Apa saja yang harus kita hindari ketika belajar dan bagaimana cara menghindarinya ?

tantangan dan rintangan belajar

Dalam belajar pasti kita banyak sekali mengahadapi tantangan dan rintangan. Tantangan tersebut dapat membuat kita lalai dalam belajar. Untuk itu bagaimana cara menghindari tantangan dan rintangan belajar?

1 Like

Belajar merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan terjadi secara terus-menerus. Belajar sangat penting, namun dalam kenyataannya sering muncul permasalahan atau perangkap dalam belajar. perangkap tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar. Dengan adanya perangkap tersebut akan mempersulit untuk mancapai hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu, harus ada solusi untuk mengatasinya.

Adapun beberapa perangkap dalam belajar dan sousinya yaitu :

  1. Lokasi belajar.
    Semua studi yang baik dimulai dengan menyiapkan tempat yang sesuai dimana Anda bisa belajar tanpa terganggu. Ini membantu informasi dengan lebih mudah terserap dan memberi Anda pandangan tentang di mana Anda berada saat Anda mempelajari informasinya, sehingga memudahkan untuk mengingat kembali informasi tersebut. Ini sangat membantu untuk menghindari perpindahan lokasi saat belajar, kecuali masing-masing lokasi berbeda dengan subjek dan tetap sama dengan subjek itu. (Misalnya, studi matematika hanya di ruang perpustakaan, belajar bahasa Inggris hanya di meja kerja Anda, dll.)

  2. Hindari perangkap menunda-nunda.
    Itu terjadi pada semua orang, dan itu akan terjadi pada Anda. Penundaan terjadi saat Anda mulai melakukan tugas yang mungkin belum Anda sukai. Otak Anda akan menandakan ketidakbahagiaannya, dan perasaan tidak bahagia akan membasahi Anda. Dengan demikian, otak Anda akan menyalurkan perhatiannya ke tugas lain yang membuatnya merasa lebih menyenangkan misalnya memeriksa media sosial. Tindakan ini akan membuat Anda merasa lebih baik, tapi hanya untuk sementara.

    Salah satu metode kunci untuk mengalahkan penundaan adalah menggunakan teknik Pomodoro. Teknik ini melibatkan pengaturan timer selama 25 menit, dan kemudian hanya memfokuskan tugas itu untuk keseluruhan periode. Setelah 25 menit berakhir, Anda mungkin akan memberi reward pada diri Anda sendiri apakah itu dengan sepotong cokelat, atau dengan mendengarkan musik.
    Untuk mengatasi penundaan, fokuslah pada proses menyelesaikan pekerjaan Anda, bukan hasil kerja Anda. Prosesnya akan membantu membentuk kebiasaan belajar yang baik.

  3. Hati-hati, jangan jatuh ke dalam jebakan “ilusi kompetensi”.
    Ilusi kompetensi adalah ketika Anda percaya bahwa Anda telah belajar sesuatu, padahal kenyataannya Anda belum memahaminya. Ini seperti menipu otak Anda agar berpikir bahwa Anda telah menguasai topik. Oleh karena itu, Anda harus berusaha menghindari hal ini dengan segala cara.

  4. Jangan jatuh ke dalam perangkap membaca ulang teks secara berulang-ulang. Teknik ini hampir tidak membantu dalam mengingat informasi. Jika Anda tidak perlu waktu sebentar untuk benar-benar memahami teksnya, Anda tidak akan mengingat apapun. Dengan demikian, membaca ulang adalah pemborosan waktu. Sebagai gantinya, beri metode Recall a try, karena metode ini membantu Anda mengingat informasi dengan mudah.

    Untuk melakukan tugas ini, baca bab, atau pelajaran . Setelah selesai, cobalah mengingat sebanyak mungkin informasi tentang bab ini. Yang terpenting, mengingat bukanlah ilusi kompetensi, dan ini menunjukkan bahwa Anda benar-benar mempelajari sesuatu.

