Apa Saja Penyebab Infeksi Paru-paru?

Penyebab infeksi paru-paru bisa berupa bakteri, virus, hingga jamur. Penyakit ini menyerang seseorang ketika ia terpapar kuman yang masuk ke dalam paru-paru dan saat daya tahan tubuh sedang lemah. Apa Saja Penyebab Infeksi Paru-paru?

Penyakit infeksi paru-paru umumnya disebabkan oleh bakteri yang disebut Streptococcus pneumoniae. Selain itu, Haemophilus influenzae dan Staphylococcus aureus juga dapat menyebabkan pneumonia.

Jika infeksi disebabkan bakteri, penyakit ini akan disebut pneumonia bakteri. Selain pneumonia bakteri, berdasarkan penyebabnya, penyakit ini dapat dikenal sebagai:

Pneumonia virus
Infeksi paru-paru ini disebabkan oleh komplikasi virus flu dan pilek. Virus yang menyerang paru-paru dapat menyebabkan terhambatnya jalur oksigen. Karena terjadinya pembengkakan pada paru-paru.

Umumnya kondisi ini dapat sembuh dalam beberapa minggu, namun pada kasus tertentu, pneumonia virus juga dapat mengancam nyawa. Adapun gejala yang dapat muncul seperti, batuk dengan lendir hijau atau kuning, menggigil, lemas, kelelahan, berkeringat, dan bibir membiru.

Pneumonia aspirasi
Merupakan komplikasi dari aspirasi paru yang ditandai dengan masuknya asam lambung, benda asing, atau benda berbahaya lain seperti asap atau zat kimia ke dalam paru-paru bersama dengan bakteri berbahaya.

Gejala yang dapat muncul antara lain, napas pendek, nyeri di bagian dada, penderita mudah merasa lemas, batuk berdahak hijau yang berbau tidak sedap atau disertai darah, kulit membiru, keringat berlebih, atau napas bau.

Pneumonia jamur
Infeksi yang disebabkan jamur lebih jarang terjadi. Kondisi ini umumnya akan menyerang mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Adapun jamur yang dapat menyebabkan pneumonia antara lain, Histoplasma, Cryptococcus, dan Coccidioides.

Adapun gejala yang muncul antara lain seperti, menggigil, demam, dan kelelahan.

Hospital-Aquired Pneumonia (HAP)
Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang dirawat atau menginap di rumah sakit. Mereka yang menjalani perawatan intensif dan menggunakan mesin pernapasan memiliki risiko tinggi terkena pneumonia terkait ventilator.

Gejala yang dapat muncul seperti, batuk dengan lendir kehijauan, hilangnya nafsu makan, demam, menggigil, sesak napas, mual, muntah, nyeri dada seperti tertusuk, dan menurunnya tekanan darah.