Apa saja Jenis-jenis Modal Sendiri?

Modal sendiri

Modal sendiri adalah investasi yang dilakukan pemilik perusahaan.

Apa saja Jenis-jenis Modal Sendiri ?

“Modal sendiri” pada dasarnya adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam di dalam perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya. Oleh karena itu modal sendiri ditinjau dari sudut likuiditas merupakan “dana jangka panjang yang tidak tertentu waktunya”. Modal sendiri selain berasal dari “luar” perusahaan dapat juga berasal dari “dalam” perusahaan sendiri, yaitu modal yang dihasilkan atau dibentuk sendiri di dalam perusahaan.

Modal sendiri yang berasal dari “sumber intern” ialah modal yang berasal dari pemilik perusahaan. Adapun modal sendiri yang berasal dari “sumber ekstern” ialah modal yang berasal dari pemilik perusahaan.

Modal yang berasal dari pemilik perusahaan menurut Riyanto (2015) berbagai macam bentuknya. Menurut bentuk hukum dari masing-masing perusahaan yang bersangkutan. Dalam PT, modal yang berasal dari pemilik ialah modal saham; dalam Firma ialah modal dari anggota Firma; dalam CV, adalah modal yang berasal dari anggota bekerja dan anggota diam/komanditer; dari perusahaan perseorangan ialah modal yang berasal dari pemiliknya dan pada koperasi ialah simpanan-simpanan pokok dan wajib yang berasal dari para anggotanya. Modal sendiri di dalam suatu perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT), terdiri dari:

  1. Modal Saham
    Saham adalah tanda bukti pengambilan bagian atau peserta dalam suatu PT. Bagi perusahaan yang bersangkutan, yang diterima dari hasil penjualan sahamnya “akan tetap tertanam” di dalam perusahaan tersebut selama hidupnya, meskipun bagi pemegang saham sendiri itu bukanlah merupakan penanaman yang permanen, karena setiap waktu pemegang saham dapat menjual sahamnya. Adapun jenis-jenis dari modal saham adalah saham biasa (common stock), saham preferen (preferred stock), dan saham kumulatif preferen (cummulative preferred stock).

  2. Cadangan
    Cadangan di sini dimaksudkan sebagai cadangan yang dibentuk dari keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan selama beberapa waktu yang lampau atau dari tahun yang berjalan (reserve that are surplus). Tidak semua cadangan termasuk dalam pengertian modal sendiri. Cadangan yang termasuk dalam modal sendiri ialah antara lain:

    • Cadangan ekspansi
    • Cadangan modal kerja
    • Cadangan selisih kurs
    • Cadangan yang menampung hal-hal atau kejadian-kejadian yang tidak diduga sebelumnya (cadangan umum).

    Adapun cadangan yang tidak termasuk dalam modal sendiri antara lain ialah cadangan depresiasi, cadangan piutang ragu-ragu, dan cadangan yang bersifat utang (cadangan untuk pensiun pegawai, cadangan untuk membayar pajak). Untuk cadangan depresiasi, sekarang banyak digunakan istilah “akumulasi depresiasi” (accumulated depreciation).

    Di dalam PT sering pula terdapat apa yang disebut “cadangan rahasia” dan “cadangan diam”. Cadangan rahasia adalah cadangan yang besar jumlahnya tidak nampak dalam neraca dan besar jumlahnya tidak mudah diketahui. Cadangan diam pada prinsipnya tidak berbeda dengan cadangan rahasia, yaitu yang besar jumlahnya tidak nampak atau tidak tercantum dalam neraca, tetapi dapat diduga adanya nilai cadangan di dalam perusahaan.

    Cadangan rahasia dan diam pada prinsipnya dapat dibentuk dengan cara:

    • Mengadakan penilaian yang lebih rendah pos-pos aktiva daripada nilai yang sebenarnya.
    • Mengadakan penilaian yang lebih tinggi pos-pos utang daripada nilai yang sebenarnya.

    Adanya cadangan rahasia tersebut adalah terutama dalam hubungannya dengan soal pembayaran dividen. Pemegang saham pada umumnya menghendaki agar seluruh atau sebagian besar dari keuntungan yang diperoleh perusahaan hendaknya dibagikan sebagai dividen. Tetapi di lain pihak pimpinan perusahaan (direksi) menghendaki agar supaya perusahaan yang dipimpinnya dapat terus berkembang.

    Untuk keperluan perkembangan atau perluasan perusahaan diperlukan adanya cadangan, dan cadangan hanya dapat dibentuk dari laba yang diperolehnya. Apabila semua keuntungan dibayarkan sebagai dividen maka perusahaan tidak dapat membentuk cadangan. Oleh karena itu agar supaya perusahaan dapat membentuk cadangan yang tidak diketahui oleh pemegang saham atau pihak luar ialah dengan cara membentuk cadangan rahasia.

  3. Laba Ditahan
    Keuntungan yang diperoleh oleh suatu perusahaan dapat sebagian dibayarkan sebagai dividen dan sebagian ditahan oleh perusahaan. Apabila penahanan keuntungan tersebut sudah dengan tujuan tertentu, maka dibentuklah cadangan sebagaimana diuraikan di atas. Apabila perusahaan belum mempunyai tujuan tertentu mengenai penggunaan keuntungan tersebut, maka keuntungan tersebut merupakan “keuntungan yang ditahan” (retained earning).

    Di dalam neraca sering “cadangan” dan “laba ditahan” dijadikan satu dalam pos “retained earning” atau pos sisa-sisa laba, misalnya sisa-sisa laba tahun 1966, 1967, 1968. Adapun keuntungan akan memperbesar “retained earning” yang ini berarti akan memperbesar modal sendiri. Sebaliknya adanya kerugian yang diderita akan memperkecil “retained earning” yang ini berarti akan memperkecil modal sendiri. Dengan kata lain dapatlah dikatakan bahwa adanya saldo laba akan memperbesar modal sendiri dan adanya saldo kerugian akan memperkecil modal sendiri. Dengan demikian jelaslah bahwa “saldo laba” dan “saldo rugi” merupakan elemen daripada modal sendiri.