© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa saja model dan teori pertumbuhan ekonomi?

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.

Apa saja model dan teori pertumbuhan ekonomi?

  1. Teori Pertumbuhan Adam Smith
    Di dalam teori klasik, ada tiga faktor yang menjadi penentu proses produksi atau pertumbuhan, yaitu SDM (sumber daya manusia), SDA, dan barang modal.

  2. Teori Pertumbuhan David Ricardo
    Menurut teori pertumbuhan, pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh SDA (dalam arti tanah) yang jumlahnya terbatas, dan jumlah penduduk yang mampu menciptakan jumlah tenaga kerja yang bisa menyesuaikan diri dengan tingkat upah, di bawah atau di atas tingkat upah alamiah atau minimal. Selain itu, David ricardo juga melihat adanya perubahan teknologi yang selalu terjadi.

  3. Teori Neo-Keynes
    Teori neo-Keynes merupakan modal dari Harrod dan Domar yang mencoba memperluas teori Keynes mengenai keseimbangan pertumbuhan ekonomi dalam pemikiran jangka panjang dengan memperhatikan pengaruh dari investasi, baik pada Agregat Demand ataupun pada perluasan kapasitas produksi Agregat Supply, yang pada akhirnya pertumbuhan ekonomi akan meningkat.

  4. Model Pertumbuhan WW. Rostow
    Menurut Rostow, pembangunan ekonomi di manapun juga merupakan suatu proses yang bergerak dalam suatu garis lurus, yaitu dari masyarakat yang terbelakang ke arah masyarakat yang maju.

Summary

https://www.muttaqin.id/2016/10/soal-ekonomi-pertumbuhan-perubahan-struktur-krisis-ekonomi-kunci-jawaban.html

Boediono (1992) menyatakan, bahwa pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output dalam jangka panjang. Pemakaian indikator pertumbuhan ekonomi akan dilihat dalam kurun waktu yang cukup lama, misalnya sepuluh, dua puluh, lima puluh tahun atau bahkan lebih. Pertumbuhan ekonomi akan terjadi apabila ada kencenderungan yang terjadi dari proses internal perekonomian itu, artinya artinya harus berasal dari kekuatan yang ada di dalam perekonomian itu sendiri. Untuk mengetahui apakah suatu perekonomian mengalami pertumbuhan, harus dipertimbangkan PDRB riil satu tahun (PDRBt) dengan PDRB riil tahun sebelumnya (PDRBt-1), atau dapat di formulasikan sebagai berikut:

image

Untuk mengukur laju pertumbuhan rata‐rata per tahun digunakanrumus sebagai berikut:

image

dimana :
r = Laju pertumbuhan ekonomi rata-rata
n = Jumlah Tahun (dihitung mulai dengan sampai dengan)
Tn = Data PDRB tahun sebelumnya
T0 = Data PDRB tahun tertentu

Todaro dan Smith (2003) menjelaskan beberapa pendekatan teori klasik pembangunan ekonomi, yaitu: teori tahapan linier dan pembangunan sebagai pertumbuhan; model perubahan struktural; revolusi ketergantungan internasional.

  • Teori Pertumbuhan Rostow
    Teori ini bertolak dari lingkungan intelektual yang masih steril dan dipacu oleh politik perang Dingin yang berkobar pada masa tersebut. Model pembangunan tahap pertumbuhan (stages-of-growth model development) merupakan hasil pemikiran dari seorang ahli sejarah ekonomi dai Amerika Serikatyaitu Walt W. Rostow. Menurut ajaran Rostow, perubahan dari keterbelakangan menuju kemajuan ekonomi dapat dijelaskan dalam satu seri tahapan yang harus dilaului oleh setiap negara. Adapun tahapan tersebut adalah: \

