Apa saja macam-macam ornamen hias rumah adat batak ?

filosofi_bangunan
arsitektur_nusantara

(Bima Satria) #1

Gorga

Ragam hias rumah adat Batak Toba atau Gorga adalah macam-macam pola hiasan yang dibuat untuk memperindah rumah adat (exterior rumah), yang diwariskan turun-temurun melatarbelakangi pola pikir masyarakat suku Batak Toba.

Apa saja macam-macam ornamen hias rumah adat batak ? Dan bagaimana makna filosofinya ?


(Yalanda Cahya Hardiyani) #2

Gorga Batak merupakan salah satu karya seni dan kebudayaan Batak yang usianya sudah cukup tua. Sebuah seni pahat tradisional yang dibuat secara alami. Pada zaman dahulu, gorga hanya dibuat untuk rumah yang dianggap terhormat, karena nenek moyang Batak menganggap bahwa gorga bukan hanya sekedar hiasan, tetapi memiliki makna yang mencenninkan hidup Orang Batak.

Berikut beberapa macam gorga yang biasanya dibuat sebagai ornamen eksterior rumat adat batak.

Gorga Simeol-eol


Istilah simeol-eol merupakan suatu deforrnasi dari gerak tumbuhan lumut yang melenggang-lenggok dengan arah lengkungan masuk kedalam dan keluar.

Defonnasi inilah yang mewaliki gerak gorga simeol-eol yang diukirkan pada motif ini. Sehingga, tanda ini digolongkan ke dalam ikon. Ikon didasari pada hubungan kemiripan ciri-ciri tanda yang digunakan objek yang direpresentasikannya.

Pemahaman ini minunjukkan bahwa terdapatnya ciri-ciri fisik dari benda yang direpresentasikannya. Didasarkan pada hubungan sebab akibat yang terjadi, maka dapat digolongkan ke dalam indeks. Sebab akibat yang tampak adalah keberadaan corak gorga simeol-eol tergantung pada terjadinya gerak objek yang diwakilinya.

Selain sebagai tanda indeks, gorga simeol-eol juga tergolong ke dalam simbol, dikarenakan gorga simeol-eol ini merupakan simbol kegembiraan. Pemahaman ini diikuti dengan pemahaman inkulturasi yang berorientasi makna yang sama dengan makna budaya Batak Toba.

Gorga Simeol-eol
Gambar Gorga Simeol-eol

Gorga simeol-eol merupakan motif gorga yang dideformasi dari gerakan
tumbuhan lumut yang melenggak-lenggok, sehingga secara denotatif, gorga ini
merupakan visualisasi dari tumbuhan yang memiliki bentuk yang hampir simetris pada setiap lekukkannya. Gerak yang dihasilkan memberi irama dan garis melengkung kedalam dan meliuk keluar. Sehingga satu kesatuan gorga ini terkesan tampak mengikuti pola huruf S ataupun pola Angka 8.

Pewarnaannya menggunakan karakter warna gorga batak yaitu warna merah, putih dan hitam. Dilihat secara konotatif, gorga simeol-eiol dilihat dari sudut pandang inkulturasi, memberikan kesan akan dinamisme kehidupan manusia akan kegembiraan duniawi. Dimana diyakini seperti tumbuhan lumut yang
kehidupannya terombang-ambing dengan gerak yang gemulai, namun akar tetap kokoh merekat.

Pada sosial kehidupan manusiapun dalam menjalani kehidupan haruslah selalu merasa senang namun tetap pada dasarnya yaitu mengutamakan kepentingan surgawi. Sehingga gorga simeol-eol ini merupakan simbol kegembiraan akan hidup di duniawi.

Gorga Simeol-eol Marcialoan

Jenis gorga ini memiliki penggolongan ikon dan indeks yang dideskripsikan sama dengan identifikasi dan klasifikasi pada gorga simeol-eol sebelurrrya. Namun nilai yang dihadirkan pada gorga simeol-eol marsialoan dari substansi inkulturasi adalah kepercayaan umat katolik bahwa tidaklah selamanya dalam menghayati iman itu sehati seperasaan.

Walaupun tidak sehati seperasaan, tetapi cita-cita tetap sehati seperasaan. Berdasarkan pemahaman tersebut tanda ini digolongkan pada simbol. Sesuai dengan nilai yang ditunjukkan bahwa pemahaman yang berangkat dari substansi budaya Batak hampir disamakan dengan pemahaman inkulturasi yaitu simbol rasa tenggang rasa dan mampu berbagi kebahagian sekalipun dalam ragam perbedaan.

