Apa saja model dan teori pertumbuhan ekonomi?

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.

Apa saja model dan teori pertumbuhan ekonomi?

  1. Teori Pertumbuhan Adam Smith
    Di dalam teori klasik, ada tiga faktor yang menjadi penentu proses produksi atau pertumbuhan, yaitu SDM (sumber daya manusia), SDA, dan barang modal.

  2. Teori Pertumbuhan David Ricardo
    Menurut teori pertumbuhan, pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh SDA (dalam arti tanah) yang jumlahnya terbatas, dan jumlah penduduk yang mampu menciptakan jumlah tenaga kerja yang bisa menyesuaikan diri dengan tingkat upah, di bawah atau di atas tingkat upah alamiah atau minimal. Selain itu, David ricardo juga melihat adanya perubahan teknologi yang selalu terjadi.

  3. Teori Neo-Keynes
    Teori neo-Keynes merupakan modal dari Harrod dan Domar yang mencoba memperluas teori Keynes mengenai keseimbangan pertumbuhan ekonomi dalam pemikiran jangka panjang dengan memperhatikan pengaruh dari investasi, baik pada Agregat Demand ataupun pada perluasan kapasitas produksi Agregat Supply, yang pada akhirnya pertumbuhan ekonomi akan meningkat.

  4. Model Pertumbuhan WW. Rostow
    Menurut Rostow, pembangunan ekonomi di manapun juga merupakan suatu proses yang bergerak dalam suatu garis lurus, yaitu dari masyarakat yang terbelakang ke arah masyarakat yang maju.

Summary

https://www.muttaqin.id/2016/10/soal-ekonomi-pertumbuhan-perubahan-struktur-krisis-ekonomi-kunci-jawaban.html

Boediono (1992) menyatakan, bahwa pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output dalam jangka panjang. Pemakaian indikator pertumbuhan ekonomi akan dilihat dalam kurun waktu yang cukup lama, misalnya sepuluh, dua puluh, lima puluh tahun atau bahkan lebih. Pertumbuhan ekonomi akan terjadi apabila ada kencenderungan yang terjadi dari proses internal perekonomian itu, artinya artinya harus berasal dari kekuatan yang ada di dalam perekonomian itu sendiri. Untuk mengetahui apakah suatu perekonomian mengalami pertumbuhan, harus dipertimbangkan PDRB riil satu tahun (PDRBt) dengan PDRB riil tahun sebelumnya (PDRBt-1), atau dapat di formulasikan sebagai berikut:

image

Untuk mengukur laju pertumbuhan rata‐rata per tahun digunakanrumus sebagai berikut:

image

dimana :
r = Laju pertumbuhan ekonomi rata-rata
n = Jumlah Tahun (dihitung mulai dengan sampai dengan)
Tn = Data PDRB tahun sebelumnya
T0 = Data PDRB tahun tertentu

Todaro dan Smith (2003) menjelaskan beberapa pendekatan teori klasik pembangunan ekonomi, yaitu: teori tahapan linier dan pembangunan sebagai pertumbuhan; model perubahan struktural; revolusi ketergantungan internasional.

  • Teori Pertumbuhan Rostow
    Teori ini bertolak dari lingkungan intelektual yang masih steril dan dipacu oleh politik perang Dingin yang berkobar pada masa tersebut. Model pembangunan tahap pertumbuhan (stages-of-growth model development) merupakan hasil pemikiran dari seorang ahli sejarah ekonomi dai Amerika Serikatyaitu Walt W. Rostow. Menurut ajaran Rostow, perubahan dari keterbelakangan menuju kemajuan ekonomi dapat dijelaskan dalam satu seri tahapan yang harus dilaului oleh setiap negara. Adapun tahapan tersebut adalah: \

