Apa saja penyebab gigi retak?

11

Gigi retak ini memang bisa saja terjadi dan menimpa siapa saja. Beberapa penyebab terjadi keretakan pada gigi adalah kebiasaan menggertakkan gigi, mengunyah makanan yang keras seperti es, kacang dan lainnya atau juga karena terjadinya benturan pada mulut. Apa saja penyebab gigi retak?

Keretakan pada gigi sendiri harus segera diatasi bila tak ingin gigi jadi lebih rusak dan berlubang. Masalahnya, acapkali keretakan pada gigi ini sulit dideteksi dan didiagnosis baik itu oleh pasien bahkan oleh dokter sekaligus.

Untuk mendiagnosis gigi retak dokter gigi biasanya akan melakukan pemeriksaan gigi dan mulut secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan umumnya retakan pada gigi ini cukup halus yang membuat sulit terlihat secara klinis. Tahapan awal untuk mendiagnosis gigi retak biasanya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien seperti apakah pasien kesulitan menggigit sesuatu dan apakah pasien merasakan sakit? Dari pertanyaan dan jawaban yang diperoleh, dokter kemudian akan mencari keretakan pada gigi pasien.

Jika pemeriksaan awal tidak memperlihatkan retakan gigi akan dilanjutkan oleh dokter dengan metode 3D Cone Beam Computed Tomography (CBCT). Dengan metode 3D CBCT ini maka akan dihasilkan pencitraan yang lebih tajam dan lebih detail. Bahkan hasil imaging atau gambar dari 3D CBCT ini akan terlihat per potong atau slice by slice.
Penanganan gigi retak bergantung pada keretakan atau kerusakan gigi. Bila gigi retak tidak sampai ke ruang pulpa, maka hal ini cukup dilakukan pembuatan mahkota tiruan (crown).

Tapi bila gigi retak ini parah maka harus dilakukan perawatan pada saluran akar dengan pemasangan crown dan penggunaan bahan Mineral Trioxide Aggregate (MTA). Kasus lebih parah lagi bisa terjadi jika retakan membuat gigi terbelah atau retakan yang telah mencapai akar. Untuk solusi kasus terakhir ini maka mau tak mau harus dilakukan pencabutan gigi. Setelah gigi dicabut maka akan digunakan implant atau gigi tiruan.