Gorga Simeol-eol Masialoan
Gambar Gorga Simeol-eol Masialoan

Motif gorga simeol-eol marsialoan ini tampak dibuat dengan motif gorga simeoleol yang berlawanan arah. Dengan kata lain Marsialoanjika diartikan adalah berlawan-lawanan. Secara makna denotatif, tanda ini digambarkan dengan ujung yang berlawan-lawanan namun tetap satu kesatuan yang utuh sehingga memberi irama gerak yang saling mengikat. Pewarnaannya menggunakan karakter warna gorga batak yaitu wa:na merah, putih dan hitam.

Secara konotatif, jika dilihat dari kaca mata inkulturasi dan budaya gorga ini memberi isyarat agar umat manusia senantiasa mampu memberi penghiburan dan tenggangrasa sesama mahluk ciptaan Tuhan walaupun dalam posisi yang berlawan-lawanan.

Gorga Silintong


Gorga silintong merupakan tanda yang berbentuk visualisasi dari tiruan putaran air dalam suatu wadah. Sehingga dalam hal ini gorga silintong dapat digolongkan ke dalam ikon. Penggolongan ini berdasarkan pada hubungan tanda dan objek terwujud sebagai kesamaan dalam beberapa kualitas bentuk yang berputar. Dapat dipahami pusaran tersebut berbentuk spiral memusat yang menghasilkan deforrrasi bentuk motif silintong tersebut. Bentuk ini juga yang menjadi suatu persamaan potensial walaupun ikon di dalam kenyataan tidak muncul dalam bentuk mumi.

Gorga Silintong tergolong indeks, dikarenakan keberadaan gorga ini tergantung pada pusaran air yang terjadi yang menggambarkan motif gorga terbentuk. Secara indeksial tanda-ini mengacu kepada sifat objek yang dipertahankan yaitu dengan bentuk spiral dan memusat.

Gorga ini dipahami sebelumnya sebagai makna kekuatan gaib (mistis). Namun upaya inlkulturasi memahami makna sebagai sarana memperkuat kepercayaan umat beriman dan memberikan kekuatan baru bagi manusia.

Dari kedua pemahaman tersebut, gorga silintong diartikan sebagai adanya kekuatan baru ataupun kekuatan suci (kesucian iman). Sehingga digolongkan sebagai simbol, karena pemahaman yang berangkat dari substansi budaya Batak hampir disamakan dengan pemahaman inkulturasi yaitu simbol kekuatan.

Gorga Silintong
Gambar Gorga Silintong

Gorga silintong ini, secara makna denotatif, menggambarkan tanda yang memiliki bentuk yang memusat atau melingkar dengan menuju satu titik pusat; tanda ini dibuat dengan berkesinambungan dan tidak terputus menuju ulu ni rurna. Disusun dengan posisi diagonal mengikuti bidang sitindangi santung-santung.

Pewarnaannya menggunakan karakter warna gorga Batak yaitu wama merah, putih dan hitam. Sementara secara konotatif dilihat dari sudut pandang inkulturasi, gorga ini diisyaratkan sebagai kekuatan iman (kesucian iman) umat beragama.

Gorga lpon-ipon


Gorga ipon-ipon, pada hakekatnya, tidaklah semua gorga ipon-ipon berbentuk gigi tetapi beberapa motif berbentuk dekoratif semata. Namun secara visualisasi bentuk gorga ipon-ipon adalah bentuk geometris. Dimana salah satu dari bentuk geometris itu berbentuk segitiga sama kaki yang dibuat berulang-ulang sehingga menyerupai gigi (berbentuk taring).

Berdasarkan penjelasan tadi, gorga ipon-ipon dapat digolongkan ikon, disebabkan berdasarkan hubungan bentuk alamiah. Dengan kata lain ipon-ipon merepresentasikan bentuk susunan gigi dengan keberadaan gorga ipon-ipon dimaksud hanya memberi fungsi sebagai menghiasi gorga yang disertainya. Dikatakan berfungsi menghiasi karena keberadannya berkaitan dengan kelengkapan gorga lain. Sehingga gorga ipon-ipon tergolong kedalam indeks dalam kajian semiotika. Indeks didasarkan pada adanya hubungan sebab akibat keberadaan motif gorga tersebut.