    1. Tahapan perekonomian tradisional;
    2. Tahapan pra kondisi tinggal landas;
    3. Tahapan tinggal landas;
    4. Tahapan menuju kedewasaan;
    5. Tahapan konsumsi massa tinggi.
  • Teori Pertumbuhan Harrod Domar
    Setiap perekonomian pada dasarnya harus mencadangkan atau menabung sebagian tertentu dari pendapatan nasionalanya untuk menambah atau menggantikan barang-barang modal (gedung,alat-alat, dan bahan baku) yang telah (s), serta rasio modal output nasional (k). secara lebih spesifik , persamaan tersebut mentakan bahwa tanpa adaya intervensi pemerintah, tingkat pertumbuhan pendapatan nasional berbanding lurus dengan rasio tabungan (semakin besar bagian GNP yang ditabung atau diinvestasikan, maka pertumbuhan GNP yang akan dihasilkan menjadi lebih besar), dan berbanding terbalik dengan rasio modal output di suatu perekonomian (semakin besar rasio modal-output nasional (k),maka tingkat pertumbuhan ekonomi semakin rendah). Jadi berdasarkan teori Harrod-Domar agar dapat tumbuh dengan pesat, maka setiap perekonomian harus menabung dan menginvestasikan sebanyak mungkin GNP-nya. Akan tetapi tingkat pertumbuhan aktiva yang dapat dijangkau pada tiap tingkat tanbungan dan investasi juga bergantung pad produktivitas investasi tersebut.

  • Teori Pertumbuhan Ekonomi Solow
    Model pertumbuhan Solow memberi kontribusi positip terhadap teori pertumbuhan neoklasik sehingga Solow dianugerahi Hadiah Nobel bidang ekonomi. Model pertumbuhan neoklasik Solow berpegang pada konsep skala hasil yang semakin berkurang (diminishing returns) dari input tenaga kerja dan modal jika keduanya dianalisis secara terpisah. Jika keduanya dianalisis secara bersama atau sekaligus, Solow memakai asumsi skala hasil tetap (constant returns to scale). Kemajuan teknologi ditetapkan sebagai faktor residu untuk menjelaskan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang, dan tinggi rendahnya pertumbuhan itu sendiri diasumsikan bersifat eksogen atau tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Pada intinya, model ini merupakan pengembangan dari formulasi HarrodDomar dengan menambahkan faktor tenaga kerja dan teknologi ke dalam persamaan pertumbuhan. (M. P. Todaro, 2003).

    Model Pertumbuhan Solow berangkat dari fungsi produksi agregat sebagai berikut: Y = Af(K,L); Dimana Y adalah output, K adalah modal (capital) L adalah tenaga kerja dan A merupakan teknologi. Asumsi yang digunakan antara lain constant return to scale untuk kedua unsurnya bahwa jika kuantitas kapital dan efektif labor digandakan (melalui K dan L dengan porsi tetap) maka output akan berlipat ganda pada porsi yang sama. Asumsi ini memberikan dua asumsi tambahan yaitu perekonomian harus cukup besar dan input-input selain K, A, dan L misalnya sumberdaya alam dan lahan relatif kurang penting.

    Input-input dalam model dapat berubah setiap saat sehingga asumsi-asumsi yang digunakan memperhatikan perubahan-perubahan pada stok labor, pengetahuan dan kapital. Diasumsikan labor dan pengetahuan bertumbuh dengan tingkat yang konstan L(t) = nL(t) dan A(t) = gA(t). Output dibagi untuk konsumsi dan investasi. Bagian yang tidak dikonsumsi akan ditabung sebesar proporsi tertentu dari pendapatan misalkan sebesar s (akan digunakan untuk investasi). Bagian yang dicurahkan untuk investasi ditentukan berdasarkan penyusutan yang dilakukan yaitu δ. Berkaitan dengan kapital, satu unit kapital terdepresiasi dengan laju δ. Jadi diperoleh evolusi kapital : ΔK(t) = sf(k(t) – (n+g+δ)k(t). Persamaan ini menunjukkan tingkat perubahan stok kapital per unit efektif labor sama dengan perbedaan antara investasi aktual per efektif labor dan investasi break event (Mankiw, 2000)

  1. Teori Model Pertumbuhan Solow

Pertumbuhan ekonomi yang dikembangkan dengan model pertumbuhan solow. Model ini menunjukkan tabungan, pertumbuhan populasi, dan kemajuan teknologi yang mempengaruhi tingkat output perekonomian serta pertumbuhan sepanjang waktu.

