Apa saja Penyebab Keringat Dingin?

Keringat adalah cara tubuh menjaga temperaturnya. Namun, hal ini ternyata juga bisa menjadi gejala kondisi medis lainnya. Apa saja Penyebab Keringat Dingin?

Berikut beberapa kondisi yang menjadi penyebab keringat dingin terjadi pada tubuhmu:

  1. Infeksi
    Keringat dingin dapat menjadi tanda bahwa tubuh sedang menyiapkan diri untuk menyerang sesuatu. Oleh karena itu, kondisi tersebut dapat disebabkan oleh serangan bakteri atau virus sebagai sumber infeksi pada tubuh.

Bila keringat dingin juga disertai dengan demam tinggi, denyut nadi yang terlalu cepat, kondisi menggigil hingga kehilangan kesadaran. Segeralah periksakan diri ke dokter karena itu bisa jadi tanda bahwa kamu memerlukan bantuan yang tepat dari dokter.

  1. Kondisi Syok atau Sakit Akibat Luka
    Keringat dingin dapat terjadi sebagai respon tubuh akibat luka parah, benturan, atau kondisi lingkungan yang esktrim. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan oksigen atau aliran darah ke organ-organ tubuh tidak tercukupi.

Gejala lain seperti napas cepat, pusing, kulit pucat, dan denyut nadi yang terlalu kencang juga dapat terjadi pada kondisi ini. Kondisi syok dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pada organ.

  1. Cemas atau Stres
    Tak hanya menjadi respon tubuh akan kurangnya oksigen atau infeksi, keringat dingin juga dapat dipicu oleh rasa cemas dan takut. Kulit yang menjadi dingin dan lembap diikuti dengan keluarnya keringat adalah sebab kondisi tersebut terjadi.

Penyebab ini dapat disebut sebagai alasan terumum keringat dingin. Rasa takut dan cemas ini bisa diakibatkan oleh tekanan atau stres dari lingkungan hingga mimpi buruk. Oleh karena itu, beberapa orang mengalami keringat dingin saat tidur.

Stres pun turut menyebabkan penyaluran oksigen dalam tubuh terganggu, yang juga termasuk pemicu keringat dingin. Selain keringat dingin, penderita stres juga dapat mengalami ketegangan otot hingga muntah-muntah.

Kondisi yang dibiarkan berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius. Oleh karena itu, bila kamu mengalami stres kronis, segera coba mencari cara menghilangkannya dan periksakan diri ke dokter agar dapat ditangani sedini mungkin.

  1. Menopause
    Perubahan keseimbangan hormon progesteron dan estrogen dapat menyebabkan keringat dingin. Kondisi ini biasa terjadi saat menopause atau saat di mana wanita tidak haid lagi karena usia.

Gejala menopause lain yang dapat dialami adalah sulit tidur, penambahan berat badan, dan kurang lagi bergairah saat berhubungan intim.

  1. Rendahnya Gula Darah
    Saat gula darahmu turun di bawah batas normal, gejala seperti keringat dingin, lapar, hingga perasaan seperti melayang bisa saja menimpamu.

Sama seperti sebab lain, penurunan gula darah (hipoglikemia) dapat terjadi akibat gangguan pengaturan kadar gula darah dalam tubuh. Kondisi ini biasa terjadi pada penderita diabetes. Bila kamu mengalaminya, disarankan mengonsumsi makanan atau minuman manis seperti jus buah.

Perbanyak juga makan karbohidrat seperti roti, sereal atau nasi. Dan kunjungi dokter apabila setelah 10-20 menit kemudian, kondisi tidak juga membaik.

  1. Serangan Jantung
    Keringat berlebih yang sebabnya tidak dapat dijelaskan hingga keringat dingin dapat menjadi tanda serangan jantung. Bila kondisi terjadi bersama dengan nyeri dada seperti ditiban atau diremas, nyeri yang menjalar ke leher, rahang, atau punggung, kesulitan bernapas, pusing, serta dada terasa diremas, segeralah pergi ke rumah sakit.

  2. Vertigo
    Keluarnya keringat dingin memang bisa dibedakan dengan keringat biasa. Keringat dingin bukanlah keringat yang dihasilkan karena temperatur tinggi atau latihan yang berat. Salah satu kondisi yang dapat memicu munculnya keringat dingin adalah vertigo.

Vertigo merupakan gejala di mana kamu merasakan sensasi hilang keseimbangan atau merasakan pandangan di sekelilingmu berputar-putar.

  1. Migrain
    Berbeda dengan vertigo, migrain merupakan jenis sakit kepala yang berdenyut-denyut dan umumnya terjadi pada satu sisi kepala saja. Keringat dingin dapat muncul sebagai respon tubuh dalam menahan rasa sakit yang terjadi akibat migrain.

Untuk menangani keringat dingin karena migrain, cobalah terapkan cara berikut ini:

Berbaringlah di kamar yang tenang dan sedikit redup.
Pijat perlahan pelipis dan area kepala yang terasa berdenyut.
Letakkan kain dingin di dahi atau belakang leher untuk membantu meredakan nyeri.
Agar migrain yang kamu alami tidak semakin parah, cobalah mengunjungi dokter jika kamu telah mengalami gejala berikut:

Pandangan terasa kabur dan tidak jelas.
Pusing seperti melayang.
Mengalami kebingungan.
Sakit kepala karena sensitif terhadap suara atau cahaya.
Merasa mendengar suara tertentu.
Mengalami kesulitan berbicara.
Mengalami kelemahan di satu sisi tubuh.

  1. Hipoksia
    juga kekurangan oksigen. Tubuh membutuhkan oksigen agar sel-sel di dalamnya dapat bekerja dengan optimal, saat kekurangan oksigen otak dapat mengalami hipoksia serebral dengan salah satu gejala berupa keringat dingin.

Selain gejala keringat dingin, hipoksia serebral juga ditandai dengan ciri berikut ini:

  • Kesulitan saat berjalan atau mengendalikan gerakan oleh tubuh.
  • Kesulitan untuk fokus.
  • Kesulitan bernapas.
  • Pada kondisi berat, dapat diikuti dengan gejala seperti kejang-kejang hingga terjadinya koma.