© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa saja kumpulan kata-kata bijak tentang kehidupan yang terbaik?

Perjalanan jasmani dan ruhani

Kehidupan merupakan perjalanan jasmani dan juga ruhani. Kita butuh guideline agar dapat selamat di dunia maupun di akhirat nantinya. Apa saja kumpulan kata-kata bijak tentang kehidupan yang terbaik menurutmu ?

Jadilah seperti bumi; Apapun kotoran yang dilemparkan di atasnya, ia selalu menerima dan bersabar. Kemudia membalas-nya dengan menumbuhkan bunga-bunga. Shaykh ul Alam Hazrat Pir

Air laut yang asin naik ke langit berupa uap, lalu menjadi mendung. Kemudian kembali ke bumi sebagai hujan yang tawar lagi bersih. Maka bawa naik hatimu ke langit, lalu lihatlah bagaimana ia turun dan kembali nantinya.

Ketika hatimu penuh dengan prasangka, maka hidupmu penuh dengan kebencian

Jangan kotori dirimu dengan prasangka negatif, maka kebaikanmu akan tenggelam di dalamnya.

Tuhanmu lebih Maha Thu apa yang terbaik dari segala impian dan cita-citamu. Begitulah takdir dan impian kita kadang tidak pada jalan yang sama. Jika kamu belajar ridha, Insya Allah nantikan kejutan dari-Nya.

Allah itu paling suka menguji dan menguji. Karena itulah tanda cintaNya kepadamu

Bukankah seorang kekasih akan senantiasa mahabah kpd sang dambaan hati walau kadang di uji dgn begitu banyak intrik di dalamnya

Jika sudah cinta maka takan beda adanya. Mau ujian atau ga pun bagi pencinta sama indahnya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

Masuk kedunia ini adalah perkara ringan, akan tetapi keluar darinya, dengan sukses, adalah perkara yang berat. Al Fudhail bin 'Iyadh

Yg di maksud Al Faudhail bin iyadh rahimahullah adalah masuk ke dunia ini perkara yg ringan karena kalian masuk dlm keadaan bebas tanpa terbebani fitrah bersih tak ada celah sedikit pun

Tapi ketika kalian akan kembali kalian akan terbentur akibat perbuatan kalian di dunia dan itulah ujian yg amat sangat susah maka ga mudah kembali darinya (dunia) akan mudah sesuai fitrah bersih bahkan sangking susahnya sampe kita pun masih berbalut dalam lumpur yg menutupi diri

Aku melihat sedikit debu di wajahku
Aku biarkan karna tak terlalu mengotori wajahku sepenuhnya
Setelah sekian lama lalu aku berkaca dan yang ku lihat wajah ku tak nampak
Yang nampak hanya debu debu yang bertumpukan…

Terbanglah dengan hatimu, dia akan membawamu sandar pada sang Kekasih - Gio

Menghadaplah, Terbanglah (kosongkan pikiranmu), tutuplah matamu, dan rasakan dalam Hatimu, jika engkau tidak MelihatNya, yakinlah bahwa Dia sedang Melihatmu. Dan akan senantiasa Mengahrahkanmu kepadaNya. Itulah CINTA,

Apa pun dan kemana pun engkau pergi, fungsikanlah hatimu. Jangan biarakan nafsumu menghijab kesadaran hatimu untuk mengingatNya. Bawalah selalu Cinta di dalamnya, rasakan keberadaanNya di hatimu, agar Tidak serta-merta berbuat sekehendak nafsumu. Maka engkau akan merasakan kehebatan kasih sayangNya.

Kalau cinta hanya karena wajah, lalu bagaimana kau mencintai Tuhan yang tanpa rupa ?

Sejatinya, kecintaan kita terhadap sesuatu yang ada pada pandangan atau nampak selalu saja tidak pernah tercukupi, selalu saja merasa ada hal yang lebih untuk dicintai. Merasa tidak pernah terkecukupi rasa kecintaannya, merasa tidak pernah terpenuhi hasratnya.

Pun terhadap pasangan, jika hanya sekadar mencintai karena tampilan yang tampak atau rupa, pun kasusnya akan sama. Karena kecintaannya tidak didasari dengan rasa yang cukup.

Terlebih lagi kecintaannya kepada Sang Pencipta, kita bisa mencintai Sang Pencipta tanpa melihat sosok atau rupanya, tapi secara akal batiniah kita bisa merasakan kehadiranNya, kita bisa merasakan KebesarannNya, karena keyakinan dan Tauhid yang ada pada hati…

Tangisan penyesalan seorang pendosa lebih Allah cintai daripada tasbihnya seorang pemarah yang sombong dan membanggakan diri.

Seorang pendosa yang berusaha mensucikan diri, sungguh Allah SWT menegaskan kecintaanya ke pada meraka dalam Al-Qur’an. dan dengan tegas Allah SWT menyatakan ketidaksukaan kepada karakter-karekter negatif.

Janganlah menganggap dengan tasbihmu engkau lebih baik dari mereka, sementara hatimu belum sepenuhnya terisi cinta, bibirmu bertasbih tapi dalam hatimu ingin dipuji, masih sering Pamer, Pemarah dan merasa lebih baik dari yang lain.

Engkau adalah apa yang engkau fikirkan, bukan apa yang orang lain fikirkan tentangmu.

Setiap apa yang engkau fikirkan, engkau tuju dan cita-citakan dalam angan maupun perasaan-perasaanmu itulah yang disebut tuhan bagimu, harta, tahta dan wanita bisa menjadi tuhan bagimu.

Seperti itulah engkau menyekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lainnya yang engkau ciptakan sendiri. Itulah yang disebut pula sebagai “syirik halus/lembut”. Dalam syirik halus, bahkan orang bisa menyekutukan Allah dengan sifatNYA sendiri, dengan buku-buku, atau kitab-kitab, dengan “namanya Allah” sendiri, dengan Nur Muhammad, bahkan dengan kalamNYA sendiri (Kalamullah). Syirik halus sangat tidak kentara dibanding syirik yang nyata, seperti menyembah patung.

DIA tak pernah mau diduakan dengan apapun jua… karena sifatNYA memang Maha Pencemburu, bukan sekedar pencemburu, tapi MAHA.

:man_with_turban:‍♂ Abah FK

Tak perlu kau umbar siapa dirimu, hanya untuk dikenal baik dan diakui hebat. Siapapun engkau, jika bermanfaat dan senang membantu, itulah cerminan orang baik yang hebat. -Gio-

Jika engkau membesarkan dirimu, memperkenalkan kehebatanmu, dan berharap orang-orang mengenal siapa dirimu, sesungguhnya gugur dan hanguslah keberkahan darimu.

Tapi, apa yang engkau lakukan dengan hati, akan terkenang dalam hati (IKHLAS), tak perlu diumbar. Orang tetap akan dikenal karena perilaku baiknya, akhlak dan karya positifnya. Paling tidak, engkau dikenal oleh Tuhan.

Tubuh itu seperti Maryam, masing-masing kita punya satu Isa. Namun, selama tidak ada kepedihan berarti Isa tidak akan lahir. -Rumi-

Rumi menyimbolkan Isa sebagai pencerahan dan kesucian. Selama kita belum merasakan penderitaan dan kesedihan, maka tak ada pencerahan dan kesucian ruhani. Rumi berkata: “Obat derita ada dalam derita”.

Jangan terlalu terkesima dengan orang yang banyak ilmu karena Iblis juga pintar, jangan terkesima dengan keanehan orang karena Dajjal juga paling aneh, tapi lihatlah akhlaqnya karena pokok ajaran islam adalah akhlaq yang baik.