Apa Saja Nilai moral yang Seharusnya dipelajari oleh Anak?

nilai hidup

Nilai-nilai kebaikan memang sebaiknya ditanamkan kepada anak-anak sedini mungkin. Berikut merupakan nilai-nilai yang seharusnya dipelajari ketika anak masih berusia 5 tahun menurut salah satu artikel dari parents:

Value #1: Honesty
Help Kids Find a Way To Tell the Truth
Sifat jujur sangat penting bagi diri seseorang. Wajib hukumnya bagi kita untuk selalu berusaha jujur dalam hal perkataan atau perbuatan dan dalam keadaan atau situasi apapun, Karena sifat ini merupakan dasar dan menjadi patokan sebuah kepercayaan diberikan. Cara terbaik untuk mendukung pribadi yang jujur dalam diri anak ialah menjadi orang yang jujur itu sendiri. Dan janganlah memarahi secara berlebihan ketika seorang anak telah berbohong, melainkan maafkan perbuatan mereka dan berikan pujian karena mereka sudah berkata jujur.

Value #2: Justice
Insist That Children Make Amends
Keadilan akan mengajarkan seorang anak agar tidak berperilaku semaunya. Jika seorang anak melakukan kesalahan, maka biasakan mereka untuk menerima konsekuensinya selain hanya dengan mengucapkan kata ‘maaf’. Konsekuensi yang diberikan bisa seperti ketika anak kita merusak mainan anak orang lain, maka anak kita harus menggantikannya dengan cara memberikan mainannya sendiri kepada anak lain tersebut.

Value #3: Determination
Encourage Them To Take on a Challenge
Cara termudah untuk menumbuhkan tekad seorang anak yaitu dengan mendukung anak kita untuk melakukan apa yang dianggapnya susah dan berikan pujian ketika mereka berhasil melakukannya. Dengan pujian tersebut anak kita akan merasa semakin terdukung dan akan semakin bertekad untuk selalu berusaha.

Value #4: Consideration
Teach Them To Think about Others’ Feelings
Ajarkanlah kepada anak supaya mereka tidak selalu memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan apa yang dirasakan orang lain. Dengan begitu, mereka akan terbiasa berperilaku baik terhadap orang lain, dan orang lain itu pun akan berperilaku baik kepada anak kita.

Value #5: Love
Be Generous with Your Affection
Biarkanlah anak kita melihat kita memperagakan rasa kasih sayang kita kepada orang sekitar. Dan jangan lupa untuk memberikan rasa kasih sayang kita kepada anak tiap harinya dengan cara apapun.

Orang tua dapat membuat sesuatu yang berbeda dalam kehidupan yang bermoral untuk anak-anak mereka dan itu akan mempunyai efek yamg panjang.Penelitian menegaskan bahwa ciri-ciri karakter kuat seperti : peduli, hormat , mengendalikan diri, berbagi , empati , toleransi , tekun , memberi , menghibur , adil , dan berhati nurani dapat dipelajari , yang berarti bahwa kita bisa mengajarkan kepada anak-anak dan dalam prosesnya kita memberikan kualitas yang dapat meningkatkan pertumbuhan moral mereka


Beliefnet.com memberikan tips dari bukunya yang berjudul “Building Moral Intelligence” untuk anak-anak kita:

  • Expect moral behavior, jika anda ingin anak anda bertindak secara moral maka tuntut mereka untuk melakukannya

  • Use teachable moments, carilah isu-isu moral kemudian bicarakan kepada anak kalian , nilai penalaran moral pda anak anda dan ajarkan ke level yang lebih tinggi.

  • Reinforce moral behavior, Pergoki anak anda ketika melakukan sesuatu dengan moral dan puji dia kemudian jelaskan kepadanya bahwa apa yang ia lakukan adalah benar dan mengapa anda memujinya.

  • Model moral behavior, Pastikanlah apa yang anda katakan mencerminkan nilai-nilai yang anda ingin ajarkan pada anak , kejujuran , kebaikan dan , kesabaran Jelaskan mengapa anda melakukannya dan apa yang anda lakukan.

  • Monitor media consumption, Memantau konsumsi media pada anak anda , seperti acara tertentu pada TV, radio , musik , video , dan game.Jelaskan kekhawatiran apa yang anda khawatirkan kepada anak anda.

Kita tidak bisa hanya dengan duduk kemudian berharap anak-anak tumbuh menjadi seseorang yang peduli.Kita harus dengan penuh semangat mengajarkan karakter diri yang kuat agar mereka dapat benar-benar menjadi orang-orang terbaik semampunya.