  5. Jangan mencoba mengingat semuanya – karena itu adalah jebakan.
    Sebagai gantinya, cobalah chunking. Chunking adalah lompatan mental yang membantu menyatukan beberapa informasi melalui makna. Chunking bisa sangat membantu, karena membuat Anda mengingat informasi sejuta kali lebih mudah.

    Di otak Anda, Anda memiliki area yang disebut memori kerja. Daerah ini hampir seperti memori jangka pendek, karena informasi ini belum tertanam dalam ingatan jangka panjang Anda. Memori kerja Anda hanya memiliki empat slot, dan hanya bisa menampung empat informasi sekaligus. Namun, jika Anda memasukkan informasi, Anda bisa memasukkan lebih banyak informasi ke dalam keempat slot tersebut. Informasi chunked hanya akan mengambil satu slot, bukan keempatnya. Untuk membantu membentuk “potongan” , Anda harus mencoba untuk belajar sedikit demi sedikit.

sumber : http://www.wikihow.com/Avoid-Study-Traps

Dalam belajar kita harus memiliki jebakan dan juga harus memiliki cara menghindari perangkap belajar.
Jebakan belajar antara lain:

  1. Saya Tidak Tahu Dimana Untuk Memulai.
    Jadilah proaktif Lakukan beberapa brainstorming untuk menentukan apa yang harus dilakukan. Atur pekerjaan Anda menjadi beberapa bagian kecil. Setelah ini selesai, tentukan apa yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Namun, Anda harus realistis karena tidak mungkin menghabiskan waktu yang sama pada setiap bagian. Jangan pernah melewatkan kelas karena guru sering menguliahi konsep yang akan diuji nanti. Selama istirahat kelas, luangkan waktu untuk meninjau catatan dan materi pelajaran lainnya. Untuk menghindari kelelahan, jeda jadwal selama sesi belajar. Hindari menjejalkan dengan mempelajari beberapa jam setiap hari minggu sebelum ujian. Jika perlu, tingkatkan waktu belajar saat hari ujian semakin dekat.

  2. Terlalu Banyak Untuk di Ingat. Atur konsep yang sedang Anda pelajari menjadi garis besar. Lebih mudah mempelajari konsep baru saat mereka diatur secara efektif menjadi bagian yang mudah dikelola. Demikian juga, Anda akan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mencari informasi yang ingin Anda tinjau. Berikut adalah tip untuk mengembangkan garis besar yang efektif:

    • Atur konsep yang terkait dengan itu menjadi beberapa bagian dan kategori
    • Kembangkan peta informasi konsep terkait. Misalnya, jika Anda mempelajari penyebab Perang Revolusi, mulailah dengan mencantumkan serangkaian acara utama. Di samping setiap acara, rangkum mengapa hal itu penting dan bagaimana hal itu terkait dengan kejadian selanjutnya.
  3. Cramming. Cramming adalah strategi persiapan ujian yang tidak efektif. Mulailah belajar sesegera mungkin. Mulailah belajar untuk tes 2 jam sehari seminggu sebelum itu. Beberapa hari sebelum ujian, tingkatkan waktu yang dihabiskan untuk belajar. Akan lebih mudah mengingat apa yang telah Anda pelajari jika anda mempersiapkan terlebih dahulu untuk sebuah ujian.

bagaimana cara menghindari perangkap tersebut? Mari kita lihat bersama-sama.

  1. Dipersiapkan dengan baik. Semua studi yang baik dimulai dengan disiapkan di tempat yang sesuai di mana Anda bisa belajar tanpa terganggu. Ini membantu retensi informasi dengan lebih mudah dan memberi Anda pandangan “pikiran mata” tentang di mana Anda berada saat Anda mempelajari informasinya, sehingga memudahkan untuk mengingat kembali informasi tersebut. Ini sangat membantu untuk menghindari berpindah lokasi belajar sambil belajar, kecuali masing-masing lokasi berbeda dengan subjek dan tetap sama dengan subjek itu. (Misalnya, studi matematika hanya di ruang perpustakaan, belajar bahasa Inggris hanya di meja kerja Anda, dll.