Dengan bentuk yang dideformasi dari gigi yang geometris, keberadaannya digunakan untuk menghiasi gorga yang disertainya. Sekaligus memiliki pemahaman makna simbol yang terkandung mengatakan bahwa ipon-ipon suatu simbol kemajuan. Melalui pengertian ini gorga ipon-ipon termasuk ke dalam simbol.

Gorga Ipon-Ipon
Gambar Gorga Ipon-Ipon

Gorga ipon-ipon hanya merujuk kepada bentuk yang geometris dan bentuk yang
dekoratif semata. Namun dilihat secara makna denotatif, beberapa gorga ipon-ipon memiliki ragam bentuk dengan deformasi bentuk segitiga, maupun pola huruf contohnya pola huruf S dan pola huruf V, serta pola lainnya, dengan penerapannya dibuat dengan struktur bentuk yang berulang-ulang sehingga tampak satu kesatuan.

Sementara berdasarkan penempatannya sering ditempatkan dengan gorga lain sebagai penghias. Karakter pewarnaannya adalah menggunakan warna merah, putih, dan hitam. Secara konotatif, gorga ini mengisyaratkan pesan betapa pentingnya kemajuan hidup serta rasa tolong menolong dan saling melengkapi. Ataupun perlambangan dari suatu hasrat akan kesuksesan dan kemajuan pribadi, keluaga, maupun masyarakat.

Gorga lran-iran


Pemahaman akan arti iran adalah sebuah pemanis maupun penghias yang memberi nilai estetik. Sehingga secara visualisasi, gorga iran-iran tidak tennasuk kedalam ikon, dalam kajian semiotika. Karena iran bukan representasi dari bentuk apapun yang ditandainya. Didasari dari tidak adanya kesamaan bentuk fisik secara alamiah terhadap objek yang direpsentasikannya. Namun demikian tanda ini dapat digolongkan ke dalam indeks, dimana keberadaannya dimaksudkan berfungsi memberi kesan manis atau menghias secara dekoratif.

Keberadaan tanda ini diyakini berdasarkan substansi budaya Batak Toba bahwa makna gorga ini sebagai nasehat. Nasehat untuk setiap orang supaya senantiasa bersikap manis, ramah, tidak berpura-pura, dan mampu menyenangkan orang lain. Pemahaman diatas menyimpulkan bahwa gorga iran-iran termasuk ke dalam simbol, sehingga termasuk mengandung makna simbol yaitu kecantikan/manis.

Gorga iran-iran
Gambar Gorga iran-iran

Secara denotatif, gorga iran-iran merupakan visualisasi bentuk tumbuhan merambat. Penerapannya dibuat dengan struktur bentuk yang berulang-ulang sehingga tampak satu kesatuan. Pewarnaannya menggunakan karakter warna gorga batak yaitu warna merah, putih dan hitam.

Sementara berdasarkan penempatannya gorga tersebut ditempatkan dibagian depan bangunan, yaitu pada sitindangi. Namun secara konotatif, tanda ini menjadi simbol sikap tenggang rasa, ramah dan manis dalam hal sikap. Secara fungsional sebagai penghias terutama pemanis pada sebuah bangunan rumah. Bangunan rumah Batak Toba selalu menerapkan gorga iran-iran supaya senantiasa memberi kesan manis pada pemiliknya, sementara fungsinya menghiasi dan dapat memberikan kesan beriwibawa pada bangunan tersebut.

Gorga Simata ni ari


Mataniari adalah Matahari. Gorga ini mengambil bentuk matahari dan diwujudkan secara geometris dalam bentuk kurva tertutup yang membentuk empat bulatan di sebelah kiri, kanan, atas dan bawah suatu bujursangkar, jajaran genjang, sebagai pusatnya dan empat buah bulatan pada keempat sudutnya.

Gorga si mataniari ini biasanya dibuat pada sudut parhongkom kiri dan kanan dengan teknik ukir (gorga lontik) maupun teknik lukis (gorga dais). Hubungan yang ditunjukkan antara tanda dan penanda adalah wujud matahari.

Gorga simata ni ari dapat digolongkan kedalam ikon, didasarkan pada representasi keterkaitan bentuk ciri-ciri matahari bersinar sebagai keterkaitan bentuk gorga tersebut, dengan visualisasi bentuk gorga simata ni ari yang meniru wujud matahari secara dekoratif.

