Apa saja peluang dan tantangan dalam pengembangan Internet of Things

Tren Internet of Things (IoT) terus tumbuh, seiring makin banyaknya perusahaan besar dan kecil yang berlomba-lomba mengkoneksikan segala macam device agar saling terkoneksi antara sesama atau internet. bagaimana menurut anda peluang semacam ini, atau justru banyak tantangan dalam pengembangannya?

Tren Internet of Things (IoT) terus tumbuh, seiring makin banyaknya perusahaan besar dan kecil yang berlomba-lomba mengkoneksikan segala macam device, perlengkapan rumah tangga, bahkan mobil dan teknologi lainnya, antar sesama dengan Internet. Alasannya jelas, besarnya peluang bisnis yang dijanjikan. Dengan kata lain, IoT adalah ladang emas yang belum terjamah. Di Indonesia, orang-orang belum menganggap IoT penting. Namun pelan-pelan, masyarakat akan menggunakannya, karena trennya sudah ke arah sana

strategi memasuki pasar menentukan seberapa besar skala produksinya. Untuk produksi massal, tentu diperlukan modal yang lebih besar. Tidak hanya modal, perlu dipertimbangkan juga di mana perusahaan akan memproduksinya. Jika ingin memproduksi sendiri, perlu investasi lebih besar lagi untuk proses pabrikasi. Bisa juga seperti Apple, yang mendesain sendiri produknya, tetapi melempar produksi ke rekanan di Cina.

Dengan jumlah pengguna Internet yang makin meluas di Indonesia Peluang untuk mengimplementasikan IoT semakin terbuka lebar. Terlebih lagi sekarang berbagai perangkat support IPV6. Intinya penerapan IoT ini memerlukan banyak dipasang sensor pada device atau lokasi yang akan mengabarkan kondisi riil, selanjutnya data dari sensor dianalisa dan kemudian diambil satu keputusan.Berbeda dengan produk berwujud aplikasi, hardware elektronik punya kecenderungan untuk bermasalah atau rusak. Karena itu, jangan lupakan juga layanan purna jual seperti garansi atau suku cadang, jika ada, demi semakin menumbuhkan kepercayaan pengguna.

Tantangan Internet of Things adalah semakin banyak perangkat terkoneksi, maka akan semakin banyak pula aplikasi dan layanan yang berjalan. Seperti misalnya, penghitungan meteran listrik otomatis, jam tangan pintar yang dapat mengukur detak jantung dan langsung menampilkan hasilnya di layar ponsel, dan sebagainya. Di baliknya, terdapat berbagai aplikasi yang bekerja secara simultan atau pun bersamaan untuk menghasilkan data-data tersebut. Risiko seperti aplikasi yang “macet” di tengah jalan sudah umum terjadi dan ini memerlukan perhatian khusus. Di baliknya, tersembunyi tantangan Internet of Things yang memiliki potensi ancaman terhadap keamanan data, keamanan fisik, keamanan dari perangkat, regulasi, privasi, enkripsi, otentikasi, dan segudang ancaman lain yang perlu ditangani agar kendala tersebut tidak mengganggu di kemudian harinya. Teknologi di baliknya harus ditingkatkan kemampuan dan sisi keamanannya juga harus diutamakan, sehingga mampu memberikan manfaat penuh sesuai dengan yang digadang-gadang.

Prediksi Iot kedepan bisa dipadukan dengan beberapa hal berikut :

  • IoT and the Cloud
  • IoT and security
  • IoT at the edge
  • IoT and nework capacity
  • IoT and non-traditional infrastructure
  • IoT and vertical diversification
  • IoT and the Smart City
  • IoT and embedded systems
  • IoT and wearables
  • IoT and millennials


https://infokomputer.grid.id/2017/06/berita/berita-reguler/prospek-dan-peluang-bisnis-iot-di-indonesia/

Internet of Things, Antara Peluang dan Tantangan

Adopsi IoT telah merambah hampir di semua lini kehidupan. Contoh nyatanya pun semakin terlihat dengan banyaknya perangkat-perangkat terkoneksi yang tersebar dan digunakan oleh banyak orang di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Hal ini terjadi seiring dengan peningkatan konektivitas jaringan internet.

Melihat potensi tersebut, Asia Tenggara akan menjadi salah satu motor penggerak tren Internet of Things di Asia Pasifik. Dan sebagai negara berpenduduk terbesar keempat dunia di wilayah tersebut, Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu pendorong utamanya. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan jumlah konsumen dan perbaikan infrastruktur komunikasi.

