Apa saja pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan produktifitas ikan di Indonesia

Negara kita termasuk dalam negara maritim karena sebagian besar wilayah negara kita adalah perairan, namun dibalik semua itu seharusnya nelayan di negara kita sejahtera namun saat ini kebalikannya.

Adakah pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan produktifitas budidaya ikan di Indonesia ?

Dunia saat ini sedang mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat. Berbagai bidang sudah mulai menggunakan teknologi informasi sebagai solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang ada di dalamnya. Tidak terkecuali juga dengan bidang perikanan. Salah satu inovasi yang cukup berpengaruh adalah teknologi e-fishery.

Tentunya sebagai petani ikan mengharapkan hasil yang maksimal. Survival Rate yang tinggi, pertumbuhan ikan yang cepat, dan harga pasar yang bersahabat. Ditambah lagi dengan pemberian makan ikan secara efisien juga sangat memengaruhi hal tersebut. E-fishery menawarkan solusi bagi para petani ikan yang memiliki masalah dalam pemberian makan ikan.

Smart feeder eFishery merupakan pemberi pakan ikan otomatis yang bisa dikotrol menggunakan smartphone. Dengannya petani akan mudah mengatur jadwal pemberian pakan ikan secara pasti. Selain itu, pemberian pakan ikan juga diberikan sesuai dosis yang dibutuhkan. Setiap pakan yang dikeluarkan oleh feeder akan tercatat secara otomatis dan nantinya data akan dikirim ke petani melalui koneksi internet.

Keunggulan-keunggulan yang ditawarkan ole eFishery Smart Feeder sebagai berikut:

  • Memberi makan ikan tanpa harus ke kolam. Feeder eFishery menggantikan petani ikan untuk memberi makan langsung ke kolam. Petani saat ini cukup dengan melalui smartphonenya untuk memberi makan ternaknya.

  • Pakan ikan yang diberikan akurat dan tercatat. Dengan penjadwalan tertentu yang dilakukan melalui smartphone petani ikan bisa memberi makan ikan sesuai jadwal dan tepat waktu. Pakan ikan yang diberikan juga tercatat, sehingga dapat memantau jumlah pakan yang tersedia dalam alat tersebut.

  • Menghindarkan dari overfeeding dan menyehatkan ikan. Pakan yang teratur dan diserap maksimal akan menghindarkan kolam dari bahaya overfeeding. Apabila overfeeding, kerugianlah yang akan muncul karena biaya pakan ikan yang mahal dan kolam ikan akan terancam tercemar.

  • Memiliki sensor pendeteksi nafsu makan ikan. eFisery Smart Feeder juga dilengkapi dengan sensor khusus yang membantu mendeteksi nafsu makan ikan. Sensor ini akan bekerja saat pemberian pakan ikan. Ketika ikan tidak lagi menunjukkan tanda lapar, sensor akan menghentikan pemberian pakan oleh alat. Sehingga akan lebih hemat dan efisien.

  • Sistem pelontaran pakan ikan eFishert terdiri dari 2 model yaitu 90 derajat dan 360 derajat. Perbedaannya terletak pada area pelontaran yang diberikan oleh Smart Feeder.

sumber: efishery.com

indonesia merupakan salah satu negara yang wilayahnya sebagian besar merupakan perairan sehingga potensi ikan yang didapatkan juga besar pula. dengan potensi yang besar itu pula sektor perikanan bisa menjadi sektor unggulan perekonomian nasional. tidak heran jika pemerintah berharap bahwa perikanan di indonesia menjadi salah satu penggerak perekonomian di indonesia karena saat ini penduduk di dunia sekitar 77,6 miliyar dengan total kebutuhan 20.1 kg/kapita/tahun.

2017-11-30_134307

dengan peluang yang sangat besar tersebut banyak orang berlomba-lomba untuk memilih sektor perikanan menjadi sektor yang mereka pilih untuk bisnis mereka. dari sekian banyak orang yang berlomba-lomba untuk berbisnis di sektor perikanan, banyak dianara mereka yang mengalami kegagalan ketika mengembangkan usahanya. beberapa diantara mereka yang gagal karena menggunakan cara tradisional dalam menjalakan usahanya. namun tidak sedikit pula orang yang menggunakan bantuan teknologi untuk mengembangkan usaha mereka.

