Apa saja objek wisata sejarah di Kota Medan?

wisata sejarah di kota medan

Berwisata dan travelling tidak melulu harus ke tempat-tempat yang menyajikan pemandangan alam. Beberapa orang justru sangat menggemari wisata berbau sejarah dan budaya. Sekalian bersenang-senang, sekalian belajar.

Nusantara telah ramai dikunjungi oleh berbagai bangsa sejak abad ke-7 Masehi. Tidak hanya berdagang, banyak juga pertukaran budaya berlangsung di kawasan Nusantara. Jejak-jejaknya dapat ditemukan di berbagai tempat di Nusantara yang kaya akan budaya.

Salah satunya kota Medan (yang merupakan kota terbesar ke tiga setelah Jakarta dan Surabaya) dan sekitarnya. Banyak sekali tempat-tempat yang bisa dijadikan napak tilas peradaban yang berkembang dari waktu ke waktu. Baik dari era purba, sampai era kolonial.

Salah satu tempat wisatanya adalah di Istana Maimun Medan. Medan merupakan salah satu pusat perkembangan Islam di Indonesia, dan istana Maimun menjadi saksi sejarah perkembanagn Islam dan perjalanan waktu Kota Medan yang masih kokoh berdiri hingga kini. Istana maimun merupakan peninggalan Kerajaan Deli. Didirikan oleh Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah yang merupakan keturunan raja ke-9 Kesultanan Deli. Istana ini dibangun pada 26 Agustus 1888 dan baru diresmikan pada 18 Mei 1891.

Istana yang berwarna kuning dan hijau ini disebut juga Istana Hijau. Dengan luas sebesar 2.772 meter persegi, terdiri dari dua lantai, bergaya arsitektur perpaduan Melayu, Spanyol, Itali dan India, serta mempunyai 30 kamar, Istana Maimun menunjukkan kemegahan dan kemahsyuran Kesultanan Deli pada waktu itu. Istana Maimun menghadap ke arah timur. Terdiri dari dua lantai dengan tiga bagian bangunan, yaitu bangunan induk, sayap kiri dan sayap kanan. Sekitar 100 meter di bagian depan, berdiri Masjid Al-Maksum yang dikenal sebagai Masjid Raya Medan.

Ornamen-ornamen yang berada di Istana Maimun ini tampak jelas terpengaruh kebudayaan Eropa. Seperti ornamen lampu, kursi, meja, lemari, jendela sampai pintu yang bergaya dari Spanyol sampai Belanda. Sementara pengaruh kebudayaan Islam sendiri terlihat dari bentuk lengkung di bagian atap yang menyerupai perahu terbalik (lengkung Persia), yang biasanya dapat kita jumpai pada bangunan-bangunan bergaya Timur Tengah.

Lokasi untuk menuju ke Istana Maimun ini sangatlah mudah dijangkau, karena siapa warga kota Medan yang tidak tau letak Istana Maimun? Terdapat banyak transportasi umum yang melewati sekitar jalan Katamso. Lagipula, istana ini terlihat dari depan jalan. Istana maimun berada di Jl. Brig. Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Istana ini berdiri kokoh di tengah jantung Kota Medan.

Kalian ada ide objek wisata Sejarah Kota Medan lainnya? Yuk diskusikan!

Masjid Raya Al-Mashun Medan

Masjid Raya Al-Mashun Medan. Masjid Raya Medan atau yang dikenal juga dengan nama Masjid Raya Al-Mashun terletak persis di seberang Istana Maimun. Memang, pada awal pendiriannya, masjid ini menyatu dengan kompleks istana. Masjid ini dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909.

Masjid yang berdiri gagah di seberang Istana Maimun ini adalah bangunan yang juga menyiratkan kejayaan Kesultanan Deli, pada masa pemerintahan Sultan Al-Rasyid Perkasa Alamsyah IX. Pembangunannya yang mencapai lebih dari satu juta Gulden dibiayai sendiri oleh Sang Sultan. Kemegahan Masjid Raya Al-Mashun ini bahkan melebihi kemegahan Istana Maimun. Sesuai dengan prinsip Sultan Al-Rasyid, bahwa kemegahan masjid itu lebih utama daripada kemegahan istana.

Dari gaya arsitekturnya, bangunan masjid terbagi menjadi tiga bagian, yaitu ruang utama, tempat wudhu, dan gerbang masuk. Ruang utama digunakan sebagai tempat shalat. Bentuknya segi delapan tidak sama sisi. Pada sisi yang berhadapan yang lebih kecil, terdapat porch, yaitu unit yang menempel dan menjorok keluar. Di depan tiap-tiap porch terdapat tangga. Pada porch depan yang terletak di timur, terdapat plengkung majemuk, seperti plengkung yang terdapat di masjid-masjid Andalusia.