Apa sajakah bentuk pemerintahan republik?

1. REPUBLIK ABSOLUTE

Secara singkatnya republik absolut adalah bentuk pemerintahan yang dikepalai seorang presiden dimana kekuasaan dan wewenangnya tanpa dibatasi sebuah konstitusi atau ada konstitusi namun diabaikan dan lembaga legislatif pun mungkin ada dan juga mungkin tidak ada, hal ini dikarenakan jika lembaga legislatif ada sekalipun maka bisa dipastikan lembaga itu tidak memiliki fungsi.

Contoh dari sistem pemerintahan Republik Absolut di indonesia adalah pada masa orde baru, orde baru adalah sebuah istilah yang digunakan untuk masa setelah pemberontakan gerakan 30 september tahun 1965.

Seperti yang kita ketahui pada zaman orde baru “kediktatoran” soeharto dalam memimpin yang kurang lebih selama 6 periode atau kurang lebih 30 tahun. Untuk mengabsahkan (melegitimasi) kekuasaan yang sewenang-wenang, kerap kali penguasa yang diktator menggunakan instrumen hukum.

Maksudnya, hukum di manipulasi sedemikian rupa sehingga mendukung kekuasaannya yang semena-mena. Misalnya, dibuat satu pasal dalam konstitusi yang menyatakan bahwa dirinya adalah presiden seumur hidup. Tidak jarang pula tatanan politik yang digunakan sebagai alat kekuasaan.

Misalnya partai politik ada, tetapi partai tersebut merupakan satu-satunya partai yang boleh berdiri dan dipimpin oleh sang penguasa atau digunakan sebagai penompang utama kekuasaannya.

Pemerintahan yang absolut bersifat totaliter. Maksdunya, segalanya terpusat pada kekuasaan sang pemimpin. Apapun tindakan dan ucapan sang pemimpin dapat digunakan sebagai landasan untuk membenarkan kewenangan.

Perbedaan, kebebasan, atau hak asasi tidak diakui. Yang ada hanyalah keseragaman, dan keseragaman tersebut ditentukan oleh penguasa. Tidak ada yang lebih benar daripada penguasa. Penentangan terhadap kekuasaan akan dimaknai sebagai penentangan terhadap negara. Jadi, musuh penguasa adalah musuh negara. Sebab, tidak ada pembedaan antara lembaga negara dan penguasa sebagai pribadi.

2. REPUBLIK KONSTITUSIONAL

Berbeda dengan Republik Absolut jika pada Republik Absolut kekuasaan dan wewenangnya tidak dibatasi oleh konstitusi, Republik Konstitusional secara singkatnya kekuasaan dan wewenangnya dibatasi oleh konstitusi. Bentuk pemerintahan ini dikepalai oleh seorang presiden dan lembaga legislatif pun berfungsi dan berjalan dengan baik.

Dalam republik ini kekuasaan kepala negara dan kepala pemerintahan tidak diwariskan dan harus melalui jalur pemilu dan keduanya adalah merupakan suatu kedudukan politik yang sangat sah untuk diperebutkan dan dipersaingkan, kekuasaan pemimpin tidak bersifat mutlak dan kedaulatan tertinggi berada pada tangan rakyat. Contoh negara yang menganut sistem republik konstitusional adalah Indonesia dan negara super power Amerika.

3. REPUBLIK PARLEMENTER

Republik parlementer secara singkat adalah sistem republik yang pemerintahannya dipimpin oleh parlemen, yang eksekutor pelaksana pemerintahan adalah perdana mentri sebagai pemimpin parlemen. Jadi untuk memperjelas kepala pemerintahannya adalah seorang perdana mentri dan kepala negaranya adalah seorang presiden.

Tidak ada pemisahan yang jelas antara legislatif dan eksekutif, dan adanya perbedaan yang signifikan antara kepala negara (presiden,lebih sebagai figur) dan kepala pemerintahan (perdana mentri).

Contoh negara yang pernah menganut sistem ini adalah india, italia, dan juga indonesia pada masa orde lama lebih tepatnya pada masa peralihan sistem presidensial meuju sistem parlemeter.

1 Like

Republik berasal dari kata res publica yang artinya kepentingan umum. Pemerintahan republik adalah bentuk pemerintahan yang berasal dari (dipilih) rakyat dan dipimpin atau dikepalai oleh seorang presiden untuk masa jabatan tertentu.

Indonesia merupakan salah satu negara berbentuk kesatuan dengan bentuk pemerintahan republik dan sistem pemerintahan berbentuk quasi presidensial (presidensial dengan ciri-ciri parlementer).