  2. Hindari perangkap menunda-nunda dengan mengatasinya. Itu terjadi pada semua orang, dan itu akan terjadi pada Anda. Penundaan terjadi saat Anda mulai melakukan tugas yang mungkin belum Anda sukai. Otak Anda akan menandakan ketidakbahagiaannya, dan perasaan tidak bahagia akan membasahi Anda. Dengan demikian, otak Anda akan menyalurkan perhatiannya ke tugas lain yang membuatnya menyenangkan; misalnya memeriksa media sosial. Tindakan ini akan membuat Anda merasa lebih baik, tapi hanya untuk sementara. Salah satu metode kunci untuk mengalahkan penundaan adalah menggunakan teknik Pomodoro. Teknik ini melibatkan pengaturan timer selama 25 menit, dan kemudian hanya memfokuskan tugas itu untuk keseluruhan periode. Setelah 25 menit berakhir, Anda mungkin akan menghargai diri Anda sendiri apakah itu dengan sepotong cokelat, atau dengan mendengarkan musik. Untuk mengatasi penundaan, fokuslah pada proses menyelesaikan pekerjaan Anda, bukan hasil kerja Anda. Prosesnya akan membantu membentuk kebiasaan belajar yang baik. Produk inilah yang memicu rasa sakit dalam menunda-nunda di korteks insular. Produk adalah hasil dari proses

  3. Hati-hati jangan jatuh ke dalam jebakan “ilusi kompetensi”. Ilusi kompetensi adalah ketika Anda percaya bahwa Anda telah belajar sesuatu, padahal kenyataannya Anda belum memilikinya. Ini seperti menipu otak Anda agar berpikir bahwa Anda telah menguasai topik. Anda harus berusaha menghindari hal ini dengan segala cara.

  4. Jangan jatuh ke dalam perangkap membaca ulang teks berulang-ulang. Teknik ini, seperti yang terakhir, hampir tidak membantu ketika harus mengingat informasi. Jika Anda tidak perlu waktu sebentar untuk benar-benar memahami teksnya, Anda tidak akan mengingat apapun. Dengan demikian, membaca ulang adalah pemborosan waktu. Sebagai gantinya, beri metode Recall a try, karena metode ini membantu Anda mengingat informasi dengan mudah. Jangan mencoba mengingat semuanya - untuk melakukannya adalah jebakan. Sebagai gantinya, cobalah chunking. Chunking adalah lompatan mental yang membantu menyatukan beberapa informasi, melalui makna. Chunking bisa sangat membantu, karena membuat informasi mengingat sejuta kali lebih mudah.

  5. Hindari pengulangan. Sebagai gantinya, berikan latihan yang disengaja. Daripada berulang kali mempraktikkan materi yang Anda anggap mudah, penting untuk fokus pada materi yang Anda anggap sulit. Sebagai contoh. Bayangkan Anda memiliki tes tentang aritmatika dasar. Jika Anda menemukan penambahan dan pengurangan mudah, maka pastikan Anda berlatih pembagian dan perkalian.

  6. Berhati-hatilah untuk tidak mempelajari materi, ini adalah jebakan lain dalam belajar. Selama belajar mungkin bahkan tidak tampak seperti hal yang nyata, karena Anda tidak pernah bisa benar-benar belajar cukup. Selama belajar adalah ketika Anda terus menerus meninjau materi yang sudah Anda kuasai. Selama belajar benar-benar hanya buang-buang waktu, karena begitu Anda sudah menguasai keterampilan, mengatasinya tidak akan membuat informasinya lebih berkesan. Padahal, selama belajar sebenarnya ilusi kompetensi, karena member ilusi bahwa Anda hafal segala sesuatu, padahal pada kenyataannya, Anda hanya hapal materi yang mudah.