Gorga Mataniari
Gambar Gorga Mataniari

Klasifikasi tanda dalam kajian semiotika gorga simata ni ari dapat digolongkan ke dalam indeks. Berdasarkan substansi pemaknaan Batak Toba dan inlkulturatif memiliki kesamaan makna sebagai penerang dengan objek yang berbeda. Namun demikian dapat dipertahankan bahwa pemahaman tanda tersebut adalah simbol penerang. Dari pemahaman ini menunjukkan bahwa tanda tersebut dapat digolongkan kedalam simbol dalam kajian semiotika.

Tanda ini, secara denotatif merupakan gambaran akan wujud matahari yang digayakan dengan berlebihan sehingga secara realitas tidak tampak seperti matahari. Bentuk yang dihadirkan dengan teknik diukir memberi bentuk garis menyilang dengan ujung garis bercabang.

Pewarnaannya menggunakan karakter warna gorga batak yaitu wama merah, putih dan hitam. Secara Konotatif, gorga ini menggambarkan betapa pentingnya sifat penerang bagi manusia. Sifat penerang tersebut akan membawa kita pada kesuksesan maupun kemajuan. Sebab diyakini matahari selalu memberi penghidupan dan penerangan bagi makhluk hidup di alam ini.

Gorga Desa nu ualu


Gorga Desa na ualu merupakan gambaran dari kosmologi arah mata angin. Tanda ini menandai akan keadaan delapan sudut arah mata angin. Gorga Desa na ualu tidak dapat digolongkan ke dalam ikon, hal ini dikarenakan tidak adanya bentuk benda fisik yang direpresentasikannya.

Keadaan akan kedelapan mata arah angin menjadi alasan digolongkanya gorga tersebut ke dalam indeks dalam kajian semiotika. Indeksial tersebut dikarenakan hubungan sebab akibat yang timbul akan keadaan delapan mata arah angin menjadi inspirasi gorga desa na ualu. Kedelapan mata arah angin ini dipercayai sebelumnya sebagai ilmu perbintangan (rasi) yang dipergunakan sebagai mediator peramalan. Sehingga gorga desa na ualu tergolong ke dalam simbol yaitu simbol akan kedelapan mata arah angi

Gorga Desa nu ualu
Gambar Gorga Desa nu ualu

Gorga desa na ualu, secara denotatif, menggambarkan keberadaan delapan sudut mata arah angin dengan bentuk dekoratif. Visualisasi yang tampak adalah garis dengan delapan sudut, dimana jika disingkat menunjuk menjadi empat buah garis sudut dengan satu titk pusat. Penerapan warna menunjukkan karakter gorga batak dengan pewamaan merah, putih dan hitam.

Sementara secara konotatif yang bersudut pandang dari upaya inkulturasi memberi pemahaman akan keadaan sosial umat beriman. Dengan keberadaan latar belakang umat beriman yang datang darl delapan peqjuru mata angin (multikultural). Serta merta memberi pengetahuan akan ilmu perbintangan seperti yang diyakini suku batak sebagai makna simbolik gorga tersebut.

Gorga Sitagan


Gorga Sitagan adalah gorga berbentuk tagan, kotak kecil yang terbuat dari perak
atau emas, tertutup, digunakan sebagai tempat menyimpan sirih, tembakau, gambir, kapur, dan barang-barang kecil lainnya sehingga digolongkan dalam ikon.

Bentuknya dapat bermacam-macam, ada yang berbentuk segi empat, segi enam beraturan, buniar, dsb. Secara simbol, gorga ini menjelaskan bahwa setiap tamu harus dihormati dan sesama keluarga harus saling membutuhkan.

Gorga Sitagan
Gambar Gorga Sitagan

Tanda pada gorga ini, secara denotatif merupakan gambaran akan wujud tali temali yang saling mengait. Bentuk yang dihadirkan dengan teknik diukir memberi bentuk garis menyilang dengan ujung garis meliuk dan melingkar. Serta penempatannya pada arsitektur rumah adat Batak biasanya terdapat pada parhongkon kanan-kiri, dan bidang lain.

Pewarnaannya menggunakan karakter warna gorga batak yaitu warna merah, putih dan hitam. Secara Konotatif, gorga ini menggambarkan betapa pentingnya sifat saling memperdulikan dan menolong sesama manusia. Jadi sopan santun merupakan peringatan kepada pemilik rumah agar tidak sombong dan egois.