1 Like

Pelajaran Tumbuh Dewasa Tanpa Ayah Diterapkan Kepada Anak Saya

Tidak memiliki ayah ketika lahir bukan berarti hidup anda tidak bisa sempurna atau tidak bisa sama seperti yang lainnya. Dibawah ini beberapa hal yang harus dilakukan untuk membuat keluarga anda menjadi seperti keluarga yang lainnya :

  1. Cinta
    Karena cinta adalah dasar dari semua hubungan antara keluarga dan teman-teman.
  2. Percaya pada diri sendiri
    Percayalah pada diri anda sendiri jika anda bisa melakukan semua ini.
  3. Jangan pernah menyerah
    Ini hal yang harus dilakukan setelah percaya pada diri sendiri. Jika anda ingin sesuatu jangan pernah menyerah.
  4. Membuat Lemonade
    Hal ini akan membuat anda semakin lebih dekat dan lebih rileks.
  5. Menghormati orang lain
    Jika anda menghormati orang lain maka orang lain akan menghormati anda
  6. Berdirilah sendiri
    Ketika orang lain tidak bisa membantu anda, maka anda harus kuat untuk bertahan pada diri sendiri
  7. Jika anda ingin sesuatu, kerja untuk itu
    Tidak ada keberuntungan dalam hidup. Jika anda ingin sesuatu anda harus kerja untuk itu.
  8. Apa yang anda rasakan lebih penting dari yang anda punya
    Keyakinan pada diri sendiri lebih berarti dari apa yang anda punya.
  9. Jangan bersuara aneh
    Ini akan mengganggu diri anda sendiri dan juga orang lain.
  10. Kejar keinginan anda
    Karena ketika anda mengejar keinginan anda, langsung bekerja, itu sangat menyenangkan.
  11. Terus tingkatkan diri anda
    Jika anda tidak tumbuh, anda mati. Jika anda tidak menjadi lebih baik, anda akan menjadi buruk, tidak ada yang akan sama. Jika anda ingin menjadi yang terbaik, kerjalah untuk menjadi yang terbaik.
  12. Rawatlah tubuh anda
    Hidup anda akan lebih menyenangkan jika tubuh anda terawat dengan baik.

Sumber : http://www.obsessyourself.com/blog/what-growing-up-without-a-father-taught-me-to-do-for-my-son/

Rentang usia 0-6 tahun adalah usia kritis sekaligus strategis dalam proses pendidikan dan dapat mempengaruhi proses serta hasil pendidikan seseorang selanjutnya artinya pada periode ini merupakan periode kondusif untuk menumbuhkan kembangkan berbagai aspek kemampuan, kecerdasan, bakat, kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosio emosional dan spiritual (Yamin, 2010).

Trianto (2011) mengatakan bahwa studi bidang neurologi menunjukkan perkembangan kecerdasan anak dapat terjadi sekitar 50% terbentuk sampai usia 4 tahun, 80% terjadi ketika berusia 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi 100% ketika anak berusia 8 hingga 18 tahun. Sehingga pada masa ini merupakan masa yang sangat tepat untuk mengembangkan seluruh potensi anak agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat tercapai secara optimal.

Nilai-nilai karakter


Banyak nilai karakter yang dapat ditanamkan ke anak-anak sejak dini. Dalam pendangan pendidikan karakter di Indonesia, paling tidak ada 18 (delapan belas) nilai karakter yang dapat disisipkan dalam proses pembelaran (Fadlillah, 2013), di antaranya:

  • Religius
    Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

  • Jujur
    Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

  • Toleransi
    Sikap tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

  • Disiplin
    Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

  • Kerja keras
    Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

  • Kreatif
    Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

  • Mandiri
    Sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

  • Demokratis
    Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

  • Rasa ingin tahu
    Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat dan didengar.

  • Semangat kebangsaan
    Cara berfikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

  • Cinta tanah air
    Cara berfikir, bertindak, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

  • Menghargai prestasi
    Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain.

  • Bersahabat atau berkomunikasi
    Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

  • Cinta damai
    Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

  • Gemar membaca
    Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

  • Peduli lingkungan
    Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

  • Peduli sosial
    Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

  • Tanggungjawab
    Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dilakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Henry Hazlitt ( 2003) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang. Menurut Sjarkawi (2005), nilai moral diartikan sebagai isi mengenai keseluruhan tatanan yang mengatur perbuatan, tingkah laku, sikap dan kebiasaan manusia dalam masyarakat berdasarkan pada ajaran nilai, prinsip dan norma.

Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000) nilai moral memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berkaitan dengan tanggung jawab kita
    Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia. Yang khusus menandai nilai moral ialah bahwa nilai ini berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. Nilai-nilai moral mengakibatkan bahwa seseorang bersalah atau tidak bersalah karena ia bertanggungjawab. Dalam nilai moral kebebasan dan tanggungjawab merupakan syarat mutlak.

  • Berkaitan dengan hati nurani
    Semua nilai minta untuk diakui dan diwujudkan, tetapi pada nilai-nilai moral tuntutan ini lebih mendesak dan lebih serius. Mewujudkan nilai-nilai moral merupakan “imbauan” dan hati nurani. Salah satu ciri khas nilai moral adalah bahwa hanya nilai ini menimbulkan “suara” dari hati nurani yang menuduh kita bila meremehkan atau menentang nilai-nilai moral dan memuji kita bila mewujudkan nilai-nilai moral.

  • Mewajibkan
    Nilai-nilai moral mewajibkan kita secara absolute dan dengan tidak bisa ditawar-tawar. Kewajiban absolute yang melekat pada nilai-nilai moral berasal dari kenyataan bahwa nilai-nilai ini berlaku bagi manusia sebagai manusia. Karena itu nilai moral berlaku juga untuk setiap manusia. Orang yang tidak mengakui nilai moral mempunyai cacat sebagai manusia.

  • Bersifat formal
    Nilai-nilai moral tidak memiliki isi tersendiri, terpisah dari nilai-nilai lain. Tidak ada nilai-nilai moral yang murni, terlepas dari nilai-nilai lain. Hal itulah yang dimaksudkan bahwa nilai moral bersifat formal.