Apa sajakah kelebihan dan kekurangan dari penggunaan ojek online?

Tren ojek online mengalami peningkatan beberapa tahun belakangan ini seiring meningkatnya kebutuhan akan transportasi yang cepat di berbagai kota. Kemudahan dan kecepatan waktu pesan ojek via online serta kecepatan waktu tempuh (travel time) menjadi faktor kunci banyaknya peminat ojek online.

Selain itu, kepastian dan murahnya tarif menjadi daya tarik yang mampu memikat ribuan masyarakat untuk beralih ke moda transportasi ini. Meskipun begitu, ojek online juga memiliki kelebihan dan kekurangan dibalik fasilitasnya. Apa sajakah kelebihan dan kekurangan tersebut?

Kelebihan

1. Hemat waktu dan tenaga

image

Naik angkot memang bertarif murah, akan tetapi, jika harus berangkat pagi-pagi buta hanya demi kenyamanan, itu jelas melelahkan. Selain itu, tidak jarang supir angkot yang mengemudikan mobilnya dengan kebut-kebutan. Bukan hanya tidak nyaman, tetapi juga menjadi tidak aman.

Ketika bepergian di dalam kota, anda tidak akan untuk menggunakan ojek online. Karena sudah pasti ojek online dapat lebih cepat membawa anda (driver) ke tujuan. Anda hanya perlu duduk membonceng di belakang, dan tidak berdesak-desakan. Lebih cepat menempuh tujuan, dan tidak merasa pegal-pegal.

2. Bisa dibayar non-tunai

Salah satu keunggulan transportasi online adalah memiliki sistem pembayaran non-tunai yaitu dengan menggunakan kartu kredit maupun e-cash. Seperti yang dimiliki Gojek dan Grab. Anda hanya perlu memastikan saldo kredit yang dimiliki cukup untuk pembayaran.

Sementara itu, jika anda menggunakan Uber, anda hanya perlu mendaftarkan nomor kartu kredit anda sebagai alat pembayaran. Ketika menggunakan jasa driver ojek online tersebut, maka biaya transportasi akan langsung ditagihkan ke kartu kredit. Praktis, bukan? Tidak perlu membawa duit banyak. Dompet anda juga jadi lebih simple pastinya, dan lebih efisien karena setelah turun dari motor atau mobil dari ojek online tidak perlu membayar lagi.

Dan khusus Gojek, para driver malah memberikan diskon apabila anda melakukan pembayaran dengan GoPay. Jadi, keuntungannya menjadi double.

3. Jika membayar menggunakan kartu kredit bisa mendapatkan promo cashback

Hal ini juga merupakan nilai plus dari transportasi online khususnya Uber yang mempunyai periode hingga Oktober 2017. Jika anda menggunakan kartu kredit Standard Chartered Visa Platinum dan Mastercard Titanium, anda bisa mendapatkan cashback 25 persen (maksimal Rp 150.000) per bulan untuk perjalanan anda dengan Uber.

Caranya gampang, hanya tinggal belanja dengan total Rp 3 juta dan melakukan pembayaran dengan kartu kredit Standard Chartered di mana saja dalam satu bulan. Jika anda belum menginstall Uber, install sekarang dan anda akan mendapatkan 2 free ride. Promo ini berlaku secara internasional!

4. Semakin sering digunakan, semakin sering juga dapet diskon

image

Semakin sering digunakan, aplikasi transportasi online pun akan memberikan diskon untuk anda. Seperti Gojek yang terkadang menambah saldo GoPay anda secara otomatis atau Uber dengan diskonnya setiap perjalanan di hari tertentu, dan lainnya.

Oleh karena itu, tidak usah khawatir untuk anda yang ingin order setiap hari. Karena pasti akan ada diskon yang menanti anda di hari-hari yang akan datang. Atau, jika anda merasa tidak terlalu butuh untuk naik transportasi online di hari tertentu, anda bisa menggunakannya untuk orang lain. Misalnya, saat rekan anda ingin menuju stasiun kereta, melakukan order dapat dilakukan melalui akun milik anda saja. Tujuannya agar akun anda tetap aktif digunakan. Itulah yang akan dideteksi oleh platform, dan akhirnya anda mendapatkan diskon lagi.

