Apa saja tujuan dikeluarkannya kebijakan fiskal?

Apa saja tujuan dikeluarkannya kebijakan fiskal?

Apa saja garis besar tujuan dikeluarkannya kebijakan fiskal?

Terdapat berbagai tujuan dalam dikeluarkannya sebuah kebijakan fiskal, namun secara garis besar tujuan dari kebijakan fiskal antara lain adalah sebagai berikut:

  • Memperbaiki perekonomian secara umum, merupakan tujuan yang vital dari kebijakan fiskal. Hal ini sesuai dengan tujuan pembangunan yang dilakukan pemerintah.

  • Kebijakan fiskal digunakan agar keadaan ekonomi membaik. Dengan keadaan ekonomi yang baik diharapkan sektor usaha mengalami kemajuan dan kesempatan kerja akan meningkat.

  • Mengendalikan harga-harga dan untuk mengatasi masalah inflasi, pemerintah dapat menggunakan kebijakan fiskal (anggaran). Kebijakan ini digunakan untuk menstabilkan harga-harga secara umum yang naik saat inflasi.

  • Mendistribusikan dan memeratakan pendapatan di seluruh wilayah negara sehingga terciptalah keadilan sosial bagi seluruh warga negara

Sumber : http://www.markijar.com/2017/11/pengertian-kebijakan-fiskal-lengkap.html

Adapun tujuan dari kebijakan fiskal menurut John F. Due, yaitu:

  • Untuk meningkatkan produsi nasional (PDB) dan pertumbuhan ekonomi atau memperbaiki keadaan ekonomi.

  • Untuk memperluas lapangan kerja dan mengurangi pengangguran atau mengusahakan kesempatan kerja (mengurangi pengangguran), dan menjaga kestabilan harga-harga secara umum.

  • Untuk menstabilkan harga-harga secara umum, khususnya mengatasi inflasi.

Dengan kata lain, kebijakan fiskal mengusahakan peningkatan kemampuan pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan cara menyesuaikan penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Dari ketiga tujuan diatas, dua hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu tujuan mempertahankan kesempatan kerja penuh dari stabilitas harga.

Tujuan mempertahankan kesempatan kerja penuh ( full employment ) merupakan upaya untuk mencegah terjadinya pengangguran. Al-syaibani mendefenisikan kerja sebagai mencari perolehan harta melalui berbagai cara yang halal. Dalam ilmu ekonomi, aktifitas demikian termasuk dalam aktifitas produksi.

Kerja merupakan usaha untuk mengaktifkan roda perekonomian, termasuk proses produksi, konsumsi dan distribusi yang berimplikasi secara makro meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dengan demikian kerja memiliki peran yang sangat penting.

Tujuan kebijakan fiskal adalah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Hal ini dilakukan dengan jalannya memperkecil pengeluaran konsumsi pemerintah (G), jumlah transfer pemerintah (Tr), dan jumlah pajak (Tx) yang diterima pemerintah sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional (Y) dan tingkat kesempatan kerja (N).

Tujuan kebijakan fiskal adalah untuk mencegah pengangguran dan menstabilkan harga, implementasinya untuk menggerakkan pos penerimaan dan pengeluaran dalam anggran pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan semakin kompleknya struktur ekonomi perdagangan dan keungan. Maka semakin rumit pula cara penanggulangan infalsi. Kombinasi beragam harus digunakan secara tepat seperti kebijakan fiskal, kebijakan moneter, perdagangan dan penentuan harga.

Adapun kebijakan fiskal sebagai sarana menggalakan pembangunan ekonomi bermaksud mencapai tujuan sebagai berikut :

  • Untuk meningkatkan laju investasi

    Kebijakan fiskal bertujuan meningkatkan dan memacu laju investasi disektor swasta dan sektor Negara. Selain itu, kebijakan fiskal juga dapat dipergunakan untuk mendorong dan menghambat bentuk investasi tertuntu. Dalam rangka itu pemerintah harus menerapkan kebijaan investasi berencana di sektor publik, namun pada kenyataannya dibeberapa negara berkembang dan tertinggal terjadi suatu problem yaitu dimana langkanya tabungan sukarela, tingkat konsumsi yang tinggi dan terjadi investasi dijalur yang tidak produktif dari masyarakat dinegara tersebut. Hal ini disebabkan tidak tersedianya modal asing yang cukup, baik swasta maupun pemerintah. Oleh karena itu kebijakan fiskal memberikan solusi yaitu kebijakan fiskal dapat meningkatkan rasio tabungan inkremental yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan, memacu, mendorong dan menghambat laju investasi.