Sumber:

Dalam proses belajar pasti tidak akan selalu berjalan dengan mulus. Akan penuh dengan hambatan dan “perangkap” yang melalaikan kita dalam belajar. Dan kita harus mengetahui, apa saja hambatan dan “perangkap” tersebut, dan bagaimana cara menghindarinya. Karena daripada menghabiskan waktu dengan belajar secara tidak efektif, lebih baik mencari tahu informasi – informasi yang berguna agar dapat lebih baik ke depannya nanti.

1. Tidak Tahu ingin mulai darimana

Buatlah daftar semua hal yang harus kamu lakukan, lalu buat prioritas mana hal akan dilakukan terlebh dulu. Berpikir realistis bahwa mustahil menghabiskan semua waktu untuk satu materi pembelajaran
.
2. Punya banyak materi yang harus dipelajari tapi waktu sangat terbatas

Luangkan sedikit waktu untuk mengulas catatan,buku dan materi lainnnya. Tentukan konsep utama yang akan muncul di tes dan kenali materi apa yang menurut kamu harus kamu dalami lebih baik daripada materi lainnya. Merangkum materi pelajaran membuat kita lebih mudah untuk menentukan mana yang penting dan menghemat waktu. Tetapi bagaimanapun merangkum catatan dan buku bukanlah metode yang dapat menggantikan membaca dan memahami dengan dalam materi.

3. Merasa Sudah Mengerti

Setelah belajar, coba luangkan waktu untuk menentukan apakah kamu sudah benar –benar mengerti konsep dari materi yang kamu telah pelajari tadi. Buatlah daftar pertanyaan – pertanyaan setiap setelah membaca atau belajar tentang materi tersebut. Terutama pertanyaan yang benar –benar konseptual dan yang ditekankan oleh pengajar. Misalnya, jika kamu ingin mengulas dan meninjau ulang tentang “kelainan metabolisme”. Maka buatlah pertanyaan tentang kelainan metabolisme, dapat berupa: Apa yang menyebabkan kelainan metabolisme?Bagaimana cara menyembuhkannya?Apa gejala umumnya?

4. Terlalu banyak yang harus dihafal

Aturlah konsep yang kamu pelajari menjadi garis besar. Suatu konsep yang baru lebih mudah dipelajari jika dibagi menjadi beberapa bagian. Dan juga kamu tidak akan menghabiskan waktu untuk mencari informasi yang kamu ingin kamu ulas kembali. Karena sudah dibagi -bagi menjadi beberapa bagian tertentu.

Ada beberapa tip untuk membuat garis besar yang efektif :

  • Bagilah konsep yang secara besar mirip, ke satu bab atau satu kategori
  • Buatlah bagan dari konsep yang berhubungan. Contohnya, jika kamu sedang belajar sejarah perang revolusi. Mulai dengan kejadian paling penting dilanjutkan dengan kejadian –kejadian lainnya. Ringkaslah kenapa kejadian –kejadian tersebut saling berhubungan.

5. Merasa sudah mengingat semuanya

Setelah kamu selesai membuat kata kunci – kata kunci suatu konsep, luangkan waktu untuk mengingat kembali apa yang telah dipelajari. Cobalah untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan yang kamu buat sebelumnya sebelum merangkum konsep ini. Jika kamu tidak ingat apa yang kamu telah pelajari, coba rangkum kembali bukumu. Ada beberapa tipe hubungan antara waktu yang dihabiskan untuk belajar dengan daya ingat. Tidak mustahil untuk belajar terlalu lama, tetapi jika membiarkan belajar tidak teratur, hanya akan menjadikan belajar tidak begitu efektif.

9. Menghafal materi sehari sebelum ujian

Mulailah belajar sesegra mungkin. Belajar beberapa hari sebelum ujian akan menambah waktu yang cukup untuk mempersiapkan dengan matang materi yang akandiujikan.

