuk pada usia seseorang (jasmani). Semakin bertambah usia seseorang maka ia akan semakin dewasa secara biologis. Namun hal ini tidak dapat dijadikan sebagai patokan dalam menilai tingkat kedewasaan seseorang.

Oleh karena itu menurut saya, seseorang akan dianggap dewasa apabila ia mampu bersikap secara bijaksana, matang secara rohani dan jasmani, serta mampu membawa diri secara baik dan benar dalam kelompok sosial (masyarakat).

Dengan demikian, ‘dewasa’ adalah proses pemanusiaan diri menjadi pribadi yang lebih manusiawi. Proses ini berlangsung secara terus menerus selama kita menapakkan kaki di dunia ini.

Penting bagi kita, untuk memaknai setiap peristiwa dalam hidup ini sebagai proses menuju kedewasaan. Baik itu keberhasilan maupun kegagalan.
Bdk. Tidak Ada Keberhasilan Tanpa Kegagalan

Menurutku dewasa itu adalah tentang memaknai kembali semua pengalaman hidup, berfokus pada pengembangan diri di saat ini, dan bersiap menghadapi jatuh bangun yang akan terjadi di masa mendatang. Ketika masa dewasa, kita juga mengalami quarter life crisis yang membutuhkan banyak energi untuk memilih dan mengambil keputusan dalam hidup. Terdapat nilai-nilai dalam diri yang harus dikukuhkan untuk menjadikan diri kita lebih dewasa, secara emosi juga sosial. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karier, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak. Menjadi dewasa tidak tumbuh dalam waktu semalam, apalagi hanya dengan satu permasalahan. Sebab pendewasaan diciptakan oleh usaha dan kesabaran, dibentuk dari ujian dan permasalahan hidup, dan dipertahankan dengan keteguhan diri.

1 Like