Apa saja pengaruh Kurang Kalori Protein (KKP) pada organ tubuh manusia?

Protein merupakan kumpulan dari beberapa asam amino. Asam amino itu sendiri mengandung unsur karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan belerang.

Pengaruh Kurang Kalori Protein (KKP) terhadap Organ Tubuh Manusia


Kurang Kalori Protein (KKP) terjadi saat kebutuhan tubuh akan kalori, protein, atau keudanya tidak tercukupi oleh diet. Kedua defisiensi ini tidak jarang berjalan bersisian meskipun salah satu lebih dominan daripada yang lain.

Kurang energi protein dikelompokkan menadi KKP primer dan sekunder. Ketiadaan pangan melatarbelakangi KKP primer yang mengakibatkan berkurangnya asupan sehingga menimbulkangangguan serapan dan utilisasi pangan. Sedangkan penignkatan kebutuhan (dan atau kehilangan) akan zat gizi dikategorikan sebagai KKP sekunder. Keparahan KKP berkisar dari hanya penyusutan berat badan, atau terlambat tumbuh, sampai ke sindrom klinis yang nyata dan tidak jarag berkaitan dengan defisiensi vitamin, serta mineral. Berikut ini adalah beberapa dampak yang ditimbulkan KKP terhadap organi tubuh manusia.

  1. Saluran pencernaan
    malnutrisi berat dapat menurunkan sekresi asam dan melambatkan gerak lambung. Mukosa usus halus mengalami atrofi. Vili pada mukosa usus lenyap, permukaannya berubah menjadi datar dan diinfiltrasi oleh sel-sel limfosit. Pembaruan sel-sel epitel, indeks mitosis, kegiatan disakarida berkurang. Pada hewan percobaan, kemampuan untuk mempertahankan kandungan normal mucin dalam mukosa terganggu dan laju penyerapan asam amino serta lemak berkurang.

  2. Pankreas
    Malntrisi menyebabkan atrofi dan fibrosis sel-sel asinar yang akan menganggu fungsi pankreas sebagai kelenjar eksokrin. Gangguan fungsi pankreas bersama dengan intoleransi disakarida dan menimbulkan sindrom malabsorpsi yang selanjutnya disebut diare.

  3. Hati
    Malnutrisi pada hati bergantung pada lama serta jenis zat gizi yang berkurang. Glikogen pada penderita marasmus cepat sekali terkuras sehingga zat lemak kemudian tertumpuk dalam sel-sel hati. Manakala kelaparan terus berlanjut maka hati mengerut sementara kandungan lemak menyusut dan protein habis meskipun jumlah hepatosist relatif idak berubah.

  4. Ginjal
    Walaupun fungsi normal ginjal masih dapat dipertahankan, glomerular filtration rate (GFR) dan renal plasma flow (RPF) telah terbukti menurun. Penelitian di Minnesota membuktikan bahwa keadaan semikelaparan dapat mengakibatkan poliuri dan nokturia. Gangguan kemampuan untuk pemekatan urin diperkirakan sebagai akibat dari penurunan jumlah urea dalam medula yang disertai penyusutan medullary osmolar gradient.

Gejala Malnutrisi Energi Protein


Sejumlah gejala yang bisa menandakan terjadinya malnutrisi energi protein pada seseorang adalah:

  • Badan terlihat lemah dan lelah.
  • Diare.
  • Suhu tubuh menjadi lebih rendah.
  • Kulit kering.
  • Kerontokan rambut.
  • Mudah kesal.
  • Perubahan sikap, misalnya gelisah, apatis, atau kurang perhatian.
  • Pernapasan menjadi lebih lambat.
  • Kaki dan tangan menjadi kaku atau kesemutan.
Referensi

http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/25779/1/SYAMSUDDIN.pdf
https://www.alodokter.com/malnutrisi-energi-protein