yang menarik disini adalah pemanfaatan teknologi untuk bisnis mereka. banyak diantara pembisnis ini tidak memahami cara budidaya ikan yang benar, mereka juga tidak memiliki lahan untuk membudidayakan ikan. namun mereka memanfaatkan teknologi informasi sebagai penghubung antara petani ikan , pemilik lahan dan juga investor. mereka mengkolaborasikan 3 pihak tersebut agar proses budidaya ikan dapat terlakasana. di satu sisi petani ikan hanya memiliki kemampuan untuk membudidayakan ikan. di sisi yang lain hanya memiliki lahan yang mereka sendiri tidak tahu apa yang harus mereka lakukan dengan lahan yang mereka miliki. dan yang terakhir adalah investor, mereka hanya memiliki uang dan ingin memutar keungannya dengan berinvestasi ke suatu usaha yang menurut mereka menguntungkan. namun mereka memiliki keterbatasan untuk mencari usaha yang dapat menguntungkannya.

dari permasalahan tersebut beberapa startup memmbuat suatu platform yang dapat menyelsaikan permasalahan yang dialami oleh ketiga belah pihak. mereka menghubungkan mereka semua dalam satu sistem. dalam sistem tersebut masing-masing pihak mendaftarkan diri kemudian dari pihak perusahaan akan melakukan semacam survei kemampuanyang dimiliki oleh petani ikan untuk membantu investor mencari petani yang mampu mengolah lahan dan ikan yang telah ia investasikan. kemudian dari pemilik lahan dibantu pengelolaan lahannya dan memberikan nilai lebih pada lahan yang ia miliki.

berikut adalah contoh perusahaan startup yang memilih setor perikanan sebagai lahan usahanya

Growpal
Growpal adalah platform digital yang memberikan layanan yaitu mempertemukan antara pemilik modal,investor,sponsor, pemilik lahan ,petani ikan laut dan pembeli hasil panen dibidang agribisnis perikanan. Dengan adanya GROWPAL maka dapat terjalin nya sinergi antara pemilik modal yang memiliki dana lebih tetapi tidak tahu potensi bisnis di bidang agribisnis perikanan peternakan,dengan para petani ikan laut yang memilki lahan potensial dan kemampuan beternak yang baik tetapi tidak memilki modal untuk membesarkan produksinya serta ketika panen juga dapat dipertemukan oleh pengguna akhir(end user) tanpa melalui rantai perdagang yang panjang. https://growpal.co.id

Aruna
Aruna merupaka situs bagi para nelayan untuk bisa belajar pengelolaan bisnis perikanan (integrated fishery management), mengetahui data terkini perikanan (fishery data intelligent), dan sistem perdagangan hasil laut secara online (fishery online trading). http://beta.aruna.id/

[sumber]

https://en.wikipedia.org/wiki/World_population
http://setkab.go.id/potensi-besar-perikanan-tangkap-indonesia/
http://www.fao.org/3/a-i5555e.pdf

Teknologi informasi yang berkembang sekarang ini telah mencakup berbagai aspek.Salah satunya yaitu dalam sector perikanan.Sekranag telah banyak teknologi yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas nelayan untuk mencari ikan agar hasilnya lebih maksimal.Salah satunya yaitu Fish Finder.

Fish Finder adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan ikan di bawah laut.Teknologi yang digunakan dalam Fish Finder yaitu dengan menggunkaan SONAR ( Sound Navigation anad Ranging ) system. Keberadaan alat ini sangat penting dalam dunia perikanan sekarang ini yang digunakan oleh para nelayan sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan nelayan itu sendiri.

Dengan menggunkan Fish Finder akan membuat proses pencarian ikan akan efektif dan effisien dibandingkan dengan cara tradisional.Cara kerja dari Fish Finder yaitu apabila dia mendapatkan pantulan dari sinar SONAR dari dasar laut maka alat itu akan menampilkan gambarnya di dalam layar monitor.Kemudian nelayan akan memasang jarring untuk menangkap ikan tersebut,tentu saja dengan perhitungan yang matang dari tampilan fish finder hasil yang didapat akan banyak.

Teknologi Fish finder ini pertama kali digunakan di era tahun 90an dan sekarang penggunaanya telah diupgrade seiring berkembangnya teknologi.Yang dulunya Fish Finder menggunakan SONAR, sekarang fish finder telah dimodifikasi menggunakan GPS,kompas elektronik dan radar sehingga perangkat ini lebih dapat diandalkan dari sebelumya.

Sumber : https://www.fishfinders.info/best-fish-finder-reviews
https://www.fishfindersource.com/hi-tech-fish-finder-features-explained/