Apa saja tempat wisata Pakpak Bharat yang punya pemandangan indah?

Pakpak Bharat adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang berdiri pada tahun 2003. Kabupaten ini merupakan kabupaten agraris, karena perekonomiannya terfokus pada pertanian. Lokasinya cakup strategis, dikelilingi oleh beberapa kabupaten. Di bagian Utara, Pakpak Bharat berbatasan dengan Kabupaten Dairi, yaitu kabupaten induk sebelum pemekaran. Walaupun demikian, keindahan alam tempat wisata Pakpak Bharat tersebut tetap menarik perhatian banyak orang untuk berkunjung. Apa saja tempat wisata Pakpak Bharat yang punya pemandangan indah ini?

Tempat wisata Pakpak Bharat yang punya pemandangan indah:

  1. Lae Simbilulu
    Lae basaha asli Pakpak ini jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti “Air”. Lae Simbilulu merupakan destinasi wisata air terjun (bahasa Pakpak: sampuren) yang sangat populer di Pakpak Bharat, karena saat berada di sana, kita dapat melihat dua air terjun sekaligus. Tempat wisata Pakpak Barat yang menawarkan keindahan alam ini ada di Desa Prongil Julu, Kecamatan Tinada. Wisatawan tidak akan rugi berada di sana. Bahkan alam sering menyambut dengan hangat, sehingga wisatawan dapat melihat langsung pelangi di genangan Lae Simbilulu.

  2. Lae Une
    Beberapa orang mungkin merasa Lae Une adalah air terjun yang paling populer di Pakpak Bharat. Buktinya, jika kita bertemu dengan orang-orang dari luar Pakpak Bharat, misalnya Dairi, kemungkinan mereka mengenal Lae Une tampaknya lebih besar dibanding Simbilulu. Air terjun ini berada di Kecupak, desa yang terletak sekitar 7 km dari Salak. Lae Une cukup sering menjadi pilihan tempat piknik keluarga saat akhir pekan. Mungkin hal ini disebabkan karena akses jalan yang lebih mudah ditempuh dibanding destinasi alam lain di Pakpak Bharat. Tempat wisata Pakpak Bharat ini ternyata masih gratis lho!

  3. Lae Singgabit
    Tempat wisata Pakpak Bharat alam ini memang sudah ada sejak dulu, namun tampaknya baru hits di akhir tahun 2016. Lokasinya berada di antara Dusun Rahib dan Dusun Keleng, Desa Mahala, Kecamatan Tinada. Akses menuju destinasi wisata yang satu ini memang terbilang sulit, karena harus ditempuh dengan berjalan kaki selama 60-70 menit. Namun bagi pecinta alam dan orang-orang yang memiliki jiwa petualang, hal tersebut tidak akan menjadi masalah. Bagaimanapun juga, kelelahan akan terbayar dengan keindahan destinasi alam yang dituju.

  4. Lae Sipitu-pitu
    Lae Sipitu-pitu atau lebih sering disebut Sampuren Sipitu-pitu terletak di Dusun Lebbuh Neur, Desa Kuta Jungak, Kecamatan Siempat Rube. Sama seperti Lae Singgabit, tempat wisata Pakpak Bharat ini tampaknya baru hits di akhir tahun 2016. Mungkin alasannya juga cukup klasik, akses yang sulit ditempuh. Wisatawan harus memakirkan kendaraan di Desa Kuta Jungak, lalu berjalan sekitar 40-60 menit untuk mencapai Sipitu-pitu. Tapi kembali pada alasan di atas, untuk pecinta alam dan para petualang, waktu tempuh bukan menjadi masalah besar. Air terjun ini memang unik, karena merupakan air terjun yang terdiri dari tujuh tingkatan, seperti tangga. Itu sebabnya destinasi alam ini disebut Sipitu-pitu, karena pitu adalah bahasa Pakpak yang berarti ”tujuh”.

  5. Delleng Simpon
    Delleng berasal dari bahasa Pakpak yang berarti “bukit”. Semua orang yang tinggal di Pakpak Bharat mungkin tahu Delleng Simpon, meskipun belum pernah ke sana. Tempat wisata Pakpak Bharat ini sangat populer. Lokasi Delleng Simpon berada di Desa Rumerah, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Humbang Hasundutan. Bukit ini memiliki ketinggian 1325 meter di atas permukaan laut.

Sumber: