Apa saja penyebab rasa malas dalam diri ?

Hasil studi terbaru dari French National Institute of Health and Medical Research menunjukkan bahwa kemalasan ternyata bisa menular.

Apakah Anda punya teman atau rekan kerja yang malas? Bila ya, Anda harus berhati-hati untuk tidak terlalu dekat dengan mereka. Sebab, penelitian baru saja menemukan bahwa kemalasan ternyata bisa menular.

Di samping rasa malas, para psikolog dari French National Institute of Health and Medical Research juga menemukan bahwa ketidaksabaran dan sikap skeptis juga bisa disebarkan dari satu orang ke orang lainnya.

Untuk memeriksa hal ini, kedua peneliti yaitu Marie Devaine and Jean Daunizeau meminta 56 partisipan untuk menyelesaikan beberapa tugas yang menguji ketiga sifat tersebut.

Dalam tugas pertama, partisipan diminta menggenggam sebuah alat untuk mendapatkan hadiah. Di sini partisipan dinilai berdasarkan usaha mereka menggenggam alat tersebut. Semakin kuat mereka menggenggam, semakin besar pula hadiahnya.

Pada tugas kedua, partisipan diminta untuk memilih antara hadiah kecil setiap tiga hari atau hadiah besar setelah setahun menunggu.

Terakhir, partisipan boleh memilih antara hadiah kecil yang kemungkinan menangnya 90 persen atau hadiah besar yang kemungkinan menangnya hanya 10 persen.

Ketiga tugas ini diulang beberapa kali dan sebelum dikerjakan, para peneliti memberitahu mereka hasil dari partisipan sebelumnya.

Diungkapkan dalam jurnal PLOS Computational Biology, para peneliti menemukan bahwa manusia belajar untuk malas, tidak sabar, dan skeptis dari orang lain, walaupun hanya 19 persen dari partisipan yang menyadarinya.

“Kita telah menunjukkan bahwa sikap seseorang terhadap usaha, keterlambatan, dan resiko mengikuti orang lain,” tulis para peneliti.


Apakah ada penyebab-penyebab lainnya ?

Malas menjadi penyakit yang sangat menular, bayangkan jika di satu tempat kerja atau kelompok belajar kita menemukan beberapa teman yang kerjaanya hanya bermalas-malasan dan sering menunda pekerjaannya. Secara psikologi orang malas dapat mempengaruhi temannya yang berusaha untuk rajin dalam melakukan tanggung jawabnya.

Saya sendiri pernah mengalami hal demikian, di tempat kerja maupun ketika menempuh kuliah, dan sifat mereka yang seperti itu membuat saya tidak nyaman dan akhirnya tidak bisa berteman lama bersama mereka. Saya memilih pergaulan baru daripada tetap berhubungan dengan teman lama tadi.

Penyebab malas menurut saya dapat terjadi karena banyak hal, saya ambil beberapa contoh saja, penyebab malas yang memang sudah bawaan diri sendiri misanya, dalam satu kelompok belajar, ketika teman yang lain sedang mengerjakan tugas, ada salah satu anggota kelompok yang kerjaanya tidur2an saja, ketika ditanya kenapa tidak mengerjakan, dia beralasan tidak bisa mengerjakan tugas tersebut, dan lebih memilih menunggu tugas temannya selesai, baru dia mencontoh tugas temannya tadi. dia tidak berusaha untuk mencari tau kenapa dia tidak bisa, tetapi lebih memilih untuk menungu hasil instan dari teman2nya. ini sangat berbahaya menurut saya.

Ada juga yang malas karena tugas atau pekerjaan yang diserahkan kepadanya tidak jelas, dan dia tidak berusaha untuk mencari tau kejelasan dari tugas tersebut, lalu dia hanya mengerjakan seadanya lalu diberikan kepada guru, dosen atau atasannya saja. ini juga sangat berbahaya, jadi tidak ada tanggung jawab lebih untuk melakukan hal yang dibebankan kepada dirinya.

Mungkin penyebab malas yang lain adalah karena ada bakat untuk malas. Sehingga jika di antisipasi dengan berbagai macam cara pun akan tetap bisa bermalas-malasan