Apa Saja Yang Perlu Dipersiapkan untuk menjadi seorang Entrepeneur?


(Saintia) #1

Kita mungkin bertanya-tanya bagaimana memulai suatu bisnis. Bagaimana mengambil langkah awal untuk melahirkan bisnis yang sudah lama kita impikan. Terkadang ada rasa takut yang membebani pikiran saat niat membuka bisnis baru saja terbuka. Apakah nanti bisnis yang dijalankan bisa berlanjut, apakah bisnis akan mendatangkan keuntungan, atau malah bisnis ini akan mati di tengah jalan? Pertanyaan pertanyaan tersebut kadang membuat bisnis mati sebelum sempat dilahirkan.

Kita Pasti pernah memikirkan bagaimana perusahaan perusahaan besar diluar sana bisa berkembang dan cabangnya menggurita ke banyak Negara. Ambil contoh perusahaan makanan dari negeri Paman Sam, Mc. Donald’s, yang menurut data, hingga tahun 2014 saja sudah memiliki 30 ribu restoran di seluruh dunia, atau KFC dengan 18 ribu cabangnya. Bagaimana mereka membangun perusahaan mereka?

Dalam memulai bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk dapat memaksimalkan apa yang kita rencanakan. Hal tersebut antara lain adalah:

Mindset enterpreneur

Berbicara tentang bisnis, tentu saja sudah banyak buku-buku, seminar-seminar ataupun pelatihan yang bisa membahas kiat-kiat sukses dalam menjalankan bisnis. namun itu semua akan terhenti manakala mindset kita tidak berubah.

Menjadi entrepreneur adalah pekerjaan besar yang harus dimulai dari dalam diri sendiri, atau dengan kata lain dari mindset. Saat mindset kita sudah terseting menjadi entrepreneur,berarti kita telah mengambil langkah awal untuk menjadi entrepreneur.

Mindset akan memunculkan passion dalam bekerja sementara passion akan membuat pekerjaan kita semakin ringan.

Mulai dari ide

Kadang kala kita berkutat dengan produk atau jasa apa yang ingin kita ciptakan, kita mencoba membuat ide spektakuler yang belum ada sebelumnya agar produk yang kita tawarkan meledak di pasaran. creative-998741__180Ide memang penting dalam memulai bisnis, namun yang perlu diingat adalah kadang kita hanya perlu merubah ide yang sudah ada dengan kemasan yang lebih baru. Ambil saja contoh perusahaan besar seperti Facebook yang sebenarnya menciptakan Myspace dengan tampilan baru, Google yang mengubah yahoo search, Microsoft yang sedikit meniru Apple, yang pada dasarnya juga meniru Xerox.

Jangan habiskan waktu untuk mencari ide yang sebenarnya sudah ada di sekitar kita.

Persiapkan produk

Langkah selanjutnya adalah pembuatan produk. Yang perlu dijadikan catatan adalah bahwa produk yang kita tawarkan harus memberikan manfaat kepada orang lain. Promosi sebesar apapun tidak akan berhasil apabila produk yang kita tawarkan tidak berkontribusi banyak dalam masyarakat. Selain itu, feedback dari customer juga dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas produk kita.

Tanyakan pendapat customer terhadap produk kita, lalu belajar dari pendapat dan masukan mereka.

Produk juga harus mempunyai perbedaan dengan produk lain agar kompetisi semakin kecil dan daya terima masyarakat semakin besar. Selain itu, produk juga harus menjawab tantangan pasar yang sedang berkembang saat ini.

Eksekusi

Eksekusi adalah bagian yang cukup krusial dalam menjalankan bisnis. banyak sekali bisnis yang terhenti di tahap ini. Eksekusi awal yang kurang tepat dapat mempengaruhi jalannya bisnis kedepan kedepannya. Untuk dapat menciptakan bisnis yang baik, kita harus memulainya dengan menciptakan budaya kerja yang baik, dan itu dimulai dari kita sendiri. Penting bagi kita untuk berubah karena kita akan menjadi menjadi role model dalam perusahaan yang kita ciptakan nanti. Selain itu dalam eksekusi bisnis, fokus juga menjadi kunci yang harus kita pegang untuk menjalankannya.