Apa saja sumber-sumber hukum dalam hukum Islam ?

Hukum Islam

Hukum Islam (Syari’at Islam) menurut ulama ushul ialah doktrin (kitab) syari’ yang bersangkutan dengan perbuatan orang-orang mukallaf yang bersangkutan dengan perbuatan orang-orang mukallaf secara perintah atau diperintahkan memilih atau berupa ketetapan (taqrir).

Apa saja sumber-sumber hukum dalam hukum Islam ?

Para pakar hukum Islam berpendapat bahwa sumber-sumber hukum Islam ada empat, yaitu: Al-Qur’an, Sunah (Hadis), Ijma’, Qiyas. Keempat sumber hukum tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Al-Qur’an

Al-Qur’an ialah kalam Allah swt.yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui malaikat Jibril, sebagai mukjizat dan sumber hukum sertasebagai pedoman hidup bagi pemeluk Islam, membacanya sebagai ibadah kepada Allah.

Dari keterangan tersebut di atas, maka firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa as.dan Nabi Isa as. serta nabi-nabi yang lain tidak dinamakan Al-Qur’an. Dengan demikian, firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw.melalui ilham ataupun mimpi seperti hadis Qudsi,maka tidak pula dinamakan Al-Qur’an, dan membacanyapun belum tentu bernilai ibadah.

Al-Qur’an mempunyai nama-nama lain seperti: Al-Kitab, Kitabullah, Al-Furqan artinya yang membedakan antara yang haq dan yang batil, dan Az-Zikru artinyaperingatan. Dan masih banyak lagi nama-nama Al-Qur’an.

2. Hadist (Sunah)

Sunah menurut bahasa artinya perjalanan, pekerjaan atau cara.Sedangkan sunah menurut istilah syara’ ialah perkataan Nabi Muhammad saw., perbuatannya, dan keterangannya yaitu sesuatu yang dikatakan atau diperbuat oleh sahabat dan ditetapkan oleh nabi, serta nabi tidak menegurnya. Hal ini sebagai bukti bahwa perbuatan tersebut hukumnya tidak dilarang.

Khabar atau sunah pada umumnya dapat dikategorisasikan menjadi tiga yaitu:

  • Khabar yang pasti kebenarannya, seperti apa yang datang dari Allah, rasul-Nya dan khabar yang diriwayatkan dengan jalan mutawatir.
  • Khabar yang pasti salahnya, yaitu pemberitaan tentang hal-hal yang tidak mungkin dibenarkan oleh akal, seperti khabar yang menyatakan antara hidup dan mati dapat berkumpul. Atau khabar yang bertentangan dengan ketentuan syariat, seperti mengakui menjadi rasul, akan tetapi tidak disertai dengan mukjizat.
  • Khabar yang tidak dapat dipastikan benar atau bohongnya seperti khabar-khabar yang samar, karena kadang-kadang tidak dapat ditentukan mana yang kuat, benarnya atau bohongnya. Atau kadang-kadang kuat benarnya, tetapi tidak pasti (qath’i), seperti pemberitaan orang yang adil. Dan kadang-kadang juga kuat bohongnya, tetapi tidak dapat dipastikan, seperti pemberitaan orang fasiq.

3. Ijma’

Ijma’ menurut bahasa, artinyasepakat, setuju atau sependapat. Sedang menurut istilah ialah:

“Kebulatan pendapat semua ahli ijtihad umat Muham-mad, sesudah wafatnya pada suatu masa, tentang suatu perkara (hukum).”

Ijma’ umat itu dapat dibagi menjadi dua yaitu:

  • Ijma’ Qauli
    Ijma’ qauli (ucapan); yaitu ijma’ di mana para ulama yang ahli ijtihad ijtihad menetapkan pendapatnya baik dengan lisan maupun tulisan yang menerangkan persetujuannya atas pendapat mujtahid lain di masanya. Ijma’ ini juga disebut dengan ijma’ qath’i.

  • Ijma’ Sukuti
    Ijma’ sukuti (diam); ialah diamnya para mujtahid terhadap suatu persoalan, mereka tidak mengeluarkan pendapatnya atas mujtahid lain, dan diamnya itu bukan karena takut atau malu.Ijma’ ini disebut juga ijma’ dzanni.

4. Qiyas

Qiyas menurut bahasa artinya, mengukur sesuatu dengan lainnya dan mempersamakannya.Menurut istilah, qiyas ialah menetapkan sesuatu perbuatan yang belum ada ketentuan hukumnya, berdasarkan suatu hukum yang sudah ditentukan oleh nas, disebabkan adanya persamaan di antara keduanya.

Sumber hukum islam:

Al-Quran

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman. Selain sebagai sumber ajaran Islam, Al Quran disebut juga sebagai sumber pertama atau asas pertama syarak.

Al Qur’an merupakan kitab suci terakhir yang turun dari serangkaian kitab suci lainnya yang pernah diturunkan ke dunia. Dalam upaya memahami isi Al Qur’an dari waktu ke waktu telah berkembang tafsiran tentang isi-isi Al Qur’an namun tidak ada yang saling bertentangan.

Al-Hadis

Hadis terbagi dalam beberapa derajat keasliannya, di antaranya adalah:

  • Sahih
  • Hasan
  • Daif (lemah)
  • Maudu’ (palsu)

Hadis yang dijadikan acuan hukum hanya hadis dengan derajat sahih dan hasan, kemudian hadis daif menurut kesepakatan Ulama salaf (generasi terdahulu) selama digunakan untuk memacu gairah beramal (fadilah amal) masih diperbolehkan untuk digunakan oleh umat Islam. Adapun hadis dengan derajat maudu dan derajat hadis yang di bawahnya wajib ditinggalkan, namun tetap perlu dipelajari dalam ranah ilmu pengetahuan.

Perbedaan

al-Quran dan al-Hadis adalah al-Quran, merupakan kitab suci yang berisikan kebenaran, hukum hukum dan firman Allah, yang kemudian dibukukan menjadi satu bundel, untuk seluruh umat manusia. Sedangkan al-hadis, merupakan kumpulan yang khusus memuat sumber hukum Islam setelah al Quran berisikan aturan pelaksanaan, tata cara ibadah, Akhlak, ucapan yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad saw.

Walaupun ada beberapa perbedaan ulama ahli fikih dan ahli hadis dalam memahami makna di dalam kedua sumber hukum tersebut tetapi semua merupakan upaya dalam mencari kebenaran demi kemaslahatan ummat, namun hanya para ulama mazhab (ahli fiqih) dengan derajat keilmuan tinggi dan dipercaya ummat yang bisa memahaminya dan semua ini atas kehendak Allah.

Ijtihad

Ijtihad adalah sebuah usaha para ulama, untuk menetapkan sesuatu putusan hukum Islam, berdasarkan al Quran dan al Hadis. Ijtihad dilakukan setelah Nabi Muhammad wafat sehingga tidak bisa langsung menanyakan pada dia tentang sesuatu hukum maupun perihal peribadatan. Namun, ada pula hal-hal ibadah tidak bisa di ijtihadkan. Beberapa macam ijtihad, antara lain :

  • Ijma’, kesepakatan para ulama
  • Qiyas, diumpamakan dengan suatu hal yang mirip dan sudah jelas hukumnya
  • Maslahah Mursalah, untuk kemaslahatan umat
  • 'Urf, kebiasaan