5. Transportasi online punya program loyalitas pelanggan

Tidak hanya diskon, tetapi mereka pun punya program loyalitas pelanggan. Contohnya, Gojek yang saat ini menerapkan sistem point rewards tersendiri setiap anda selesai melakukan transaksi dengan GoPay. Grab juga menerapkan program yang sama.

Anda akan disuruh bermain undian untuk mendapatkan poin. Dan poin-poin yang anda kumpulkan bisa ditukarkan dengan hadiah-hadiah menarik, mulai dari voucher hingga sepeda motor. Semakin banyak poin yang dikumpulkan, otomatis semakin besar pula nilai hadiah yang bisa anda dapat.

6. Armada lebih banyak

Jika dibandingkan dengan transportasi umum konvensional, armada transportasi online bisa dibilang lebih banyak. Benarkah demikian? Iya benar. Karena saat ini transportasi online sudah bekerja sama dengan sejumlah operator taksi konvensional, seperti Blue Bird dan Express.

Artinya, jika anda order taksi lewat GoJek atau Uber tetapi tidak ada supir mereka yang berada di area tersebut, maka order akan dialihkan ke salah satu operator taksi konvensional yang kebetulan ada di dekat anda. Jadi tidak usah khawatir untuk menunggu lama atau order anda tidak terlayani.

Meski banyak terdapat keuntungannya, namun anda pun harus bijak dalam menggunakan transportasi online. Jika jarak yang anda tempuh memang cukup jauh, lebih baik menggunakan kereta. Namun untuk menuju ke stasiun dapat menggunakan transportasi online.

Bukannya tidak boleh, akan tetapi tarif transportasi online juga bisa mahal jika anda memakai untuk jarak yang terlalu jauh. Untuk sesekali mungkin tidak apa-apa, asal tidak untuk setiap hari.


Kekurangan

1. Jaringan sering bermasalah

Karena ini berupa aplikasi online maka besar kemungkinan akan terdapat gangguan dari sistem jaringan. Oleh karena itu, jika sedang terdapat masalah di sistem jaringan, baik konsumen maupun bagi driver tidak dapat berbuat banyak hingga jaringannya benar-benar telah kembali pulih.

2. Kurangnya pemahaman pengendara terhadap keselamatan berkendara

Kebanyakan dari driver ojek online kurang memahami mengenai keselamatan di jalan raya. Padahal seperti Gojek, Grabbike dan NGUBERJEK telah memberikan bekal pengetahuan para drivernya tentang safety riding atau keselamatan dalam berkendara. Hal ini jelas, akan berdampak fatal jika sang driver ojek online tidak mengetahui mengenai keselamatan dalam berkendara.

3. Hati-hati data pribadi tersebar

Saat anda ingin mendaftarkan diri dalam aplikasi jasa transportasi online maka anda akan diwajibkan mengisi berbagai data diri termasuk nomor telepon. Sesungguhnya, data ini yang akan dipakai untuk driver ojek online bisa menghubungi saat kesusahan di jalan. Namun, anda juga harus berhati-hati, karena sudah ada beberapa kasus yang menggunakan data ini untuk hal yang tidak kita inginkan.

Sumber

(diakses pada tanggal 5 Desember 2017)


(diakses pada tanggal 5 Desember 2017)

Sekarang ini banyak juga aplikasi mengenai ojek online, dari yang ojek online besar hingga ojek online kecil yang melayani khusus bagi penumpang yang khusus pula. Seiring kemajuan memang ojek online ini sangat di butuhkan bagi orang yang beraktifitas tanpa menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Dengan menggunakan jasa ojek online maka kita bisa berpindah tempat dari tempat satu ke tempat lain dengan cara praktis.

Kelebihan

  1. Praktis
    Jelas ojek online lebih praktis karena dapat memesan atau ingin mengantar barang dari rumah serta kantor hanya dengan gadget. Ojek langsung menghampiri sesuai keinginan pemesan.

  2. Tarif murah dan transparan
    Dahulu, seringkali konsumen yang tidak tahu medan ditipu oleh tukang ojek yang memberikan harga lebih. Sekarang dengan adanya aplikasi ojek online untuk masalah tarif bisa lebih murah dan transparan. Semua tarif yang harus dibayar penumpang sudah tertera sejak awal, sehingga tidak ada proses tawar menawar dengan pengendara. Terlebih dengan adanya berbagai promo yang ditawarkan oleh pihak ojek online.

