Apa saja metode dalam mengenali perubahan lesi?

Lesi adalah istilah kedokteran untuk merujuk pada keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh. Hal ini dapat terjadi karena proses beberapa penyakit seperti trauma fisik, kimiawi, dan elektris; infeksi, masalah metabolisme, dan otoimun.

Beberapa metode/cara dalam usaha mengenali perubahan lesi tersebut antara lain dengan berbagai cara, bisa salah satu atau tergantung kebutuhan yaitu sebagai berikut:

Pemeriksaan kasar pemeriksaan jaringan yang sakit dengan mata telanjang, khususnya penting untuk fragmen jaringan yang besar karena penyakit itu sering dapat dikenali secara visual. Pada tingkat ini patolog memilih daerah yang akan diproses untuk histopatologi. Kadang-kadang memerlukan bantuan kaca pembesar/ suryakanta atau mikroskop stereo, khususnya saat memeriksa organisme parasit.

Histopatologi pemeriksaan mikroskopis pada salah satu bagian jaringan yang diwarnai menggunakan teknik Pewarnaan histologis standar adalah hematoksilin dan eosin, atau yang lainnya sesuai kebutuhan. Dengan mikroskop, patolog dapat melihat kerusakan tingkat seluler, dengan pewarnaan hematoksilin dan eosin. Ilmu yang mempelajari pengecatan bagian jaringan disebut histokimia.

Imunohistokimia menggunakan antibodi untuk mendeteksi keberadaan kualitas, dan lokalisasi protein spesifik Teknik ini penting untuk membedakan antara gangguan dengan morfologi yang mirip dan juga mencirikan sifat sifat molekuler kanker tertentu, bermanfaat untuk identifikasi, lokalisasi, dan karakterisasi suatu antigen tertentu, serta menentukan diagnosis, therapi, dan prognosis kanker.

Hibridisasi in situ molekul DNA dan RNA spesifik dapat dikenali pada bagian yang dicurigai, dengan menggunakan Teknik ini. Bila probe dilabeli dengan celupan berpendar, Teknik ini disebut FISH
pada bagian Bibridisasiin situ molekul DNA dan RNA spesifik dapat dikenali dengan yang dicurigai, dengan menggunakan teknik ini. Bila probe dilabeli berpendar, teknik ini disebut EISH.

Sitopatologi pemeriksaan sel-sel lepas yang diwarnai pada kaca menggunakan teknik sitologi.

Mikroskopi elektron, pemeriksaan jaringan dengan mikroskop elektron memungkinkan pembesaran jauh lebih besar, memungkinkan visualisasi telah digantikan oleh imunohistokimia, tetapi sering digunakan untuk tugas tertentu, termasuk diagnosis penyakit ginjal dan pengenalan sindrom silia imetil di antara lainnya.

Sitogenetika jaringan visualisasi kromosom untuk mengenali cacat genetik seperti translokasi kromosom.