Apa Saja Jenis Kelainan Jantung Bocor?

Kelainan jantung yang mengalami kebocoran ini memiliki jenis berbeda. Apa Saja Jenis Kelainan Jantung Bocor?

Jenisnya tergantung pada lokasi kebocoran dan bisa digolongkan menjadi:

Atrial Septal Defect (ASD)
Jika lubang berada pada dinding di antara 2 serambinya, kelainan jantung akan disebut atrial septial defect. Umumnya, kondisi ini memang telah ada sejak seseorang dilahirkan.

Pada kasus ASD ringan, lubang kemungkinan akan menutup sendiri ketika masa kanak-kanak atau balita. Kondisi ini mungkin tidak menimbulkan masalah berarti.

Namun jika lubang berukuran besar dan tidak ditangani dengan baik, kerusakan jantung dan paru bisa terjadi. Penderita dewasa dengan ASD berlubang besar yang tidak terdeteksi selama beberapa lama, berpotensi terancam.

Penderita bisa saja meninggal akibat gagal jantung atau tekanan darah tinggi yang memberi efek buruk bagi arteri di paru-paru (hipertensi pulmonal). Guna mencegah komplikasi tersebut, operasi mungkin dibutuhkan.

Bayi yang mengalami kondisi ini mungkin tidak memiliki gejala atau tanda yang bisa dikenali. Pada orang dewasa, gejalanya mungkin akan muncul saat berusia 30 tahun. Meski demikian, bisa saja gejala tetap tidak muncul hingga beberapa puluh tahun kemudian.

Ventricular Septum Defect (VSD)
Kelainan jantung bawaan lain berupa kebocoran jantung adalah ventricular septum defect. Pada VSD, jantung pengidap memiliki lubang di dinding antara 2 biliknya.

VSD merupakan kelainan jantung bawaan yang paling umum terjadi. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan jantung untuk berfungsi seperti seharusnya.

Pemilik VSD kemungkinan akan mengalami berbagai masalah pada jantungnya. Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat salah satu ventrikel harus bekerja ekstra untuk menangani volume darah yang meningkat akibat keberadaan lubang.

Akhirnya, jantung akan mendapatkan beban berlebih dan mungkin mengalami pembengkakan sehingga kemampuannya memompa darah menjadi tidak optimal.

Adanya tekanan dan volume darah berlebihan membuat arteri kecil di paru-paru akan menebal. Jika terus berlanjut, kerusakan permanen bisa terjadi pada paru-paru.

Sama dengan ASD, ukuran lubang juga mempengaruhi dampak negatif dari kondisi VSD. Makin besar lubang, efek yang ditimbulkan akan makin berbahaya.

Siapa saja sebaiknya memeriksakan diri secara teratur agar pendeteksian dini bisa dilakukan. Langkah ini juga akan membuat komplikasi lanjutan yang mengancam jiwa bisa dihindari.
Untuk memastikan diagnosis, beberapa prosedur medis (mulai dari pemeriksaan manual hingga operasi bedah) mungkin dibutuhkan. Semua tergantung dari seberapa mudah gangguan ditemukan.