Apa saja peluang dan kiat-kiat bisnis di tengah pandemi?

Di tengah pandemi seperti ini, masyarakat tidak memiliki pekerjaan tetap kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apa saja peluang untuk buka bisnis dan bagaimana kiat-kiatnya?

069168400_1531891140-Bisnis_Online
sumber : liputan6.com

Dampak covid-19 terhadap perekonomian masyarakat cukup signifikan. Bagi masyarakat yang bekerja sebagai Pegawai Sipil Negara (PNS), juga para pekerja kantoran bisa melakukan pekerjaan dari rumah (work from home), dan mendapatkan gaji tetap setiap bulannya.

Bagi masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja harian dan pedagang keliling, PSBB cukup berdampak terhadap penghasilan mereka. Ada di antara mereka yang di PHK karena perusahaan tempat bekerja bangkrut sehingga mereka kehilangan pekerjaan dan pendapatan. Tulisan ini mengulas bagaimana menciptakan pekerjaan di tengah wabah corona dan tetap survive dalam menjalani kehidupan di tengah pendemi tersebut.

Pengaruh pandemi ini sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat, dimana peraturan atau kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap segala sisi kehidupan. Hal ini sangat berdampak terhadap perekonomian, dunia usaha dan pendidikan. Di antaranya menyebabkan beberapa hal, yakni:

Pertama, Perekonomian masyarakat menurun. Akibat penyebaran virus covid-19 ini juga sudah dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia, mulai dari pedagang di pasar, para pedagang sayur, buah ataupun ikan, pedagang jajanan di pasar maupun keliling, biasanya mereka mendapatkan pendapatan atau omset dari hasil penjulan, semenjak adanya covid-19 banyak pedagang yang mengeluh akibat kehilangan omset mereka.

Dengan munculnya wabah ini, banyak manusia yang mementingkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan orang lain, dimana masyarakat diwajibkan untuk menggunakan masker, namun dari sisi lain, masih ada saja yang memanfaatkan situasi seperti ini, seperti halnya penjualan masker, dimana para produsen menjual masker dengan harga yang melonjak tinggi.

Kedua , Perekonomian Negara menurun drastis. Hal ini dapat dilihat dari berbagai sisi:

  1. Perbankan. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa kerugian Bank Indonesia mencapai 40,165 trilyun disebabkan arus modal asing banyak yang kabur. Kondisi seperti ini sangat tidak sehat karena Negara mengalami kerugian yang besar.

  2. APBN mengalami defisit 2,5%. Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan proyeksi penurunan ekonomi pada tahun ini 5-5,4% yang sebelumnya 5,1-5,5%. Kebijakan

  3. Pariwisata. Bappenas memprediksi kehilangan devisa dari sektor pariwisata sebesar US$530 juta. Bank Indonesia memprediksi kehilangan devisa dari sektor pariwisata sebesar US$ 1,3 Milyar.

  4. Perhotelan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi B. Sukamdani menyampaikan semenjak wabah corona melanda omset hotel hanya 20% saja, padahal ketika kondisi normal omset hotel dan restoran mencapai lebih 70%.

  5. Penerbangan. Omset penerbangan kehilangan 207 milyar rupiah dikarenakan banyak penerbangan yang dibatalkan, dan bandara ditutup.

Ketiga. Dari sisi sosial. Dimana imbas dari virus covid-19 aktivitas sekolah yang biasanya berkumpul, kegiatan belajar-mengajar dengan bapak atau ibu guru, bercanda ria bersama teman, namun pada akhirnya ditiadakan menjadi serba online. Bahkan ujian nasional pun ditiadakan. Sama halnya di kampus, banyak mahasiswa yang mengeluh dengan adanya virus covid-19 mereka tidak dapat melakukan pembelajaran secara tatap muka, akhirnya dilakukan secara jarak jauh, sehingga proses belajar kurang produktif seperti biasanya.

Keempat, Sektor industri dan sektor usaha. Merebaknya virus corona baru yaitu Sars-CoV-2 yang sebabkan COVID-19 juga mempengaruhi industri dan sektor usaha. Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Promosi Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Tommy Kaihatu menuturkan, banyak industri terganggu karena ketergantungan bahan baku dari China sangat besar.

Peluang Bisnis di Tengah Pandemi

Kita bisa mendapatkan keuntungan dengan melihat peluang usaha di tengah pandemi ini. Bagi masyarakat yang memiliki modal, management, dan relasi yang sangat banyak dapat membuka usaha di bidang kesehatan dan kebersihan lingkungan yang sekarang ini menjanjikan keuntungan yang sangat besar. Selain itu juga dapat membuka lapangan pekerjaan yang baru sehingga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran.