    1. Tahapan perekonomian tradisional;
    2. Tahapan pra kondisi tinggal landas;
    3. Tahapan tinggal landas;
    4. Tahapan menuju kedewasaan;
    5. Tahapan konsumsi massa tinggi.
  • Teori Pertumbuhan Harrod Domar
    Setiap perekonomian pada dasarnya harus mencadangkan atau menabung sebagian tertentu dari pendapatan nasionalanya untuk menambah atau menggantikan barang-barang modal (gedung,alat-alat, dan bahan baku) yang telah (s), serta rasio modal output nasional (k). secara lebih spesifik , persamaan tersebut mentakan bahwa tanpa adaya intervensi pemerintah, tingkat pertumbuhan pendapatan nasional berbanding lurus dengan rasio tabungan (semakin besar bagian GNP yang ditabung atau diinvestasikan, maka pertumbuhan GNP yang akan dihasilkan menjadi lebih besar), dan berbanding terbalik dengan rasio modal output di suatu perekonomian (semakin besar rasio modal-output nasional (k),maka tingkat pertumbuhan ekonomi semakin rendah). Jadi berdasarkan teori Harrod-Domar agar dapat tumbuh dengan pesat, maka setiap perekonomian harus menabung dan menginvestasikan sebanyak mungkin GNP-nya. Akan tetapi tingkat pertumbuhan aktiva yang dapat dijangkau pada tiap tingkat tanbungan dan investasi juga bergantung pad produktivitas investasi tersebut.

  • Teori Pertumbuhan Ekonomi Solow
    Model pertumbuhan Solow memberi kontribusi positip terhadap teori pertumbuhan neoklasik sehingga Solow dianugerahi Hadiah Nobel bidang ekonomi. Model pertumbuhan neoklasik Solow berpegang pada konsep skala hasil yang semakin berkurang (diminishing returns) dari input tenaga kerja dan modal jika keduanya dianalisis secara terpisah. Jika keduanya dianalisis secara bersama atau sekaligus, Solow memakai asumsi skala hasil tetap (constant returns to scale). Kemajuan teknologi ditetapkan sebagai faktor residu untuk menjelaskan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang, dan tinggi rendahnya pertumbuhan itu sendiri diasumsikan bersifat eksogen atau tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Pada intinya, model ini merupakan pengembangan dari formulasi HarrodDomar dengan menambahkan faktor tenaga kerja dan teknologi ke dalam persamaan pertumbuhan. (M. P. Todaro, 2003).

    Model Pertumbuhan Solow berangkat dari fungsi produksi agregat sebagai berikut: Y = Af(K,L); Dimana Y adalah output, K adalah modal (capital) L adalah tenaga kerja dan A merupakan teknologi. Asumsi yang digunakan antara lain constant return to scale untuk kedua unsurnya bahwa jika kuantitas kapital dan efektif labor digandakan (melalui K dan L dengan porsi tetap) maka output akan berlipat ganda pada porsi yang sama. Asumsi ini memberikan dua asumsi tambahan yaitu perekonomian harus cukup besar dan input-input selain K, A, dan L misalnya sumberdaya alam dan lahan relatif kurang penting.

    Input-input dalam model dapat berubah setiap saat sehingga asumsi-asumsi yang digunakan memperhatikan perubahan-perubahan pada stok labor, pengetahuan dan kapital. Diasumsikan labor dan pengetahuan bertumbuh dengan tingkat yang konstan L(t) = nL(t) dan A(t) = gA(t). Output dibagi untuk konsumsi dan investasi. Bagian yang tidak dikonsumsi akan ditabung sebesar proporsi tertentu dari pendapatan misalkan sebesar s (akan digunakan untuk investasi). Bagian yang dicurahkan untuk investasi ditentukan berdasarkan penyusutan yang dilakukan yaitu δ. Berkaitan dengan kapital, satu unit kapital terdepresiasi dengan laju δ. Jadi diperoleh evolusi kapital : ΔK(t) = sf(k(t) – (n+g+δ)k(t). Persamaan ini menunjukkan tingkat perubahan stok kapital per unit efektif labor sama dengan perbedaan antara investasi aktual per efektif labor dan investasi break event (Mankiw, 2000)