1). Akumulasi Modal

Model pertumbuhan solow dirancang untuk menunjukan pertumbuhan persediaan modal, pertumbuhan angkatan kerja, kemajuan teknologi berinteraksi dalam perekonomian dan pengaruhnya terhadap output barang dan jasa suatu negara keseluruhan. Model ini dikembangkan secara bertahap.

Tahap pertama adalah mengkaji penawaran dan permintaan terhadap barang menentukan akumulasi modal. Pada tahap ini diasumsikan bahwa angkatan kerja dan teknologi adalah tetap, kemudian ubah asumsi-asumsi ini dengan memperkenalkan perubahan-perubahan dalam angkatan kerja dan pada tahap terakhir akan memperkenalkan perubahan-perubahan dalam teknologi.

  • Penawaran dan Permintaan terhadap Barang

Penawaran dan permintaan terhadap barang memainkan peranan penting dalam model perekonomian statis. Model pertumbuhan solow dengan memperhatikan penawaran dan permintaan terhadap barang, ekonom bisa melihat sesuatu yang menentukan banyaknya output yang diproduksi pada waktu tertentu dan output yang akan dialokasikan diantara beberapa alternatif penggunaan.

a) Penawaran Barang dan Fungsi Produksi

Penawaran barang model solow didasarkan pada fungsi produksi yang sudah dikenal, yang menyatakan bahwa output bergantung pada persediaan modal dan angkatan kerja.

Y = F (K, L)

Model pertumbuhan solow mengasumsikan bahwa fungsi produksi mempunyai skala pengembalian konstan. Asumsi ini sering dianggap realistis, dan membantu untuk mempermudah analisa. Fungsi produksi memiliki skala pengembalian konstan jika

zY = F( zK, zL)

dengan z bernilai positif. Jika mengalikan modal dan tenaga kerja dengan z serta mengalikan jumlah output dengan z. Fungsi produksi dengan skala pengembalian konstan memungkinkan untuk menganalisis variabel dalam perekonomian dibandingkan dengan angkatan kerja. Untuk melihat kebenaranya, menggunakan z = 1/L dalam persamaan diatas untuk mendapatkan

Y / L = F(K/L, 1)

Persamaan ini menunjukkan bahwa jumlah output per pekerja Y/L adalah fungsi dari jumlah modal pekerja K/L (Angka 1 adalah konstan sehingga bisa dihilangkan). Asumsi skala pengembalian konstan menunjukkan bahwa besarnya perekonomian diukur oleh jumlah pekerja tidak mempengaruhi hubungan antara output per pekerja dan modal per pekerja.

Fungsi produksi menunjukkan jumlah modal per pekerja k menentukan jumlah output per pekerja y = f(k). Kemiringan fungsi produksi adalah produk marginal modal, ketika k rendah rata-rata pekerja hanya memiliki sedikit modal untuk bekerja, sehingga satu unit modal tambahan begitu berguna dam dapat memproduksi banyak output tambahan. Sedangkan ketika k tinggi rata-rata pekerja memiliki banyak modal, sehingga satu unit modal tambahan hanya sedikit meningkatkan produksi.

b) Permintaan terhadap Barang dan Fungsi Konsumsi

Permintaan terhadap barang dalam model solow berasal dari konsumsi dan investasi. Output per pekerja y merupakan konsumsi per pekerja c dan investasi per pekerja i

y= c + i

Persamaan ini adalah versi per pekerka dari perhitungan pendapatan nasional untuk suatu perekonomian. Persamaan itu menghilangkan belanja pemerintah dan ekspor neto (karena mengasumsikan perekonomian tertutup).