Namun tentunya tidak semua orang bisa mendirikan perusahaan seperti yang sudah diuraikan di atas karena keterbatasan kepemilikan modal usaha, dan relasi bisnis. Berikut ini ada jenis-jenis usaha yang bisa dilakukan pebisnis pemula, tidak memerlukan modal besar, dan dapat mendatangkan keuntungan yang menjanjikan di tengah pandemi :

1. Bisnis makanan dan minuman rumahan


sumber : bisnisukm.com

Bekerjasama dengan grab food/go food/yang semisalnya. Dengan adanya kebijakan pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maka banyak masyarakat yang lebih memilih untuk melaksanakan aktivitas di rumah. Makanan dan minuman adalah kebutuhan primer, mau tidak mau setiap hari pasti mereka membutuhkannya. Bisnis ini bila ditekuni bisa mendatangkan keuntungan yang menjanjikan dan bisa menjadi solusi untuk menghasilkan uang, terutama bagi yang di PHK maupun pengangguran

2. Bisnis makanan olahan yang dibekukan

unnamed-2
sumber : blogroomme.id

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat masyarakat harus membatasi geraknya di luar rumah. Bisnis makanan beku merupakan solusi yang menarik untuk ditawarkan, karena makanan ini tahan lama, praktis, dan mudah untuk disajikan.

Masyarakat bisa menghemat waktu untuk belanja, karena bisa langsung belanja makanan beku ini untuk stock beberapa pekan. Misalnya, bakso beku, nugget, ayam, sosis, kentang, dim sum, dan lain-lainnya. Makanan tersebut dapat disajikan secara cepat tanpa mengolahnya lagi, tinggal digoreng ataupun dikukus.

3. Jasa Logistik


sumber : pluginongkoskirim.com

Di tengah wabah corona ini, dimana masyarakat dianjurkan untuk bekerja, beribadah, dan belajar dari rumah, maka sangat diperlukan jasa distribusi/penghantaran logistik. Modal yang diperlukan juga tidak terlalu besar. Hanya dengan modal sebuah motor ataupun mobil pickup sudah bisa membuka jasa penghantaran logistic.

Begitu banyak peluang usaha di tengah wabah corona ini. Masyarakat terutama yang belum memiliki pekerjaan, ataupun yang ingin mencari tambahan penghasilan bisa memulai usaha sesuai dengan kondisi keuangan dan peluang yang ada di sekitarnya. Diharapkan dengan mencari peluang usaha yang tepat, dapat membuka lahan lapangan pekerjaan yang baru di tengah pandemic corona ini, menyerap banyak tenaga kerja, menambah penghasilan, dan terpenuhinya kebutuhan hidup.

Kiat Bisnis Tetap Survive di Tengah Pendemi

Setiap pebisnis tentu menginginkan usahanya sukses dan tetap survive di tengah pandemi ini. Ada kiat-kiat tertentu agar bisnis tetap survive walau di landa badai. Kiat-kiat berikut bisa dicoba supaya bisnis yang dijalankan tetap survive :

  1. Memiliki kepercayaan diri dan kemandirian yang tinggi. Setiap pebisnis harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Setiap bisnis apapun yang dilakukan tentu memiliki faktor risiko. Tanpa kepercayaan yang tinggi bisnis tidak dapat berjalan karena tidak berani untuk menanggung segala risikonya. Bila sudah memiliki kepercayaan diri, dengan modal yang kecil pun sudah bisa memulai usaha.

Seorang pebisnis juga harus memiliki mental wirausaha dan kemandirian yang tinggi sehingga tidak malas-malasan dalam menjalankan usahanya. Mental wirausaha itu sangat penting, karena dalam menjalankan usahanya tentu seorang pebisnis akan mengalami berbagai permasalahan, sehingga siap jatuh bangun dalam membangun bisnisnya. Jika tidak memiliki mental wirausaha, bisa dipastikan pebisnis itu akan putus asa dan gulung tikar.

  1. Berbisnis yang halal, mulai dari modal, proses, hingga penjualan. Modal usaha sangat penting, meski demikian harus didapatkan dengan cara yang baik, tidak curang. Proses dalam berbisnis pun juga dijalankan dengan cara-cara yang baik pula, jujur, tidak melakukan monopoli, dan kecurangan. Pada dasarnya jika berbuat kecurangan imbasnya kembali pada diri sendiri. Selain itu yang tidak kalah penting adalah barang-barang yang diperjualbelikan itu barangbarang yang halal, baik, dan tidak membahayakan tubuh manusia.