  3. Aman dan lebih terpercaya
    Aman, karena setiap driver dan konsumen harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semua dapat dilacak dengan mudah. Dengan begitu, penumpang akan merasa lebih aman menggunakan pengemudi yang terdaftar.

  4. Punya pilihan cara bayar
    Pilihan cara bayar, mau tunai, pakai kartu kredit atau menggunakan saldo yang sudah diisi sebelumnya via “top up” Tidak ada uang receh, mudah pilih pakai Grab Pay, Go Pay, atau bayar pakai kartu kredit. Jika menggunakan ojek biasa, tentu saja harus pakai uang tunai, atau Anda bisa bayar belakangan asal kenal sama abang ojek

  5. Memiliki informasi mengenai pengemudi dan kendaraanya
    Anda bisa lihat foto pengemudi, nomor teleponnya dan plat nomor kendaraannya (setahu saya plat nomor kendaraan hanya ada di Uber dan Grab, sedangkan Gojek tidak ada). Anda bisa kontak pengemudi, jika ingin memberi tahu arah jalan menuju lokasi penjemputan. Dulu Anda baru tahu siapa nama yang mengemudi, jika melihat kartu yang terpasang di dashboard pengemudi. Itupun kalau papan nama itu ada. (Note: tidak semua pengemudi ada foto terlihat di aplikasi Uber atau Grab.

  6. Mengukur waktu penjemputan dan sampai lokasi tujuan
    Informasi berapa menit lagi sampai, dan berapa lama tiba di lokasi tujuan, memberikan rasa nyaman bagi saya. Saya jadi bisa mengelola waktu lebih baik.

  7. Bukti pembayaran dikirimkan via email
    Bukti pembayaran, histori dari transaksi, langsung dikirimkan ke kotak surat elektronik/email saya setelah menyelesaikan trip. Jika ingin reimburse bisa langsung kirim email tersebut ke bagian keuangan kantor. Grab,Uber dan Gojek telah memiliki fitur ini sehingga mudah melihat kembali histori perjalanan disertai jumlah nominal yang telah dikeluarkan.

  8. Ada catatan histori perjalanan
    Histori perjalanan, adalah hal yang menarik sebab trip mana saja yang pernah Anda lalui bisa Anda lihat kembali. Bahkan jika ada pengemudi yang berbuat curang seolah melakukan perjalanan tanpa menjemput Anda, tercatat, dan ini bisa menjadi bukti pelaporan kepada pihak pengelola aplikasi.

Kekurangan

  1. Jaringan sering bermasalah
    Karena ini berupa aplikasi maka besar kemungkinan akan ada gangguan dari sistem jaringan. Jika jaringan sedang bermasalah, si konsumen dan sang driver tidak bisa berbuat banyak hingga jaringan benar-benar telah benar.

  2. Tak bisa pilih pengendara
    Saat akan memesan ojek atau taksi online, dalam aplikasi akan terlihat seberapa banyak pengendara online disekelilingmu. Namun, saat sudah memesan kamu tidak bisa memilih yang dekat denganmu karena semua sudah ditentukan dari sistem.

  3. Tidak bisa berganti tujuan
    Dari awal konsumen memesan sudah jelas akan naik dan turun dimana sehiangga tarif yang harus dibayarkan juga sudah tertera. Jadi, jika konsumen ingin berganti arah tujuan maka harus membayar sesuai tarif awal. Lain halnya dengan Uber Motor, ojek online ini bisa membawa penumpang tidak sesuai tujuan karena tarifnya diatur berdasarkan jarak dan waktu.

  4. Kurangnya pemahaman pengendara terhadap keselamatan berkendara
    Kebanyakan dari pengendara kurang memahami mengenai keselamatan di jalan raya. Padahal seperti Gojek dan Grabbike telah memberikan bekal pengetahuan para drivernya tentang safety riding atau keselamatan dalam berkendara. Hal ini jelas berdampak fatal jika sang pengendara tidak tahu mengenai keselamatan dalam berkendara.