Model solow mengasumsikan bahwa setiap tahun orang menabung sebagian s dari pendapatan mereka dan mengkonsumsi sebagian (1 - s). Gagasan ini bisa dinyatakan dengan fungsi konsumsi sederhana :

C = (1 - s)y

s merupakan tingkat tabungan, adalah angka antara nol dan satu. Berbagai kebijakan pemerintah secara potensial bisa mempengaruhi tingkat tabungan nasional, sehingga salah satu dari tujuannya untuk mencari beberapa tingkat tabungan yang diinginkan. Namun, sekarang tingkat bunga diasumsikan sebagai s sudah baku.

  • Pertumbuhan Persediaan Modal dalam Kondisi Mapan

Persediaan modal adalah determinan output perekonomian yang penting, karena persediaan modal bisa berubah sepanjang waktu dan perubahan itu bisa mengarah ke pertumbuhan ekonomi. Kekuatan yang mempengaruhi persediaan modal ada dua yaitu investasi dan depresiasi. Investasi mengacu pada pengeluaran untuk perluasan usaha dan peralatan baru dan menyebabkan persediaan modal bertambah. Depresiasi mengacu pada penggunaan modal dan hal itu menyebabkan modal berkurang.

Hubungan antara output, konsumsi dan investasi dinyatakan dengan tingkat tabungan s menentukan alokasi output diantara konsumsi dan investasi. Untuk setiap tingkat modal k, output adalah f(k), investasi adalah sf(k) dan konsumsi adalah f(k)- sf(k). Depresiasi dimasukkan dalam model, diasumsikan bahwa sebagian tertentu dari persediaan modal yang konstan δ habis dipakai setiap tahun. Karena itu, depresiasi adalah proposional terhadap pesediaan modal.

Hubungan invbestasi, depresiasi dan kondisi mapan adalah Tingkat modal kondisi mapan k* adalah tingkat dimana investasi sama dengan depresiasi yang menunjukkan bahwa jumlah modal tidak akan berubah sepanjang waktu. Pada saat k* dibawah investasi melebihi depresiasi, sehingga persedian modal tumbuh, sedangkan diatas k* investasi kurang dari dari depresiasi, sehingga persediaan modal menyusut.

2). Pertumbuhan Populasi

Model solow dasar menunjukkan bahwa akumulasi modal dengan sendirinya tidak bisa menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan yaitu tingkat tabungan yang tinggi menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara temporer, tetapi perekonomian pada akhirnya mendekati mapan dimana modal dan output konstan.

Pertumbuhan populasi dalam model solow seperti halnya depresiasi, pertumbuhan populasi adalah suatu alasan persediaan modal pekerja mengecil. Jika n adalah tingkat pertumbuhan populasi dan δ adalah tingkat depresiasi, maka (δ + n) adalah investasi pulang pokok jumlah investasi yang dibutuhkan untuk mempertahankan persediaan modal per pekerja k tetap konstan. Perekonomian berada pada kondisi mapan, investasi sf(k) mengimbangi pengaruh depresiasi dan pertumbuhan populasi (δ + n)k.

3). Kemajuan Teknologi dalam Model Solow

Model solow mengasumsikan hubungan yang tidak berubah antara input modal dengan tenaga kerja serta output barang dan jasa. Model itu bisa dimodifikasi untuk mencakup kemajuan teknologi yang merupakan variabel eksogen, yang mengasumsikan kemampuan masyarakat untuk berproduksi sepanjang waktu.

Hubungan kemajuan teknologi dan model pertumbuhan solow, kemajuan teknologi yang mengoptimalkan tenaga kerja pada tingkat g mempengaruhi model pertumbuhan solow dalam cara yang sama dengan pertumbuhan populasi pada tingkan n. Sedangkan k, didefinisikan sebagai jumlah modal per pekerja efektif. Kondisi mapan, investasi sf(k) secara tepat mengimbangi penurunan k yang terkait dengan depresiasi, pertumbuhan populasi dan kemajuan teknologi.