    Menurut Dr. R. N. Tripathy terdapat 6 metode yang diterapkan oleh pemerintah dalam rangka menaikkan rasio tabungan incremental bagi mobilisasi volume keuangan pembangunan yang diperlukan diantaranya;

    • Kontrol fisik langsung,
    • Peningkatan tarif pajak yang ada,
    • Penerapan pajak baru,
    • Surplus dari perusahaan negara,
    • Pinjaman pemerintah yang tidak bersifat inflationer
    • Keuangan deficit.
  • Untuk mendorong investasi optimal secara sosial

    Kebijakan fiskal bertujuan untuk mendorong investasi optimal secara sosial, dikarenakan investasi jenis ini memerlukan dana yang besar dan cepat yang menjadi tangunggan negara secara serentak berupaya memacu laju pembentukkan modal. Nantinya invesati optimal secara sosial bermanfaat dalam pembentukkan pasar yang lebih luas, peningkatan produktivitas dan pengurangan biaya produksi.

  • Untuk meningkatkan kesempatan kerja

    Untuk merealisasikan tujuan ini, kebijakan fiskal berperan dalam hal pengelolan pengeluaran seperti dengan membentuk anggaran belanja untuk mendirikan perusahaan negara dan mendorong perusahaan swasta melalui pemberian subsidi, keringanan dan lain-lainnya sehingga dari pengupayaan langkah ini tercipta tambahan lapangan pekerjaan. Namun, langkah ini harus juga diiringi dengan pelaksanaan program pengendalian jumlah penduduk.

  • Untuk meningkatkan stabilitas ekonomi ditengah ketidakstabilan internasional

    Kebijaksanaan fiskal memegang peranan kunci dalam mempertahankan stabilitas ekonomi menghadapi kekuatan-kekuatan internal dan eksternal. Dalam rangka mengurangi dampak internasional fluktuasi siklis pada masa boom, harus diterapkan pajak ekspor dan impor. Pajak ekspor dapat menyedot rejeki nomplok yang timbul dari kenaikkan harga pasar. Sedangkan bea impor yang tinggi pada impor barang konsumsi dan barang mewah juga perlu untuk menghambat penggunaan daya beli tambahan.

  • Untuk menanggulangi inflasi

    Kebijakan fiskal bertujuan untuk menanggulangi inflasi salah satunya adalah dengan cara penetapan pajak langsung progresif yang dilengkapi dengan pajak komoditi, karena pajak seperti ini cendrung menyedot sebagian besar tambahan pendapatan uang yang tercipta dalam proses inflasi.

  • Untuk meningkatkan dan mendistribusikan pendapatan nasional

    Kebijakan fiskal yang bertujuan untuk mendistribusikan pendapatan nasional terdiri dari upaya meningkatkan pendapatan nyata masyarakat dan mengurangi tingkat pendapatan yang lebih tinggi, upaya ini dapat tercipta apabila adanya investasi dari pemerintah seperti pelancaran program pembangunan regional yang berimbang pada berbagai sektor perekonomian.

Tujuan-tujuan khusus dari kebijakan fiskal tersebut antara lain:

  • Koreksi atas ketidakseimbangan sementara,
  • Stimulasi terhadap pertumbuhan ekonomi, dan
  • Redistribusi pendapatan.

Dengan berbagai tujuan khusus tersebut, maka secara bersamaan terdapat kebijakan fiskal jangka pendak atau stabilisasi, dan kebijakan diskal jangka panjang. Terdapat tiga aktivitas utama dari otoritas fiskal yang mencerminkan fungsi spesifik dari kebijakan fiskal yaitu fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi.

  • Alokasi
    Pemerintah melakukan intervensi terhadap perekonomian dalam mengalokasian sumber daya ekonominya. Intervensi pemerintah ini dapat dilakukan denfan secara langsung membeli barang-barang seperti pertahan dan pendidikan, dan secara tidak langsung melalui berbagai pajak dan subsidi-subsidi, yang mendorong berbagai aktivitas atau menghambat aktivitas-aktivitas lainnya.

  • Distribusi
    Berkaitan dengan bagaimana barang-barang yang diproduksi oleh masyarakat didistribusikan diantara angota-anggotanya, berkaitan dengan isu-isu seperti pemerataan, dan trade-offs antara pemrataan dan efisiensi. Tujuan utama dari fungsi stabilisasi adalah memelihara tingkat tingkat pendapatan nasional actual mendekati potensial.

  • Stabilisasi
    Tanggung jawabnya adalah menjamin perekonomian tetap pada kesempatan kerja penuh (full employment) dengan harga yang stabil.

Sedangkang tujuan kebijakan fiskal yang umum, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan
  • Menciptakan stabilitas perekonomian
  • Menciptakan keadilan dalam distribusi pendapatan
  • Menciptakan lapangan pekerjaan