Gorga Singa-singa


Singa di gorga ini diartikan sebagai berwibawa (mempunyai kharisma). Gorga ini memiliki ikon dikarenakan bentuk gorga singa-singa sama sekali tidak mirip dengan singa, namun menyerupai manusia yang sedang duduk jongkok. Kepalanya dibuat sangat besar, diserbani dengan kain, tiga bolit (kain dengan tiga warna yaitu: hitam, merah dan putih), kakinya sangat kecil sehingga sulit membayangkan bentuk manusia.

Adanya representatif singa dengan pelambangan kemanusiaan manusia, gorga ini memiliki indeks. Seperti halnya juga dompak, simbol singa-singa juga sebagai lambang kebenaran dan keadilan hukum.

Gorga Singa-singa
Gambar Gorga Singa-singa

Gorga Singa-singa adalah simbol akan keberadaan dan kekuatan singa. Secara denotatif, menggambarkan keberadaan seekor singa, penguasa rimba yang diukir dengan bentuk dekoratif. Sementara secara konotatif yang bersudut pandang dari upaya inkulturasi memberi pemahaman akafl keadaan sosial masyarakat yang sangat membutuhkan pengaruh dan kebenaran dalam hukum, sehingga tercipta keadilan dalam masyarakat.

Gorga UIu Paung


Gorga Uu Paung adalah hiasan yang berukuran besar yang bentuknya menyerupai manusia bertanduk kerbau. Dahulu Ulu Paung langsung dibuat dari kepala kerbau, karena kemajuan teknik ukir Orang Batak Toba, bentuk kepala kerbau itu diolah sedemikian rupa dengan menambah bentuk wajah manusia.

Representasi ini dapat digolongkan dalam ikon; untuk menimbulkan makna berwibawa dan juga menimbulkan makna kekuatan pada gambar kepala dan tanduk kerbau, sehingga tergolong dalam pemaknaan indeks. Sedangkan jambul yang disebut juga sijagaran melambangkan banyak keturunan. Gorga Ulu Paung adalah simbol wibawa, kekuatan dan lambang keperkasaan yang melindungi. Ditempatkan pada puncak bubungan atap, fungsinya sebagai penangkal setan yang datang dari luar kampung.

Gorga UIu Paung
Gambar Gorga UIu Paung


(Shinta Amanda) #3

Ukiran gorga merupakan kesenian ukiran yang biasanya terdapat pada setiap bagian luar eksterior rumah Batak. Ukiran gorga memiliki nilai estetika yang tinggi karena memiliki makna didalamnya. Pada ukiran gorga terdapat bentuk-bentuk yang bermacam-macam.

Ukiran gorga memiliki makna yang berbeda pada setiap bentuknya. Menurut Sitanggang (2008), terdapat beberapa jenis ukiran gorga, yaitu:

Gorga Sompi

Gorga sompi berasal dari kata Tompi, artinya alat yang digunakan untuk mengikat leher kerbau pada gagang bajak sewaktu membajak di sawah. Gorga sompi dimaknai sebagai lambang ikatan kebu- dayaan. Pada masyarakat Batak Toba yang hidupnya selalu bekerja bergotong royong terjalin sebuah ikatan kekeluargaan. Oleh karena itu untuk melakukan suatu peker- jaan, tidak baik mengabaikan golongan lemah. Golongan lemah tidak boleh dipan- dang rendah. Fungsi dari ukiran ini dianggap sebagai peringatan bahwa tidak baik menyisihkan golongan-golongan tertentu dalam masyarakat supaya terdapat kehidupan sosial yang saling mencintai (Sitanggang, 2008).

Ukiran Gorga Sompi
Gambar Ukiran Gorga Sompi

Gorga ipon-ipon

Gorga Ipon-ipon merupakan gorga yang disebut sebagai hiasa tepi, berfungsi sebagai keindahan yang memperkuat komposisi. Beberapa gorga Ipon-ipon memi- liki bentuk yang sama yaitu geometris, dan salah satu bentuk geometrisnya berlapis menyerupai empun , sehingga disebut sebagai Ombu Marhehe.

Ombu Marhehe dimaknai sebagai lambang kemajuan, karena setiap insan mengharapkan keturunannya ber- pendidikan (Sitanggang, 2008).

