Apa saja jenis sastra jawa berdasarkan kategori isi ?

sastra_jawa

(Amalia Zeny) #1

jenis sastra jawa

Setiap karya sastra yang agung menetapkan terwujudnya dua jenis, kenyataan dan norma, norma jenis yang dilampauinya yang menguasai sastra sebelumnya, dan norma jenis yang diciptakannya.

Apa saja jenis sastra jawa berdasarkan kategori isi ?


(Bima Satria) #3

Bila ditinjau dari segi isi pembicaraan atau tema-temanya, karya sastra Jawa dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni antara lain sebagai berikut.

  1. Babad, yakni berisi tentang sejarah yang ditulis dengan cara pandang tradisional, sehingga dibumbui dengan berbagai mitos, legenda, dsb. Babad sering ditulis dalam bentuk puisi (tembang).

  2. Niti atau wulang atau pitutur, yakni berisi tentang ajaran kebaikan, antara lain tentang etika atau moral, tatacara atau tradisi, dsb.

  3. Wirid dan suluk, yakni berisi tentang ajaran kebatinan (Islam-kejawen) atau tasawuf. Wirid ditulis dalam bentuk prosa, sedang suluk ditulis dalam bentuk tembang.

  4. Wayang, yakni berisi cerita kepahlawanan (wiracarita). Ada beberapa jenis cerita wayang Jawa, antara lain: wayang purwa, wayang menak, wayang wahyu, wayang Pancasila, dsb. Wayang purwa berasal dari sumber kitab Mahabarata, Ramayana, Serat Lokapala, dsb. Penulisan cerita wayang purwa berbentuk prosa (gancaran), tembang, maupun drama (bentuk pakem atau pedoman pementasan).

  5. Menak, berisi cerita wiracarita yang berhubungan dengan perkembangan Islam di Timur-Tengah yang telah dibumbui oleh berbagai mitos Jawa.

  6. Panji, yakni berisi wiracarita dengan tokoh utamanya Panji yang berhubungan dengan babad Kediri dan Jenggala

  7. Roman, novel, novelet, dan crita cekak (cerkak), merupakan hasil karya sastra Jawa modern berbentuk prosa. Antara jenis roman, novel, novelet, dan cerkak, pada umumnya dibedakan secara kuantitatif, yakni jumlah kata atau halamannya. Secara urut, roman terpanjang dan cerkak terpendek.

  8. Dongeng dan jagading lelembut, dari segi panjangnya, biasanya bisa dikategorikan sebagai cerkak. Namun penekanan isinya berbeda. Cerkak biasanya berisi cerita kehidupan manusia sehari-hari. Dongeng berisi cerita khayal (fantastis) dengan tokoh manusia, binatang, atau benda-benda tertentu. Sedang jagading lelembut, berisi cerita tentang manusia dalam hubungannya dengan hantu (lelembut).