Apa saja Komponen dasar yang terdapat pada Business Case?

Apa saja komponen-komponen dasar yang ada dalam suatu business case ? Jelaskan Kompenen-komponen dasar tersebut !

Suatu Business case harus dikembangkan secara Top-Down dimulai dengan pemahaman yang jelas tentang pencapaian hasil bisnis yang diinginkan oleh perusahaan. Setelah investasi disetujui, pengiriman kemampuan investasi ini harus di pantau dan di kontrol.

Dalam suatu business case terdapat komponen-komponen yang bersama-sama membangun dasar untuk model analisis, yaitu:

  1. Outcomes, hasil yang jelas dan terukur, jadi hasil akhir harus secara jelas digambarkan atau didefinisikan didalam suatu business case, tidak hanya jelas namun juga harus terukur agar nantinya dapat digunakan sebagai penilaian maupun evaluasi setelah dijalankan.
  2. Initiative bisnis, proses bisnis, orang (people), teknologi dan organisasi dari kegiatan / proyek (termasuk proses membangun, implementasi, pengoperasian dan penyelesaian) yang berkontribusi terhadap satu atau beberapa hasil.
  3. Contributions, kontribusi yang diharapkan untuk mencapai hasil akhir.
  4. Assumptions, hipotesis yang berhubungan dengan kondisi yang diperlukan untuk mewujudkan hasil akhir, terdapat hal-hal yang organisasi tidak bisa mengontrol kondisi tersebut. Penilaian atas resiko, yang dinyatakan dengan asumsi dan berbagai batasan lainnya seperti pertimbangan biaya, manfaat dan kesesuaian, merupakan bagian utama pada proses business case.

Referensi :

Val IT: Kerangka Kerja Evaluasi Investasi Teknologi Informasi.
https://www.researchgate.net/publication/277797696_Val_IT_Kerangka_Kerja_Evaluasi_Investasi_Teknologi_Informasi

Komponen-komponen dasar yang ada pada dalam suatu business case sebagai berikut (ITGI Business Case, 2008:12):

  1. Outcomes, Hasil yang jelas dan terukur, termasuk hasil antara intermediateleading, yaitu hasil-hasil yang diperlukan tetapi tidak cukup untuk mencapai manfaat akhir, dan hasil akhir lagging yang merupakan manfaat akhir yang harus diwujudkan. Manfaat ini dapat berupa keuangan maupun non keuangan.
  2. Initiatives Bisnis, proses bisnis, orang people, teknologi dan organisasi dari kegiatan proyek termasuk proses membangun, implementasi, pengoperasian dan penghentian retire yang berkontribusi terhadap satu atau beberapa hasil.
  3. Contributions, Kontribusi yang terukur yang diharapkan dari inisiatif atau hasil antara ke inisiatif atau hasil antara lainnya.
  4. Assumptions, Hipotesis yang berhubungan dengan kondisi yang diperlukan untuk mewujudkan hasil atau inisiatif, dimana program organisasi tidak terlalu banyak bisa mengawasi kondisi tersebut. Penilaian atas resiko risk assessment, yang dinyatakan dengan asumsi dan berbagai batasan lainnya seperti pertimbangan biaya, manfaat dan keselarasan, merupakan bagian utama pada proses Business Case.

Referensi: