Apa saja jenis kelainan seksual yang ada ?

Kelainan seksual atau biasa disebut dengan nama lain paraphilia, adalah kondisi di mana gairah dan kepuasan seksual seseorang bergantung pada fantasi atau benda tertentu. Misalnya hasrat seks mereka bisa dipuaskan oleh hewan, anak kecil, benda, dan hal lain yang tidak biasa.

Apa saja jenis kelainan seksual yang ada ?

Kebanyakan kasus paraphilia jauh lebih umum dialami pria daripada wanita. Paraphilia ini termasuk dalam bagian Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) atau Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) kelima, di mana hasrat seksual yang cenderung ekstrem dan tidak biasa. Orang yang mengalami kelainan seksual ini biasanya hanya memiliki kelainan yang spesifik pada satu hal tertentu dan cenderung jarang berubah selera seksualnya.

  1. Necrophilia
    Necrophilia atau nekrofilia merupakan salah satu kelainan seksual yang cukup esktrem, yakni memiliki hasrat bercinta dengan jenazah. Hal ini bisa termasuk dalam suatu kejahatan yang cukup serius. Para ahli memutuskan bahwa ini termasuk suatu tindakan pemerkosaan. Karena mayat tidak bisa memberikan persetujuan untuk tindakan yang orang lain akan lakukan padanya.

  2. Pedofilia
    Pedofilia merupakan kelainan dalam hasrat seksual yang terjadi saat orientasi seks seseorang terfokus pada anak-anak, bukan orang dewasa. Menurut Ray Blanchard dari WebMD, pedofil (sebutan bagi pelaku pedofilia) biasanya melakukan dan memiliki hasrat seksual dengan remaja atau anak usia 13 tahun ke bawah.

    Kini aksi pedofilia sudah banyak digolongkan sebagai tindak pelecehan seksual pada anak di bawah umur. Namun, ada yang perlu diketahui, kalau tidak semua pedofil melakukan pelecehan pada anak, dan tentunya tidak semua orang yang melakukan kekerasan seksual pada anak-anak merupakan pedofil.

  3. Zoofilia
    Zoofilia merupakan salah satu perilaku seksual menyimpang yang melibatkan hewan sebagai objek atau sarana pemuas seks seseorang. Perilaku ini juga dilakukan tanpa adanya emosi atau ikatan rasa sayang terhadap hewan yang disetubuhinya itu.

    Belum diketahui penyebab mengapa seseorang bisa berpikiran untuk melampiaskan hasrat seksnya pada hewan. Dugaan sementara kasus penyimpangan seks ini bisa disebabkan oleh masalah trauma fisik dan mental seseorang, pengaruh lingkungan, atau bahkan masalah perkembangan pada orang tersebut.

  4. Voyeurisme
    Kelainan seks ini merupakan salah satu kondisi di mana seseorang mendapatkan kepuasan seks dengan cara mengintip, menguntit, memandang, dan melihat diam-diam orang lain. Orang lain tersebut bisa dikatakan sedang melakukan aktivitas seperti telanjang, ganti baju, atau mandi. Dari aktivitas ini, pelaku voyeurisme mendapatkan kepuasan seksual dari melihat orang lain tanpa diketahui.

  5. Eksibisionis
    Eksibisionis adalah orang yang senang memperlihatkan alat kelamin di depan umum atau orang yang tidak dikenal. Hal ini cukup dibilang aneh untuk beberapa orang yang normal. Akan tetapi untuk beberapa eksibisionis, hal ini adalah cara mereka untuk memberikan kesan kepada orang lain, sembari memuaskan hasrat seksnya atas reaksi orang lain terhadap aksinya.

Mengatasi kelainan seksual ini cukup sulit untuk ditangani, biasanya akan dilakukan pendekatan seperti terapi hormon, terapi psikoanalis, dan terapi perilaku. Namun, dikutip dari Psychology Today, baru-baru ini ada sebuah metode obat antiandrogen yang secara drastis bisa menurunkan kadar testosteron pada pria (karena kebanyakan kelainan seks dialami pria). Obat ini, juga bisa menurunkan gairah seks pada pria dan mengurangi kecenderungan berimajinasi yang bisa membangkitkan gairah seksnya.

Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/seks-asmara/tipe-tipe-kelainan-seksual/

Kelainan seksual apabila dilihat pada objek seksualnya, terdiri dari :

  • Homoseksual – Yaitu kelainan untuk melakukan hubungan seks dengan sesama jenis kelamin pria.

  • Lesbian – Ketertarikan untuk melakukan hubungan seks kepada sesama jenis kelamin wanita.

  • Biseksual – Ketertarikan untuk melakukan hubungan seks terhadap dua jenis kelamin.

  • Pedofilia – Orang yang menjadikan anak – anak yang belum akil baligh sebagai obyek seksualnya.

  • Fetisisme – Apabila objek pemuasan seksualnya adalah benda mati, seperti pakaian dalam, rambut, sepatu, dan benda – benda tertentu lainnya.

  • Nekrofilia – Menggunakan mayat sebagai obyek pemuasan seksualnya.

  • Bestiality – Tertarik pada binatang sebagai objek untuk memuaskan kebutuhan seksualnya, disebut juga zoophilia.

  • Geronto seksualitas – Tertarik pada orang berusia lanjut sebagai objek pemenuhan kebutuhan seksualnya.

  • Incest – Berpusat pada saudara kandung atau keluarga yang tidak diperbolehkan melakukan pernikahan sebagai objek pemuasan seksualnya.

Sedangkan, kelainan seksual apabila dilihat dari caranya yang tidak lazim, antara lain :

  • Eksibisionisme – Kelainan seksual yang mendapat kepuasan dari memperlihatkan organ kelamin kepada orang lain yang berlawanan jenis yang tidak ingin melihatnya, biasanya dilakukan di tempat umum atau memuaskan diri sendiri (masturbasi) sambil disaksikan orang lain.

  • Voyeurism – Perilaku seksual yang mendapatkan kepuasan dari menyaksikan secara diam – diam lawan jenis lain yang telanjang, atau mengintip orang sedang berganti baju, atau melakukan hubungan seksual, objeknya adalah orang asing. Orang yang mengidap voyeurisme biasanya membayangkan melakukan hubungan seksual dengan objeknya, namun jarang sekali melakukan kontak fisik.

  • Masokisme – Masokisme adalah perbuatan yang menyakiti diri sendiri untuk mencapai kepuasan seksual tersebut, baik dilakukan oleh diri sendiri atau orang lain. Ini adalah satu – satunya kelainan seksual yang diderita oleh wanita.

  • Sadisme – Ini merupakan pemuasan seksual yang dicapai dengan menyakiti orang lain atau pasangan seksualnya secara fisik atau psikologis. Pada prakteknya ada orang yang menggabungkan keduanya, menjadi sadomasokisme.

  • Transvetic Fetisisme – Kelainan berupa seseorang laki – laki yang heteroseksual yang harus menggunakan pakaian wanita untuk mencapai respons seksual. Biasanya gangguan ini dimulai saat remaja dan sebagian kecil pria yang mengalami gangguan ini juga memiliki dysphoria atau ketidak bahagiaan dengan jenis kelaminnya.

  • Frotteurisme – Kelainan seksual dimana penderitanya mendapatkan kepuasan dengan menyentuh orang lain yang tidak menginginkannya dengan menggosokkan kelaminnya, atau meraba orang lain tanpa diketahui oleh korban.