Ukiran Gorga Ipon-ipon
Gambar Ukiran Gorga Ipon-ipon

Gorga Desa na Ualu (Mata angin)

Gorga Desa na Ualu merupakan ukiran gorga yang terdapat pada kanan kiri rumah adat Batak. Gorga Desa na Ualu sebagai simbol perbintangan yang menentukan saat-saat baik untuk manusia dalam melakukan aktivitas kerjanya seperti bertani, menangkap ikan, atau bahkan aktivitas ritual-ritual (Sitanggang, 2008).

Ukiran Gorga Desa na Ualu
Gambar Ukiran Gorga Desa na Ualu (Mata Angin)

Gorga Simata ni ari (Matahari)

Gorga Simata ni ari umunya diletakkan disebelah sudut dorpi. Mataniari bermakna sebagai sumber kekuatan hidup dan sebagai penentu jalan kehidupan. Oleh karena itu, Gorga Simata ni ari sering disebut purba manusia (Sitanggang, 2008).

Ukiran Gorga Simata ni ari
Gambar Ukiran Gorga Simata ni ari (Matahari)

Gorga Simarogung-ogung

Ogung berarti alat musik Gong. Ukiran gorga simarogung-ogung terdapat disetiap rumah adat. Ukiran ini dimaknai sebagai kegembiraan. Gong dianggap sebagai simbol pesta yang diharapkan oleh masyarakat. Ukiran ini juga melambangkan kejayaan dan kemakmuran. Bagi orang yang yang memiliki kekayaan maka akan disebut parbahul-bahul na bolo, artinya seorang yang kaya yang penuh pengasih dan pemurah.

Ukiran Gorga Simarogung-ogung
Gambar Ukiran Gorga Simarogung-ogung

Gorga Singa-singa

Gorga singa-singa berasal dari kata singa-singa, yang diartikan sebagai ber- kharisma dan berwibawa. Gorga singa-singa terdiri dari wajah manusia dengan lidah yang terjulur ke luar hampir mencapai dagu. Kemudian kepala dihiasi dengan kain tiga bolit dan sikap kaki yang berlutut persis di bawah kepala tersebut.

Ukiran Gorga Singa-singa
Gambar Ukiran Gorga Singa-singa.

Gorga Jenggar dan jorngom

Gorga Jenggar dan jorngom merupakan gorga yang berbentuk raksaksa yang biasa terdapat pada bagian tengah tomboman adop-adop dan halang gordang. Gorga ini mirip seperti hiasan yang terdapat di candi. Gorga Jenggar dan jorngom dimaknai sebagai penjaga keamanan. Bentuk raksasa diang- gap sebagai dewa yang sanggup melawan segala jenis setan. Oleh karenanya, Gorga Jenggar dan jorngom dijadikan sebagai menjaga pintu untuk melawan segala jenis setan (Sitanggang, 2008).

Ukiran Gorga Jenggar dan Jorngom
Gambar Ukiran Gorga Jenggar dan Jorngom

Gorga Boras pati (Cecak)

Gorga Boras pati (Cecak) disebut juga sebagai bujonggir yang berarti gambar cicak yang ekornya bercabang dua. Cicak tersebut terkadang memberikan peringatan sebuah tanda-tanda melalui tingkah laku dan suaranya yang bisa membantu manu- sia terhindar dari bahaya ataupun mendapatkan kekayaan. Oleh karenanya gorga ini memiliki makna yang menyimbolkan akan pelindung harta kekayaan manusia dan mengharapkan dapat berlipat ganda.

Gorga Boras Pati
Gambar Gorga Boras Pati (Cecak)

Gorga Adop-adop (Susu)

Gorga Adop-adop (Susu) berbentuk hiasan susu yang selalu dihiasi oleh boras- pati sehingga seolah mulutnya mendekati susu. Gorga Adop-adop (Susu) bermakna sebagai susu atau payudara yang melam- bangkan kesuburan dan kekayaan. Sering dibuat sebagai lambang keibuan ( inanta parsonduk bolon) artinya pengasih dan penyayang.

Gorga Adop-adop
Gambar Gorga Adop-adop (Susu)

Gorga Hariara Sudung di Langit

Gorga Hariara Sudung di Langit memiliki bentuk seperti pohon hayat yang dimiliki seperti suku Sumatera Selatan atau gunu- ngan suku Jawa. Gambar burung sebelah atas disebut manuak-manuak hulambujati , dan warna putih membawa berkah.