  2. Melakukan ekspor dan impor barang. Pebisnis harus memiliki pangsa pasar yang luas. Dengan melakukan kegiatan ekspor dan impor barang berarti telah memperluas pangsa pasar. Semakin luas pangsa pasar yang diciptakan, maka semakin besar target penjualan dan keuntungan yang didapatkan. Seorang pebisnis harus kreatif mencari dan menciptakan peluang pasar, meningkatkan produktivitas, dan efisien.

  3. Menjaga kepercayaan relasi bisnis. Hal ini sangat penting bagi maju mundurnya usaha yang dilakukan. Menjaga kepercayaan relasi bisnis dengan cara menjaga kualitas barang dan juga menepati pembayaran sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Cara yang digunakan untuk menjaga kepercayaan pelanggan adalah dengan memberikan servis yang baik dan memuaskan. Juga barang yang dijual kualitasnya baik dan tidak ada cacat.

  4. Melakukan promosi barang yang diperdagangkan, yaitu dengan membuat iklan baik di media elektronik maupun media cetak. Pada era sekarang promosi dapat dilakukan dengan mudah, yaitu melalui social media yang memiliki follower sangat banyak dan luas, dapat menjangkau berbagai belahan dunia. Dengan promosi ini calon konsumen dapat mengetahui kualitas, bentuk, dan harga dari komoditas yang ditawarkan. Promosi dapat lebih menarik konsumen dengan memberikan taster dan diskon harga pada awal launching produk.

  5. Berbisnis barang kebutuhan dasar. Bisnis yang sangat menjanjikan adalah bisnis barang kebutuhan dasar. Hal ini dikarenakan barang kebutuhan dasar memiliki dua sifat, yaitu long lasting dan fast moving. Dalam dunia bisnis long lasting diartikan mampu bertahan dalam waktu yang lama untuk dikelola sebagai sebuah usaha, karena usaha yang peluangnya tidak menentu, kemungkinan kecil bisa menghasilkan keuntungan yang signifikan.

Barang kebutuhan dasar akan selalu dicari dan diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka, karena kebutuhan ini sifatnya primer. Barang kebutuhan dasar juga memiliki sifat fast moving, yaitu terus dicari-cari konsumen karena barang tersebut merupakan kebutuhan primer. Seluruh lapisan masyarakat memerlukan barang tersebut, maka akan selalu ada permintaan untuk membeli barang tersebut. Permintaan yang tinggi akan membuat barang kebutuhan primer tersebut cepat laku terjual.

Barang kebutuhan dasar itu di antaranya adalah makanan, minuman, pakaian, alat kesehatan dan kebersihan lingkungan. Jenis barang-barang ini merupakan komoditas yang prospektif untuk berbisnis.

  1. Leadership/kepemimpinan. Seorang pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan, mudah beradaptasi dengan orang lain, dan terbuka dengan saran dan kritik. Hal ini demi kemajuan bisnis yang dijalankan. Tanpa kepemimpinan yang baik sebuah bisnis tidak akan sukses. Saran dan kritik diterima agar bisnis yang dijalankan selalu inovatif, kreatif, dan fleksibel.

  2. Menggunakan teknologi informasi dalam berbisnis. Dewasa ini masyarakat sudah mulai terbiasa dengan konsumsi digital, apalagi dengan adanya wabah corona pemerintah membuat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masyarakat harus membatasi geraknya di luar rumah. Dengan adanya pelayanan belanja online masyarakat akan sangat terbantu, dan juga ini merupakan kesempatan pebisnis untuk melayani dan menarik konsumen sebanyak-banyaknya.

Ada baiknya para pebisnis, terutama pebisnis pemula mencoba kiat-kiat sukses bisnis di atas. Dengan itu diharapkan bisnis yang dijalankan tetap survive walaupun diguncang pandemi yang tak kunjung usai.

REFERENSI

Alma, Buchari. 2013. Kewirausahaan, Bandung: Alfabeta. Fitri, Ahmad Asrof. 2019. Inspirasi Sukses

Khadijah, Klaten: Semesta Hikmah. Idri, 2016. Hadis Ekonomi, Jakarta: Prenada Media.

Maggalatung, A.S.; Aji, A.M.; Yunus, N.R. 2014. How The Law Works, Jakarta: Jurisprudence Institute.

Rohmah, Siti. 2020. Adakah Peluang Bisnis di Tengah Kelesuan Perekonomian Akibat Pandemi Coronavirus Covid-19?. ‘Adalah : Buletin Hukum & Keadilan. 4(1).

Tohar, Muhammad. 2000. Membuka Usaha Kecil, Yogyakarta: Kanisius.

https://www.wartaekonomi.co.id/read280401/terdampak-corona-6- perusahaan-ini-justru-paling-untung-di-tengah-pandemi https://kompas.com.

https://Bbc.com. https://kompas.com.