  5. Hati-hati Data Pribadi Tersebar
    Saat kamu mendaftarkan diri dalam aplikasi jasa transportasi online maka kamu diwajibkan mengisi berbagai data diri termasuk nomer telepon. Sesungguhnya data ini yang akan dipakai untuk pengendara bisa menghubungi saat kesusahan di jalan. Namun, kamu harus berhati-hati, karena sudah ada beberapa kasus yang menggunakan data ini untuk hal yang tidak diinginkan.

Sumber:
https://orongorong.com/2016/10/19/ini-dia-kelebihan-dan-kekurangan-ojek-online/

7 MANFAAT

Bisa lihat tarif sebelum naik.

Sebelumnya, berapa ongkos yang Anda akan keluarkan untuk sampai di tujuan, hanya mengandalkan perkiraan, atau kebiasaan. (Sekarang, aplikasi Blue Bird yang baru, sudah memberikan juga perkiraan harga). Manfaatnya jelas, Anda jadi bisa siapkan dana yang diperlukan.

Punya pilihan cara bayar.

Pilihan cara bayar, mau tunai, pakai kartu kredit atau menggunakan saldo yang sudah diisi sebelumnya via “top up” Tidak ada uang receh, mudah pilih pakai Grab Pay, Go Pay, atau bayar pakai kartu kredit. Jika menggunakan ojek biasa, tentu saja harus pakai uang tunai, atau Anda bisa bayar belakangan asal kenal sama abang ojek :slight_smile:

Memiliki informasi mengenai pengemudi dan kendaraanya.

Anda bisa lihat foto pengemudi, nomor teleponnya dan plat nomor kendaraannya (setahu saya plat nomor kendaraan hanya ada di Uber dan Grab, sedangkan Gojek tidak ada). Anda bisa kontak pengemudi, jika ingin memberi tahu arah jalan menuju lokasi penjemputan. Dulu Anda baru tahu siapa nama yang mengemudi, jika melihat kartu yang terpasang di dashboard pengemudi. Itupun kalau papan nama itu ada. (Note: tidak semua pengemudi ada foto terlihat di aplikasi Uber atau Grab.

Mengukur waktu penjemputan dan sampai lokasi tujuan.

Informasi berapa menit lagi sampai, dan berapa lama tiba di lokasi tujuan, memberikan rasa nyaman bagi saya. Saya jadi bisa mengelola waktu lebih baik.

Bukti pembayaran dikirimkan via email.

Bukti pembayaran, histori dari transaksi, langsung dikirimkan ke kotak surat elektronik/email saya setelah menyelesaikan trip. Jika ingin reimburse bisa langsung kirim email tersebut ke bagian keuangan kantor. Grab,Uber dan Gojek telah memiliki fitur ini sehingga mudah melihat kembali histori perjalanan disertai jumlah nominal yang telah dikeluarkan.

Ada catatan histori perjalanan.

Histori perjalanan, adalah hal yang menarik sebab trip mana saja yang pernah Anda lalui bisa Anda lihat kembali. Bahkan jika ada pengemudi yang berbuat curang seolah melakukan perjalanan tanpa menjemput Anda, tercatat, dan ini bisa menjadi bukti pelaporan kepada pihak pengelola aplikasi.
Harga relatif lebih rendah.

Jika dibandingkan dengan jarak tempuh sama, Anda hanya bayar Rp 5.000. Sedangkan jika naik “Opang” (Ojek Pangkalan), Anda harus bayar Rp 10.000. Tawaran harga relatif lebih rendah dan promo-promo menarik dari aplikasi-aplikasi ini memanjakan para penggunanya.

Dari manfaat-manfaat yang tersebut di atas, tidak terlepas juga ada resiko yang perlu Anda ketahui. Apa saja resiko jika Anda menggunakan aplikasi transportasi online?

5 RESIKO

Pengemudi Uber, Grab, Gojek, tidak selalu profesional.