10. Belajar hingga larut malam

Jangan terlalu memaksakan tubuhmu. Hal ini akan menyebabkan stress. Luangkan waktu untuk istirahat selama sesi belajar.Dan juga jangan lupa untuk tidur yang cukup sehari sebelum ujian.Olahraga dan makan makanan yang bernutrisi juga pasti sangat dibutuhkan untuk tubuh, agar otak dapat lebih tenang dan berenergi.

sumber :

https://campushealth.unc.edu/health-topics/academic-success/obstacles-academic-success/avoiding-study-traps

Beberapa dari kita pasti pernah mengalami yang namanya “Study Trap” , dan meskipun sudah pernah mengalaminya pun seringkali kita secara tidak sadar mengulanginya lagi. Di bawah ini adalah beberapa “Study Trap” yang sering kita alami, baca dan lakukanlah agar tidak mengulanginya lagi dan mendapatkan kesuksesan dalam studi kita.

Perangkap # 1: "Saya tidak tahu harus mulai dari mana."
Solusi: Buat daftar semua hal yang harus kamu lakukan. Pecahkan beban kerjamu ke dalam potongan yang mudah diatur. Prioritaskan! Jadwalkan waktu Kamu secara realistis. Jangan lewatkan kelas - Kamu mungkin akan melewatkan sesi review. Gunakan jam di antara kelas untuk meninjau catatan. Interupsi waktu belajar dengan rencana belajar istirahat. Mulailah belajar lebih awal (5 sampai 7 hari sebelum ujian) meningkatkan waktu belajar sehari-hari saat ujian mendekati.

Perangkap # 2: "Saya memiliki banyak pelajaran dan begitu sedikit waktu"
Solusi: Survei silabus Kamu, bahan bacaan dan catatan. Identifikasi topik yang paling penting ditekankan dan daerah masih belum dipahami. Meninjau menghemat waktu, terutama dengan pembacaan non-fiksi, dengan membantu Kamu mengatur dan fokus pada topik utama. Sesuaikan metode ini dengan gaya dan materi belajarmu sendiri: namun, ingat, pratinjau bukanlah pengganti yang efektif untuk membaca.

Perangkap # 3: Bacaan ini sangat garing, saya bahkan mengantuk saat membacanya.
Solusi: Berinteraksilah secara aktif dengan teks saat Kamu membaca. Tanyakan pada diri Kamu, “Apa yang perlu diingat tentang bagian ini?” Buat catatan atau garis bawahi konsep utama. Diskusikan materi dengan orang lain di kelas Kamu. Belajar bersama. Tetaplah menyerang, terutama dengan materi yang tidak Kamu anggap menarik, daripada membaca secara pasif dan kehilangan poin penting.

Perangkap # 4: "Saya membacanya, saya mengerti, saya tidak bisa mengingatnya."
Solusi: Rumit. Kita mengingat hal terbaik yang paling berarti bagi kita. Saat Kamu membaca, cobalah untuk menguraikan informasi baru dengan contoh Kamu sendiri. Cobalah untuk mengintegrasikan apa yang Kamu pelajari dengan apa yang sudah Kamu ketahui. Kamu akan bisa mengingat materi baru dengan lebih baik jika Kamu bisa menghubungkannya dengan sesuatu yang sudah berarti bagi Kamu.

Perangkap # 5: Kurasa aku memahaminya.
Solusi: Ujilah dirimu sendiri. Buatlah pertanyaan tentang konsep kunci dalam catatan atau bacaan Kamu. Periksa hubungan antara konsep dan bagian. Ubah judul bagian menjadi pertanyaan dan lihat apakah Kamu bisa menjawabnya. Misalnya, ubah bagian judul “Bystander Apathy” menjadi “Apa pengamat empati?” atau “Apa penyebabnya?” atau “Apa contohnya?” dan lihat apakah Kamu bisa menjawab pertanyaannya

Perangkap # 6: Terlalu banyak yang perlu diingat.
Solusi: Atur. Informasi teringat lebih baik jika dalam kerangka kerja terorganisir membuat pengambilan lebih sistematis.
• Tuliskan ringkasan dan ringkasan bab; menekankan hubungan antar bagian bab.
• Kelompokkan informasi ke dalam kategori atau hierarki.
• Buat grafik untuk mengatur dan saling menghubungkan antar materi.