Sebagai contoh, salah satu kota besar di Indonesia yakni Makassar telah mengumumkan rencananya untuk serius menghadirkan konsep kota pintar (smart city). Tak hanya di ibukota Sulawesi Selatan tersebut, tapi konsep kota pintar juga digulirkan di berbagai wilayah di Indonesia.

Tak hanya itu, Menkominfo Rudiantara bahkan juga mencetuskan hal serupa dengan rencananya dalam memanfaatkan teknologi Machine to Machine (M2M) dalam rangka melakukan efisiensi birokrasi perizinan.

Tantangan Internet of Things

Akan tetapi, potensi Internet of Things bukannya hadir tanpa ada risiko di baliknya. Karena sejatinya setiap perangkat yang terkoneksi ini saling terhubung dengan menggunakan berbagai macam cara, mulai dari WiFi/Ethernet jarak jauh menggunakan IP protocols, Bluetooth jarak dekat yang hemat daya, NFC, dan jaringan radio berjarak menengah lainnya. Di baliknya, tersembunyi tantangan Internet of Things yang memiliki potensi ancaman terhadap keamanan data, keamanan fisik, keamanan dari perangkat, regulasi, privasi, enkripsi, otentikasi, dan segudang ancaman lain yang perlu ditangani agar kendala tersebut tidak mengganggu di kemudian harinya.

Hal ini serupa dengan yang terjadi pada tren komputasi cloud, sebagai pendukung dari IoT, beberapa tahun lalu. Kasus-kasus hacking data antar perusahaan yang santer diberitakan menjadi contoh dari kelalaian perhatian terhadap segi keamanan konsep IoT ini.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah, tantangan Internet of Things bukan saja melulu mengenai “Things” atau perangkatnya, melainkan aplikasi dan layanan yang menjadi pendukung dari IoT.

Tantangan Internet of Things adalah semakin banyak perangkat terkoneksi, maka akan semakin banyak pula aplikasi dan layanan yang berjalan. Seperti misalnya, penghitungan meteran listrik otomatis, jam tangan pintar yang dapat mengukur detak jantung dan langsung menampilkan hasilnya di layar ponsel, dan sebagainya. Di baliknya, terdapat berbagai aplikasi yang bekerja secara simultan atau pun bersamaan untuk menghasilkan data-data tersebut. Risiko seperti aplikasi yang “macet” di tengah jalan sudah umum terjadi dan ini memerlukan perhatian khusus.

Selain itu, ada juga tantangan dalam hal manajemen identitas dan akses, peningkatan pengalaman pengguna, serta kebutuhan akan pengadaan layanan yang cepat. Ini penting, karena dewasa ini banyak aplikasi dan layanan yang menggunakan sistem Single Sign-on (SSO) agar pengguna dapat menggunakan semua layanan hanya dengan satu kali login, seperti yang sudah banyak digunakan universitas-universitas ternama di Indonesia untuk menghadirkan layanan optimal untuk mahasiswanya.

Oleh karena itulah, dibutuhkan solusi yang dapat membantu aplikasi melakukan kinerja lebih baik dan aman. Serta memungkinkan pengiriman aplikasi berjalan dengan lancar dan dapat beriringan dengan inovasi IoT serta meningkatnya permintaan dari perangkat terkoneksi yang berada di pasaran. Terlepas dari berbagai arsitektur yang digunakan dalam penerapan aplikasi tersebut (cloud, on-premise, ataupun hybrid).

Kemudian, solusi tersebut juga harus memiliki kemampuan authentication, authorization, dan accounting (AAA) ke dalam aplikasi berbasis cloud, berbasis web, dan virtual, demi menyediakan keandalan akses yang terpercaya dan aman. Solusi yang sudah menyediakan ini antara lain F5 Networks melalui solusi BIG-IP 12.0.

Pada akhirnya, IoT merupakan sebuah teknologi yang menjanjikan manfaat yang mampu memikat banyak pihak, baik dari sisi pengguna maupun ekosistem bisnis dan pemerintahan. Tak pelak, tantangan Internet of Things adalah teknologi di baliknya juga harus ditingkatkan kemampuan dan sisi keamanannya juga harus diutamakan, sehingga mampu memberikan manfaat penuh sesuai dengan yang digadang-gadang.

Referensi

https://arenalte.com/life/hope/peluang-dan-tantangan-internet-of-things/

Dengan jumlah pengguna Internet yang makin meluas Peluang untuk mengimplementasikan IoT semakin terbuka lebar. Terlebih lagi sekarang berbagai perangkat support IPV6. Intinya penerapan IoT ini memerlukan banyak dipasang sensor pada device atau lokasi yang akan mengabarkan kondisi riil, selanjutnya data dari sensor dianalisa dan kemudian diambil satu keputusan.