  1. Teori Pertumbuhan Endogen

Model pertumbuhan solow menunjukkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan harus berasal dari kemajuan teknologi. Proses pertumbuhan agar dapat dipahami sepenuhnya, kita perlu keluar dari model solow dan mengembangkan model-model yang menjelaskan kemajuaan teknologi yang berasal dari luar. Model-model ini sering disebut teori pertumbuhan endogen karena menolak asumsi model solow tentang perubahan teknologi yang berasal dari luar (eksogen).

1). Model Dasar

Menggambarkan gagasan di belakang teori pertumbuhan endogen dengan fungsi produksi sederhana:

Y = AK

Y adalah output, K adalah persediaan modal dan A adalah konstanta yang mengukur jumlah output yang diproduksi setiap unit modal. Fungsi produksi ini tidak menunjukkan muatan dari pengembalian modal yang kian menurun. Satu unit modal tambahan memproduksi unit output tambahan sebesar A, tanpa menghitung banyak modal yang ada. Model pertumbuhan endogen, tabungan dan investasi bisa mendorong pertumbuhan yang berkesinambungan.

Penganut teori pertumbuhan endogen berpendapat bahwa asumai pengambilan modal konstan lebih bermanfaat jika K diasumsikan secara lebih luas. Kasus terbaik untuk model pertumbuhan endogen adalah memandang ilmu pengetahuan sebagi sejenis modal. Ilmu pengetahuan adalah input penting produksi perekonomian baik produksi barang dan jasa maupun produksi ilmu pengetahuan barunya.

Namun, dibanding dengan modal lain kuranga wajar untuk mengasumsikan bahwa ilmu pengetahuan memiliki muatan pengembalian yang kian menurun. Jika menerima ilmu pengetahuan adalah sejenis modal, maka model pertumbuhan endogen dengan asumsi pengembalian mpdal konstan menjadi deskriptif yang lebih mengesankan tentang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

2). Model Dua-Sektor

Model Y = AK adalah pertumbuhan endogen yang paling sederhana. Sebuah lini penelitian telah berupaya model dengan lebih dari satu sektor produksi untuk memberikan penjelasan yang lebih baik tentang kekuatan-kekuatan yang mengelola kemajuan teknologi.

Perekonomian memiliki duaa sektor, yang disebut perusahaan manufaktur dan universitas riset. Perusahaan memproduksi barang dan jasa, yang digunakan untuk konsumsi serta investasi modal fisik. Universitas memproduksi faktor-faktor produksi yang disebut ilmu pengetahuan, yang kemudian digunakan secara bebas oleh kedua sektor. Perekonomian dijelaskan oleh fungsi produksi untuk perusahaan, fungsi produksi untuk universitas, dan persamaan akumulasi modal.

Y = F[K, (1-µ) LE] (Fungsi produksi dalm perusahaan manufaktur)
ΔE = g(u) E (Fungsi produksi dalam universitas riset)
ΔK = sY – δK (akumulasi modal)

Jika u, bagian dari angkatan kerja berada di universitas dinyatakan konstan, maka efisiensi tenaga kerja E tumbuh pada tingkat g(u). Hasil pertumbuhan konstan dalam efisiensi tenaga kerja dalam tingkat g ini adalah sama dengan asumsi model solow dengan kemajuan teknologi. Keseluruhan model fungsi produksi perusahaan manufaktur dan persamaan akumulasi modal juga merakit kembali seluruh model solow. Akibatnya, untuk setiap nilai tertentu dari u, model pertumbuhan endogen ini bekerja seperti halnya model solow.

Variabel keputusan dalam model ini ada dua yaitu bagian output yang digunakan untuk tabungan dan investasi s menentukan persediaan modal fisik pada kondisi mapan. Bagian tenaga kerja yang berada di universitas, u menentukan pertumbuhan persediaan ilmu pengetahuan. Baik s maupun u mempengaruhi tingkat pertumbuhan pendapatan pada kondisi mapan. Jadi, model endogen ini mengambil langkah kecil keputusan-keputusan kemasyarakatan yang menentukan tingkat perubahan teknologi.