Perangkap # 7: Saya mengetahuinya semenit yang lalu.
Solusi: Review. Setelah membaca sebuah bagian, tanyakan pada diri Kamu pertanyaan tentang apa yang Kamu baca. Bacalah ulang bagian yang tidak Kamu ingat. Tinjau catatan dan tulis pertanyaan tentang mereka. Tinjau catatan harian dan mingguan. Bahkan jika Kamu mengetahuinya dengan sempurna, pelajari lagi nanti. Kamu tidak bisa lebih belajar; Namun, bagaimana Kamu mengatur informasi lebih penting daripada berapa banyak waktu yang Kamu habiskan untuk belajar.

Perangkap # 8: Tapi saya suka belajar di tempat tidur.
Solusi: Konteks. Ingat lebih baik bila konteks studi (lokasi fisik, serta keadaan mental, emosional, dan fisik) serupa dengan konteks waktu ujian. Semakin besar kesamaan antara setting belajar dan setting tes, semakin besar kemungkinan anda melakukan recall pada saat uji.

Perangkap # 9: Menjejalkan sebelum tes membantu tetap segar di pikiran saya.
Solusi: Keluarkan. Mulai belajar sekarang. Terus belajar saat Kamu pergi bersama. Satu minggu sebelum ujian belajar setidaknya satu atau dua hari, maka naikkan waktu belajar sehari-hari saat ujian mendekati. Ingat meningkat karena peninjauan akan menyebar dari waktu ke waktu. Pengulangan berulang kali materi selama beberapa hari dan minggu mengembangkan jalur saraf ke informasi tersimpan di otak Kamu sehingga Kamu dapat menemukannya kembali saat Kamu membutuhkannya.

Perangkap # 10: Saya akan begadang semalaman sampai saya mendapatkan ini.
Solusi: Hindari kelelahan mental. Istirahat sejenak saat belajar. Sebelum ujian, pikirkanlah untuk beristirahat. Kurangnya tidur dan stres membuat tubuh Kamu menghasilkan bahan kimia yang benar-benar menghalangi pencarian informasi. Sebelum tidur malam sebelum ujian, jangan memikirkan akademisi. Tenang dan santai, mental dan fisik. Jaga dirimu sebelum ujian! Makan sehat, tidur, dan berolahraga cukup.

Sumber :

http://www.baylor.edu/support_programs/index.php?id=42441

Dalam belajar seringkali kita mendapatkan jebakan-jebakan yg membuat kita susah mengontrol belajar kita ,kadang-kadang kita serius belajar banyak sekali godaan seperti lingkungan dan kesehatan kita sendiri .Dalam proses belajar pasti tidak akan selalu berjalan dengan mulus.

Ini beberapa jebakan belajar antara lain:

  1. Mengontrol apa yang dapat membuat kita menunda pekerjaan maupu tugas kita. Buat daftar semua hal yang harus Anda lakukan agar kita selalu mengingat tugas tersebut. Pecahkan beban kerja Anda dan mencoba semngat untuk melakukan pekerjaan tersebut. Prioritaskan! Jadwalkan waktu Anda secara realistis. Jangan sampai anda menunda pekerjaan tugas anda, karena itu dapat menyebabkan semakin bertumpuknya tugas anda, dan al tersebut juga dapat membuat pekerjaan kita tidak cepat selesai dan akhirnya kita menjadi malas. Gunakan waktu untuk meninjau catatan apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Interupsi waktu belajar dengan rencana belajar istirahat. Mulailah belajar lebih awal, dengan satu atau dua jam per hari, itu dapat meringankan tugas anda.