Pengemudi profesional saya maksud sebagai orang yang memang hidup sehari-harinya dari mengemudi. Anda bisa mengharapkan pelayanan prima dari seorang pengemudi profesional, misalnya berpakaian seragam atau rapi, cara mengemudi yang aman dan nyaman, mobil wangi, menjaga aroma tubuh tetap segar, saat membawa penumpang. Sedangkan, siapa saja bisa jadi supir Uber, Grab, Gojek. Anda juga bisa kalau Anda mau. Meski ada proses seleksi dan ada aturan dari masing-masing perusahaan aplikasi transportasi online, tetapi ingatlah, siapa saja bisa mendaftarkan kendaraan mereka dan masuk ke dalam sistem aplikasi ini. Nah dengan demikian, pelayanan bisa menjadi sangat bervariasi, tergantung masing-masing orang. Jika Anda mengharapkan supir Uber, Gojek, Grab, berlaku dan bersikap profesional, kemungkinan (tidak selalu) Anda bisa kecewa. Bagi perusahaan aplikasi transportasi online ini, supir mereka bukanlah karyawan, melainkan sebagai partner, mitra dari aplikasi tersebut. Saya beberapa kali alami, pengemudi masih sangat awam membawa kendaraan, terasa bedanya antara yang sudah sering “nyetir” dan jarang menyetir mobil, seperti orang baru belajar.

Motivasi dan tujuan bergabung di aplikasi transportasi online.

Pengemudi Uber, Gojek dan Grab memiliki motivasi dan tujuan berbeda-beda. Bahkan bukan menjadi rahasia lagi, bahwa banyak orang yang bukan berprofesi supir, ikut-ikutan berusaha meraih rejeki melalui aplikasi ini, agar bisa cicil mobil dan motor memanfaatkan sistem yang ada. Demi mengumpulkan bayar cicilan mobil, mengejar bonus, poin tambahan, pengemudi berbuat “curang” atau mengakali. Misalnya dengan membuat order fiktif. Supir cancel, karena alasan “Ban Bocor”, “Lokasi jauh dari titik jemput” menjadi alasan yang populer. Saya pernah naik Uber Pool diminta tarif dobel dari harga yang tertera pada aplikasi hanya karena alasan saya naik berdua bersama istri. Ada juga, saya pernah menolak permintaan seorang pengemudi Uber X, yang meminta saya membuat order fiktif via aplikasi Gojek, dengan alasan supaya dia dapat 2 trip bersamaan dari 2 aplikasi berbeda. Tentu saja demi keuntungan dia.

Pengemudi belum tentu tahu jalan

Anda sebagai penumpang, mengharapkan pengemudi sudah (pasti) tahu jalan. Nah, ini pun perlu Anda ketahui, bahwa pengemudi Uber, Grab dan Gojek, mengandalkan aplikasi mereka untuk tiba sampai tujuan. Ketika mengemudi, mereka sambil lihat Google Maps atau Waze mengikuti arah yang diperlihatkan pada smartphone mereka. Jika Anda beruntung, pengemudi Uber, Grab atau Gojek, sudah tahu akan lewat jalan apa, jika tidak, Anda yang harus mengarahkan mereka agar sampai tujuan dengan selamat. Perlu Anda ingat seperti poin saya sebelumnya, mereka bukan pengemudi profesional.

Kendala teknis aplikasi dan smartphone.

Pesan Uber, Gojek dan Grab, bisa jadi gagal, bahkan sering saya alami aplikasi error. Order ganda, 2 ojek sekaligus jemput bisa terjadi. Selain itu, aplikasi transportasi online ini mengandalkan fitur location based pada smartphone Anda yang menguras daya baterai. Inilah resiko dari teknologi. Apapun bisa terjadi di luar kendali Anda.

Harga bisa saja berubah.

Harga bisa saja dan sangat mungkin berubah. Anda perlu perhatikan misalnya di aplikasi Uber, diterapkan sistem surge pricing, harga bisa 1,6x lipat bahkan 2x lipat dari tarif normal. Hal ini karena kelangkaan jumlah transportasi yang ada di suatu area dibandingkan jumlah penumpang di area tersebut. Biasanya saat jam sibuk seperti pulang kantor, waktu makan siang, atau hari libur besar, Lebaran misalnya, di mana kebutuhan lebih banyak pada suatu saat bersamaan. Setiap aplikasi memiliki sistem perhitungan harga yang berbeda. Ini karena tujuan dari aplikasi ini adalah mencari pengguna sebanyak mungkin, sehingga segala cara dilakukan untuk menarik penumpang dan juga pengemudi.
Demikian pendapat saya setelah menggunakan jasa aplikasi transportasi online Uber, Grab dan Gojek. Sadar dan pahami cara kerja aplikasi transportasi online.

Sumber :