Apa saja keuntungan ketika kita meluapkan rasa marah ?

marah

(Lia Permata Sari) #1

Marah

Marah itu tidak baik, semua orang pasti setuju dengan pernyataan tersebut. Tetapi apakah selamanya rasa marah itu buruk ? Apa saja keuntungan ketika kita meluapkan rasa marah ?


(Nicky Setyowati) #2

Kemarahan adalah kekuatan yang dapat memotivasi diri

Mengubah kemarahan menjadi energi positif’, pertnyataan tersebut pernah kita dengar sebelumnya. Kemarahan itu sendiri adalah semacam energi positif dan kekuatan motivasi yang kuat. Penelitian telah menunjukkan bahwa kemarahan dapat mendorong kita menuju tujuan kita dalam menghadapi masalah dan hambatan (Aarts et al., 2010).

Ketika kita melihat sesuatu yang bermanfaat, kita menginginkan lebih banyak saat kita dalam kondisi marah. Jadi, ketika digunakan dengan benar, kemarahan konstruktif dapat membuat Anda merasa kuat dan membantu mendorong Anda untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Orang yang marah lebih optimis

Mungkin terdengar seperti hal yang aneh untuk dikatakan, tetapi orang yang marah memiliki sesuatu yang sama dengan orang yang bahagia. Itu karena keduanya cenderung lebih optimis.

Ambil satu studi tentang ketakutan terorisme yang dilakukan setelah serangan teroris 9/11. Dalam studi ini mereka yang mengalami kemarahan dan mengharapkan lebih sedikit serangan di masa depan (Lerner et al., 2003). Sebaliknya mereka yang mengalami lebih banyak rasa takut lebih pesimis tentang masa depan dan mengharapkan serangan lebih lanjut.

Kemarahan bisa berguna didalam hubungan pribadi

Kemarahan adalah reaksi alami ketika dirugikan oleh orang lain dan ini adalah cara untuk menyampaikan rasa ketidakadilan itu. Tetapi masyarakat mengatakan kepada kita bahwa kemarahan itu berbahaya dan kita harus menyembunyikannya. Apa hubungan hal ini dengan hubungan pribadi kita ?

Anehnya penelitian telah menunjukkan bahwa menyembunyikan kemarahan dalam hubungan intim dapat merugikan (Baumeister et al., 1990). Masalahnya adalah ketika Anda menyembunyikan kemarahan Anda, pasangan Anda tidak tahu mereka telah melakukan kesalahan. Dan mereka terus melakukannya. Dan itu tidak membuat hubungan Anda menjadi baik.

Ekspresi kemarahan, jika ditujukan untuk menemukan solusi dan tidak hanya melampiaskan ketidaksukaan saja, sebenarnya dapat bermanfaat dan memperkuat hubungan.

Kemarahan dapat memberikan wawasan diri

Kemarahan juga bisa memberikan wawasan tentang diri kita sendiri, jika kita mengizinkannya.

Sampel orang Amerika dan Rusia ditanya tentang bagaimana rasa amarah yang mereka rasakan baru-baru ini telah mempengaruhi mereka (Kassinove et al., 1997). 55% menyatakan bahwa marah telah memberi hasil positif. sepertiga dari responden mengatakan bahwa kemarahan memberikan wawasan atas kesalahan mereka sendiri.

Jika kita dapat melihat ketika kita marah dan mencari tau mengapa kita marah, maka kita dapat belajar apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kehidupan kita. Kemarahan dapat memotivasi perubahan diri.

Kemarahan dapat digunakan sebagai strategi negosiasi

Kemarahan bisa menjadi cara yang sah untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Dalam sebuah studi, peserta negosiasi membuat konsesi yang lebih besar dan tuntutan lebih sedikit dari orang yang marah daripada orang yang bahagia (Van Kleef et al., 2002).

Kemarahan cenderung bekerja paling baik ketika itu hal itu dibenarkan, jika Anda tampak kuat dan ketika opsi pihak lain terbatas (Sinaceur & Tiedens, 2006; Van Kleef et al., 2007).