Apa saja jenis-jenis kalimat?

Apakah kalian tahu bahwa kalimat memiliki banyak jenis, apa saja itu?

Jenis Kalimat Menurut Alwi, dkk. (2003), jenis kalimat dapat ditinjau dari sudut jumlah klausanya, bentuk sintaksisnya, kelengkapan unsurnya, dan susunan subjek dan predikatnya. Berikut penjelasannya:

Jumlah Klausa Kalimat

Berdasarkan jumlah klausa dapat dibagi atas kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Bentuk Sintaksis

Kalimat berdasarkan bentuk sintaksis di bagi atas (1) kalimat deklaratif atau kalimat berita, (2) kalimat imperatif atau kalimat perintah, (3) kalimat interogatif atau kalimat tanya, dan (4) kalimat ekslamatif atau kalimat seruan. Penggolongan kalimat berdasarkan bentuk sintaksisnya itu tidak berkaitan langsung dengan fungsi pragmatis atau nilai komunikatifnya yakni fungsi pemakaian bahasa untuk tujuan komunikasi.

Kelengkapan Unsur

Berdasarkan kelengkapan unsurnya, kalimat dapat dibedakan atas (1) kalimat lengkap atau kalimat major, (2) kalimat taklengkap atau kalimat minor.

Susunan Subjek Predikat

Kalimat dari segi susunan unsur subjek dan predikat dibedakan atas (1) kalimat biasa, (2) kalimat inversi. Subjek pada penelitian ini adalah pola sintasis, sedangkan objek penelitiannya adalah poster di Kabupaten Pringsewu. Objek penelitian ini merupakan kalimat derivasional, kalimat yang strukturnya sudah mengalami perubahan demi kelancaran komunikasi.

Oleh karena itu peneliti membatasi ruang lingkup penelitian pada jenis kalimat yaitu:

  • Kelengkapan kalimat yang diklasifikasi berdasarkan kalimat tak lengkap;

  • Kalimat berdasarkan jumlah klausa yang diklasifikasi berdasarkan kalimat tunggal dan kalimat majemuk;

  • Kalimat berdasarkan bentuk sintaksis yang diklasifikasi berdasarkan kalimat deklaratif, kalimat imperatif, kalimat interogatif, dan kalimat ekslamatif.

Kalimat Dipandang dari Jumlah dan Jenis Klausa

Dipandang sari segi jumlah dan jenis klausa yang terdapat pada dasar, kalimat dapat dibedakan sebagai (a) kalimat tunggal, (b) kalimat bersusun, dan © kalimat majemuk (Cook, 1971; Elson dan Picket, 1969 dalam Tarigan, 1983).

1) Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa bebas, tanpa klausa terikat.
(2) Windi tidur.
(3) Arman makan.

Kalimat (2) dan (3) merupakan contoh kalimat tunggal karena terdiri atas satu klausa bebas.

2) Kalimat Bersusun

Kalimat bersusun adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa bebas, dan sekurang-kurangnya satu klausa terikat.
(4) Dia pegi sebelum matahari terbit.
(5) Kami akan bertanding kalau wasitnya bukan dia.

Kalimat (4) dan (5) merupakan contoh kalimat bersusun, dia pergi dan kami akan bertanding merupakan klausa bebas, sedangkan sebelum matahari terbit dan kalau wasitnya bukan dia merupakan klausa terikat. Istilah kalimat bersusun dapat dipadankan dengan kalimat majemuk bertingkat (bandingkan Moeliono, 1998; Kridalaksana, 2001).

3) Kalimat Majemuk

Kalimat mejemuk adalah kalimat yang terdiri atas beberapa klausa bebas. Istilah kalimat majemuk dalam bagian ini dapat dipadankan dengan kalimat majemuk setara (bandingkan Alwi, 1998; Kridalaksana, 2001), yang dalam strukturnya ditandai oleh konjungtor yang menyatakan hubungan makna aditif, ekuatif, dan ekseptif.

(6) Saya menyuruhnya pergi, tetapi dia tidak bergeming.

(7) Anwar tidak akan bekerja, kecuali gaji bulan lalu telah dibayar.

Kalimat Dipandang dari Segi Struktur Internal Klausa Utama

Dipandang dari segi struktur internal klausa utama, kalimat dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu (1) kalimat sempurna, dan (2) kalimat tak sempurna.

Dalam bahasa Inggris kedua jenis kalimat ini mempunyai istilah yang beraneka ragam, misalnya full sentences dan minor sentences (Bloomfield, 1995); favourite sentences dan minor sentences (Hocket, 1958); principal sentences dan non-principal sentences (Nida, 1946); complete sentences dan incomplete sentences (Cook, 1971); independent sentences dan dependent sentences (Elson and Picket, 1969); major sentences dan minor sentences (Elson and Picket, 1969).

1) Kalimat Sempurna

Kalimat sempurna adalah kalimat yang dasarnya terdiri atas sebuah klausabebas. Oleh karena yang mendasari sesuatu kalimat sempurna adalah suatu klausa bebas, maka kalimat sempurna ini mencakup kalimat tunggal, kalimat bersusun, dan kalimat majemuk. Dengan demikian, kalimat (2-7) merupakan contoh kalimat sempurna.

2) Kalimat Taksempurna

Kalimat tak sempurna adalah kalimat yang dasarnya hanya terdiri atas sebuah klausa terikat, atau sama sekali tidak mengandung struktur klausa. (Cook, 1971). Kalimat tak sempurna ini mencakup kalimat-kalimat urutan, sampingan, elips, tambahan, jawaban, seruan, dan minor.

(8) (Mau ke mana nanti sore?)

(9) Ke Jakarta.

Kalimat (9) merupakan jawaban dari kalimat (8). Dengan demikian, kalimat (9) dapat dikategorikan sebagai kalimat tak sempurna.

Kalimat Dipandang dari Segi Responsi yang Diharapkan

Dipandang dari segi responsi yang diharapkan, kalimat dapat dibedakan ke dalam tiga bentuk, yaitu (1) kalimat pernyataan, (2) kalimat pertanyaan, dan (3) kalimat perintah. Ketiga bentuk kalimat ini, dalam konsep pragmatik sering juga disebut dengan istilah modus kalimat.

1) Kalimat Pernyataan

Kalimat pernyataan adalah kalimat yang dibentuk untuk menyiarkan informasi tanpa mengharapkan responsi tertentu (Cook, 1971: 38). Berikut ini akan disajikan tiga contoh kalimat pernyataan.

(10) Ridwan bermain bola.
(11) Syahidin seorang penyanyi.
(12) Mayan pecandu rokok.

2) Kalimat Pertanyaan

Kalimat pertanyaan adalah kalimat yang dibentuk untuk memancing responsi yang berupa jawaban (Cook, 1971).

(13) Di mana rumahmu?
(14) Siapa nama anak Bu Dian?

Kalimat (13) dan (14) merupakan contoh kalimat pertanyaan dalam bahasa Indonesia.

3) Kalimat Perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang dibentuk untuk memancing responsi yang berupa tindakan (Cook, 1971). Kalimat perintah dalam terminologi Yule (1970) diistilahkan dengan sebutan kalimat imperatif instruktif, karena kalimat perintah merupakan salah satu bagian dari kalimat bermodus imperatif. Kalimat imperatif memiliki dua jenis, yaitu imepratif instruktif (perintah) dan imperatif rekuestif (permintaan). Berikut ini akan disajikan contoh kalimat imperatif instruktif.
(15) Cepat masuk, Rahma!
(16) Jangan dimakan, Indra!