Begitu juga dengan bentuk pemerintahan jika dipimpin dari, oleh, dan untuk rakyat maka disebut republik dan jika berasal dari dan oleh raja untuk rakyat maka disebut monarki. Machiavelli dalam bukunya “II Prinsipe” mengungkapkan bahwa bentuk negara (hanya ada dua pilihan) jika tidak republik tentulah Monarki.

Perbedaan dalam kedua bentuk pemerintahan Monarki dan Republik (Jellinek, dalam bukunya “Allgemene Staatslehre“) didasarkan atas perbedaan proses terjadinya pembentukan kemauan negara itu yang terdapat dua kemungkinan sebagai berikut:

  1. Apabila cara terjadinya pembentukan kemauan negara secara psikologis atau secara alamiah, yang terjadi dalam jiwa/badan seseorang dan nampak sebagai kemauan seseorang/individu maka bentuk negaranya adalah Monarki.

  2. Apabila cara proses terjadinya pembentukan negara secara yuridis, secara sengaja dibuat menurut kemauan orang banyak sehingga kemauan itu nampak sebagai kemauan suatu dewan maka bentuk negaranya adalah Republik.

Dalam pelaksanaannya bentuk pemerintahan republik dapat dibedakan menjadi 2 yaitu republik absolut, republik konstitusional dan republik parlementer yang masing-masing akan dijelaskan secara singkat dibawah ini.

  1. Republik Absolut

    Dalam sistem republik absolut pemerintahan diktator tanpa ada pembatasan kekuasaan. Penguasa mengabaikan konstitusi dan untuk melegitimasi kekuasaannya digunakanlah partai politik. Dalam pemerintahan ini parlemen memang ada namun tidak berfungsi.

  2. Republik Konstitusional

    Dalam sistem republik konstitusional, presiden memegang kekuasaan kepala negara dan kepala pemerintahan. Namun, kekuasaan presiden dibatasi oleh konstitusi. Di samping itu, pengawasan yang efektif dilakukan oleh parlemen.

  3. Republik Parlementer

    Dalam sistem republik parlementer, presiden hanya sebagai kepala negara. Namun, presiden tidak dapat diganggu-gugat. Sedangkan kepala pemerintahan berada di tangan perdana menteri yang bertanggung jawab kepada parlemen. Dalam sistem ini kekuasaan legislatif lebih tinggi dari pada kekuasaan eksekutif.

Sumber: http://pemerintah.net/bentuk-pemerintahan-republik/

Negara Republik pada dasarnya adalah negara yang tampuk pemerintahan akhirnya bercabang dari rakyat bukan dari prinsip keturunan bangsawan. Istilah ini berasal dari Bahasa Latin res publica yang artinya kerajaan dimiliki serta dikawal oleh rakyat. Konsep Republik telah digunakan sejak berabad-abad lamanya.

Republik yang paling terkenal adalah Republik Roma, yang bertahan dari 509 SM hingga 44 SM. Dalam bentuk pemerintahan Republik Roma tersebut dipraktikkan dua prinsip utama yang dijalankan negara, yaitu prinsip Anuality (memegang pemerintah selama satu tahun saja) dan Collegiality (dua orang memegang jabatan ketua negara).

Dalam perkembangan negara modern, biasanya kepala negara pada bentuk pemerintahan republik dipimpin oleh seorang presiden. Namun, terdapat beberapa pengecualian, misalnya negara Swiss terdapat majelis tujuh pemimpin yang merangkap sebagai ketua negara, disebut Bundesrat. Di San Marino, jabatan ketua negara dipegang oleh dua orang

bentuk pemerintahan kerajaan dan republik

Dalam pelaksanaannya bentuk pemerintahan republik dapat dibedakan menjadi 2 yaitu republik absolut, republik konstitusional dan republik parlementer yang masing-masing akan dijelaskan secara singkat dibawah ini.

-Republik Absolut
Dalam sistem republik absolut pemerintahan diktator tanpa ada pembatasan kekuasaan. Penguasa mengabaikan konstitusi dan untuk melegitimasi kekuasaannya digunakanlah partai politik. Dalam pemerintahan ini parlemen memang ada namun tidak berfungsi.

-Republik Konstitusional
Dalam sistem republik konstitusional, presiden memegang kekuasaan kepala negara dan kepala pemerintahan. Namun, kekuasaan presiden dibatasi oleh konstitusi. Di samping itu, pengawasan yang efektif dilakukan oleh parlemen.

-Republik Parlementer
Dalam sistem republik parlementer, presiden hanya sebagai kepala negara. Namun, presiden tidak dapat diganggu-gugat. Sedangkan kepala pemerintahan berada di tangan perdana menteri yang bertanggung jawab kepada parlemen. Dalam sistem ini kekuasaan legislatif lebih tinggi dari pada kekuasaan eksekutif.

sumber referensi: Wahdanil Fadli. 2016. Bentuk Pemerintahan Republik