Apa saja pendekatan pada psikologi eksperimen?

psikologi eksperimen

Psikologi eksperimen dapat diartikan sebagai sebuah ilmu yang mempelajari tentang penelitian eksperimen. Penelitian yang dimaksud adalah penelitian yang lebih difokuskan pada kasus penelitian yang berhubungan dengan psikologis seseorang, psikologi eksperimen adalah salah satu dari beberapa metode penelitian ilmiah.

Apa saja pendekatan pada psikologi eksperimen ?

Ada beberapa contoh penelitian yang didasari pada rancangan yang digunakan untuk memperoleh data. Misalnya, penelitian korelasional, penelitian kausal-komparatif, eksperimen, dan penelitian tindakan atau yang biasa disebut actional research. Berikut merupakan penjelasan secara lebih detail mengenai pendekatan dari psikologi eksperimen.

  1. Penelitian Korelasional (Correlational Research)

Contoh dari penelitian korelasional adalah sebuah penelitian yang digunakan untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berhubungan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain. Pendeteksian ini dilihat berdasarkan pada koefisien korelasi. Kemudian, contoh dari penelitian korelasional yang umum diterapkan adalah sebagai berikut:

  • Contoh pertama adalah tentang studi atau penelitian yang mempelajari hubungan antara nilai ujian tengah semester pada ujian sekolah dengan hasil akhir raport pada pelajar di suatu sekolah tertentu.
  • Contoh selanjutnya adalah mengenai studi atau penelitian mengenai analisis faktor hubungan antara tingkat pengetahuan, pendidikan, dan status sosial dengan pemilihan jenis pakaian di desa tertinggal.
  1. Penelitian kausal-Komparatif (Causal-Comparative research)

Salah satu tujuan dari penelitian yang menggunakan metode kausal komparatif adalah untuk mengetahui dan menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pengamatan terhadap efek yang ada, kemudian kembali menemukan aspek yang diduga sebagai penyebab melalui data tertentu.

Penelitian kausal komparatif bersifat ex post facto, yang artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan telah berlangsung (lewat). Peneliti akan menguji satu atau lebih akibat sebagai “variabel dependent” dengan menjelajahi kembali ke masa lalu untuk menemukan sebab-sebab, keterkaitan hubungan dan maknanya.

  1. Penelitian Eksperimental Sungguhan (True Experimental research)

Tujuan dari penelitian yang menggunakan metode eksprimental sungguhan adalah untuk mengatahui sebesar apa kemungkinan saling berhubungan sebab akibat dengan cara mengenakan. Hal ini ditujukan kepada salah satu atau lebih dari kelompok eksperimental dengan satu kondisi atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan tersebut.

  1. Penelitian Eksperimental-semu (Quasi- eksperimental research)

Tujuan dari metode penelitian eksperimental-semu adalah untuk mendapatkan informasi yang merupakan perkiraan atau hipotesis bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya. Penerimaan dilakukan dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol atau memanipulasikan semua variabel yang relevan. Dalam metode ini, peneliti harus dengan jelas mengerti kompromi apa yang ada pada validitas internal dan validiti eksternal rancangannya dan berbuat sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut.

  1. Penelitian Tindakan (Action Research)

Penelitian dengan menggunakan metode action research atau biasa disebut metode tindakan memiliki tujuan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru. Dan juga mendapatkan cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia kerja atau dunia aktual yang lain.

Salah satu contoh dari penelitian tindakan misalnya adalah penelitiain ini tentang pelaksanaan suatu program yang dinamakan inservice trainin, untuk melatih para konselor bekerja dengan anak putus sekolah, Penelitian ini juga biasanya untuk menyusun program penjajahan dalam pencegahan kecelakaan pada pendidikan. Contoh lain adalah misalnya penelitian untuk memecahkan masalah apatisme dalam penggunaan teknologi modern atau metode menanam padi yang inovatif.