  2. Berusaha agar tidak mudah puas dengan segala sesuatu yang kita kerjakan, dan agar kita selalu berusaha menyelesaikan suatu permasalahan dengan mencari sumber referensi sebnyak banyaknya. Upayakan juga mencari sumber sebnyaknya agar kita bisa mnjamin keakuratan dari persoalan yang telah kita pecahkan. Selain itu Identifikasi topik yang paling penting pada suatu permasalahan yang belum paham. Meninjau menghemat waktu, terutama dengan pembacaan non-fiksi, dengan membantu Anda mengatur dan fokus pada topik utama. Adaptasi metode ini dengan gaya dan bahan belajar Anda sendiri, tapi ingat, melihat pratinjau bukanlah pengganti yang efektif untuk membaca.

  3. Rumit. Kita mengingat hal terbaik yang paling berarti bagi kita. Saat kita membaca, cobalah untuk menguraikan sebuah informasi baru dengan menerapkan contoh kita sendiri. Cobalah juga untuk mengintegrasikan apa yangtelah kita pelajari dengan apa yang telah kita ketahui sebelumnya. Anda akan bisa mengingat materi baru dengan lebih baik jika Anda bisa menghubungkannya dengan sesuatu yang telah kita pahami sebelumnya.

    Beberapa teknik meliputi:

    Chunking​: Cara efektif untuk menyederhanakan dan membuat informasi lebih bermakna.
    Mnemoni​: Teknik pemberian bantuan apa pun yang membantu kita mengaitkan informasi baru dengan sesuatu yang familier.

  4. Jangan mudah puas sebelum kita membaca informasi yang akan kita baca. Cobalah untuk tetap membacanya agar informasi yang pernah kita baca benar benar akurat. Selain itu membaca kembali dapat membuat kita mudah mengingat lagi dengan informasi yang telah kita baca tersebut. Cobalah Uji sendiri. Buatlah pertanyaan tentang bagian-bagian kunci dalam catatan atau pembacaan. Ingatlah apa yang telah ditekankan profesor dalam kursus. Periksa hubungan antara konsep dan bagian.

  5. Mengatur. Informasi yang diingat lebih baik jika diwakili dalam kerja secara terorganisir yang akan membuat pengambilan informasi menjadi lebih sistematis. Ada banyak teknik yang dapat membantu Anda mengatur informasi baru, termasuk:

    • Menuliskan kembali apa yang kita baca menjadi sebuah ringkasan yang mudah kita pelajari. Dengan itu kita dapat lebih efisien dalam membaca, karena kita membaca materi bagian intinya saja.

    • Kelompokkan informasi ke dalam beberapa kategori. Dengan begitu kita akan mudah menegmbangkan materi yang telah dikelompokan. Hal tersebut juga sangat membantu kita dalam mengingat beberapa persoalan mengenai materi tersebut.

  6. Setelah kita membaca sebuah bagian dalam materi, cobalah mengingat bagian dari informasi tersebut. Setelah itu usahakan setelah membaca kita mencoba untuk menjawab seputar pertanyaan dari informasi tersebut. Apabila kita masih belom bisa menjawab permasalahn dari soal bab tersebut, berarti kemungkinan kita masih belom memahaminya, apabila demikian cobalah untuk membacanya berulang ulang karena dengan pengulangan tersebt membuat kita mejadi ingat dengan apa yang telah kita baca.

Kesimpulannya adalah, meskipun banyak kendala yang diperoleh saat kita akan belajar, cobalah untuk mengatur jadwal dan membuat kesadaran diri kita agar tidak mudah puas dengan sekali baca, karena rata rata sebagian orang yan membaca materi hanya sekalai, belum tentu merekan akan langsung paham dan mampu menjawab persoalan dari materi yang kita pelajari. Intinya kita harus berusaha untuk mengulang ulang dan membaca kembali setiap persoalan dalam materi yang kita pelajari.

Referensi:
http://msmary.edu/academics/learning-services/documents/Ten%20Traps%20of%20Studying.pdf