Banyak bidang kehidupan yang bisa diterapkan Internet of Thing ini misalnya Taxi, Hotel, Point Of Sales, rumah tangga, pendidikan, pertanian dan bidang kehidupan lain. Intinya adalah bagaimana menaruh sensor dan membuat interfacing yang bisa dihubungkan ke Internet.

Tren IoT Memiliki beberapa tantangan dalam perkembangannya, yaitu:

  1. Keamanan
    Dari seluruh tantangan besar dalam perkembangan IOT, keamanan adalah satu yang paling berpengaruh. Jika masalah keamanan belum mampu diatasi pada waktu dan dengan resolusi yang logis, masalah keamanan ini akan memiliki semua potensi yang diperlukan untuk mencegah perjalanan IOT selama-lamanya!
    Perangkat-perangka dalam Ekosistem IOT terus menerus mengirimkan berton-ton data! Apapun yang ada pada jaringan IOT rentan terhadap serangan dari hacker. Banyak perangkat IOT memiliki akses ke informasi intim pengguna. Misal suhu kamar tidur Anda, kalori terbakar saat fitnes, detak jantung, apa yang kita makan, jam tidur Anda, dsb.
    Informasi tersebut, idealnya adalah konsep yang sangat baik. Namun masalahnya adalah bahwa sistem itu sendiri menyediakan beberapa titik masuk bagi hacker untuk menggunakan informasi pribadi, misal untuk secara otomatis merencanakan perampokan rumah.

  2. Privasi
    Hal yang paling berbahaya adalah bahwa sebagian besar perangkat transmisi informasi masuk pada jaringan tanpa enkripsi!

  3. Media Penyimpanan Data
    Big Data membutuhkan kapasitas yang sangat besar! Darimana sejumlah data tersebut berasal? Data tersebut yang berasal dari perangkat yang saling terhubung dalam bentuk streaming dari perangkat IOT.

  4. Interoperabilitas
    IOT berbicara tentang memberi kita sebuah dunia super pintar, di mana masing-masing dan setiap benda yang berkaitan dengan kehidupan kita sehari hari akan mendapatkan potensi untuk memahami lingkungan mereka, mengirim data ke cloud tentang kejadian di lingkungannya.Pembangunan IOT menjadi perhatian besar, bertindak seperti penghalang utama dalam penerimaan yang lebih luas dan pertumbuhan lebih lanjut dari Internet of Things.

  5. Standardisasi Teknologi
    Dari seluruh tantangan IOT, Standardisasi Teknologi tampaknya adalah sebuah hambatan terbesar dan yang paling mengerikan. IOT telah di suatu tempat mendapat stucked dalam pemerintahan hambatan teknologi, di mana hal ini berguna hanya untuk perusahaan-perusahaan. ada 4 isu yang berbeda yang menciptakan rintangan serius di jalur IOT Standardisasi: Platform, Konektifitas, Model Bisnis, serta Killer Apps

  6. Implementasi
    Implementasi juga merupakan sebuah tantangan yang sangat besar bagi IOT. Sifat IOT yang kompleks dan komponen IOT yang heterogen membuat implementasi menjadi lebih sulit.

  7. Koneksi Wireless
    Ada banyak pilihan konektivitas nirkabel yang tersedia di pasaran. Memilih jaringan yang tepat untuk ekosistem IOT adalah sebuah tugas berat dan melelahkan. Beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan adalah rentang faktor media koneksi wireless adalah: biaya fungsional, biaya server, umur hidup baterai, bandwidth dll.

  8. Tantangan Lingkungan
    Percaya atau tidak, tantangan terbesar yang IOT akan hadapi di masa depan adalah yang timbul dari limbah yang dihasilkan pada lingkungan. Di lain sisi, juga diharapkan bahwa IOT dapat memanfaatkan sejumlah besar bahan baku yang saat ini tersedia. Namun demikian setiap tahun, banyak perangkat yang semakin usang karena kita melakukan upgrade hardware dan hardware usangnya berakhir di tempat sampah.

  9. Energi
    Aliran data yang mengalir melalui jaringan IOT membutuhkan pusat data yang besar untuk menanganinya untuk kemudian server memproses tindakan lebih lanjut yang perlu diambil. Sebagai akibatnya konsumsi energi untuk pemrosesan data tersebut menjadi sangat besar.

http://www.warungstmj.com/sepuluh-tantangan-internet-of-things/