Ukiran Gorga Hariara Sudung di Langit
Gambar Ukiran Gorga Hariara Sudung di Langit

Sedangkan pada ranting bawah terlukis gambar manuak-manuak imbulu buntal yang berwarna merah, membawa pada patuk- nya. Gorga Hariara Sudung di Langit bermak- na sebagai manusia yang harus senantiasa mengingat penciptanya.

Gorga Gaja Dompak

Gorga Gaja Dompak memiliki bentuk seperti jenggar, hanya berbeda dalam posisi pemakaiannya. Gaja Dompak diletakkan tergantung pada ujung dila paung. Gorga ini bermakna sebagai simbol kebenaran bagi orang Batak. Artinya manusia harus mengetahui hukum yang benar ialah hukum yang diturunkan oleh Tuhan Mulajadi Nabolon. Oleh karena itu, Gorga Gaja Dompak berfungsi sebagai penegak hukum kebenaran terhadap semua umat manusia (Sitanggang, 2008).

Ukiran Gorga Gaja Dompak
Gambar Ukiran Gorga Gaja Dompak

Gorga Dalihan na Toru

Gorga Dalihan na Toru merupakan gorga yang berbentuk jalinan sulur yang saling terikat. Hal ini melambangkan falsafah Dalihan na Toru yang merupakan falsafah hidup orang Batak dalam menjalin hubu- ngan dengan sesama manusia.

Ukiran Dalihan na Tolu
Gambar Ukiran Dalihan na Tolu

Gorga Simeol-Eol

Gorga Simeol-Eol berasal dari kata Meol- meol, yang artinya melenggak-lenggok. Pada ukiran gorga ini bentuk garisnya melengkung meliuk keluar yang menunjukkan keindahan sehingga menimbulkan kesan gaya klasik. Gorga Simeol-Eol bermakna sebagai lambang kegembiraan dan berfungsi untuk menambah keindahan (Sitanggang, 2008).

Ukiran Gorga Simeol-Eol
Gambar Ukiran Gorga Simeol-Eol

Gorga Sitagang

Gorga Sitagang berasal dari kata Tagan, yang artinya kotak kecil untuk menyimpan sirih, rokok, dan benda kecil lainnya. Pada Gorga Sitagang memiliki bentuk simetris, seperti tutup kotak dan kotak yang ditutup pada tagan tersebut. Gorga Sitagang memi- liki makna kerendah hatian dalam menerima tamu.

Gorga Sijonggi

Gorga Sijonggi berasal dari kata jonggi, artinya lambang dari kejantanan, yang terkenal pada kelompok sapi. Sapi jantan yang memimpin rombongan dikatakan sebagai lombu jonggi. Makna pada Gorga Sijonggi ialah keperkasaan yang dihargai dan dihormati (pahlawan).

Gorga Silintong

Gorga Silintong memiliki bentuk seperti putaran air. Gorga Silintong dianggap sebagai gerakan pusaran air yang garisnya indah. Air silitong terdapat dalam guci yang disebut pagar, yaitu sejenis air yang mengandung kesaktian. Air sakti dianggap istimewa kejadiannya, oleh karenanya tidak semua rumah memilikinya. Gorga Silintong bermakna simbolik, dianggap memiliki kekuatan yang sakti, yang dapat melindu- ngi manusia dari segala bala. Dan biasanya pemilik ukiran ini ialah raja-raja adat yang dianggap berilmu seperti datu atau guru dalam ilmu yang dianggap ajaib sehingga mampu melindungi masyarakat.

Gorga Iran-iran

Iran ialah sejenis penghias muka manusia supaya dapat terlihat menarik dan berwibawa. Oleh karenanya Gorga Iran-iran dimaknai sebagai lambang kecantikan.

Gorga Hoda-hoda

Gorga Hoda-hoda merupakan gambaran ilustrasi yang disebut diulang-ulang dengan gambar orang yang sedang me- ngendarai kuda ( hoda). Gambar pada gorga ini menceritakan suasana pesta adat, yaitu pesta mangaliat horbo (pesta besar). Gorga Hoda-hoda bermakna sebagai kebesaran. Melalui gambar mangaliat horbo menan- dakan pemilik rumah berhak untuk mela- kukan pesta mangaliat horbo (pesta besar).

Gorga Ulu Paung

Gorga Ulu Paung berbentuk menyerupai gambaran setengah manusia dan setengah hewan. Ulu Paung bermakna sebagai simbol keperkasaan untuk melindungi manusia seisi rumah. Oleh karenanya gorga ulu paung dijadikan sebagai penjaga setan-setan dari luar kampung.