Apa Saja Jenis-Jenis Anggrek?

ilustrasi-anggrek-1_169, 130%

Mengetahui jenis-jenis anggrek menjadi sangat penting dalam budidaya anggrek. Sebab, dengan mengetahui jenis-jenis anggrek kita dapat mengetahui syarat-syarat tumbuh tanaman anggrek yang dibudidayakan. Di dunia, tanaman anggrek memiliki beberapa jenis. Dimana setiap jenis tanaman anggrek memiliki karakter tumbuh yang berbeda-beda. Sehingga, cara budidaya anggrek tentu akan berbeda pula untuk masing-masing jenis anggrek. Lalu, apa saja jenis-jenis tanaman anggrek?

2 Likes

Adapun menurut Redaksi Agromedia dalam bukunya yang berjudul Cara Tepat Merawat Anggrek, tanaman anggrek memiliki beberapa jenis yang dilihat berdasarkan suhu tempat hidupnya, media tumbuh, dan pola tumbuh.

1. Berdasarkan Suhu Tempat Hidupnya

Berdasarkan suhu tempat hidupnya, anggrek dikelompokkan menjadi 3 jenis antara lain:

  • Anggrek Suhu Dingin
    Anggrek suhu dingin merupakan jenis anggrek yang tumbuh di daerah pegunungan dengan ketinggian 2000-4000 m dpl. Anggrek ini akan tumbuh baik pada suhu berkisar antara 15-21°C pada siang hari dan antara 10-13°C pada malam hari. Adapun anggrek yang termasuk ke dalam jenis ini adalah Miltonia, Masdevallia, Oncidium, Odontoglossum, dan Paphiopedilum.

Anggrek Suhu Dingin

  • Anggrek Suhu Sedang
    Anggrek suhu sedang merupakan jenis anggrek yang tumbuh di daerah dengan ketinggian 750-2000 m dpl. Anggrek ini akan tumbuh baik pada suhu berkisar antara 21-32°C pada siang hari dan antara 13-18°C pada malam hari. Adapun anggrek yang termasuk ke dalam jenis ini adalah Brassavola, Dendrobium, Laelia, Cattleya, Paphiopedilum, dan Epidendrum.

Anggrek Suhu Sedang.PNG

  • Anggrek Suhu Panas
    Anggrek suhu panas merupakan jenis anggrek yang tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian 0-750 m dpl. Anggrek ini akan tumbuh baik pada suhu berkisar antara 26-35°C pada siang hari dan antara 18-24°C pada malam hari. Adapun anggrek yang termasuk ke dalam jenis ini adalah Vanda, Phalaenopsis, dan beberapa jenis anggrek Dendrobium.

Anggrek Suhu Panas

2. Berdasarkan Media Tumbuh

Berdasarkan media tumbuhnya, tanaman anggrek dapat dikelompokkan menjadi:

  • Anggrek Epifit
    Tanaman anggrek epifit merupakan jenis anggrek yang tumbuh dengan menumpang pada batang tanaman lainnya. Namun, jenis anggrek ini tidak bersifat parasit. Melalui menumpang pada batang tanaman lainnya, anggrek epifit dapat memperoleh posisi yang lebih baik agar mendapatkan cahaya matahari yang lebih. Selain itu, akar anggrek epifit juga akan mendapatkan air dari kabut dan hujan untuk berfotosintesis. Adapun contoh anggrek epifit antara lain Dendrobium, Phalaenopsis, Cattleya, Cymbidium, dan Vanda. Anggrek epifit pada umumnya lebih mudah ditanam dari pada anggrek tanah. Ketika hendak menanam, anggrek yang dipilih harus memiliki batang yang tidak terlalu panjang agar tidak mudah patah.

Anggrek Epifit

  • Anggrek Tanah atau Terrestrial
    Anggrek terrestrial merupakan jenis anggrek yang tumbuh di permukaan tanah atau media tanam yang diletakkan di tanah. Melalui hidup di tanah, anggrek terrestrial dapat tumbuh dengan menyerap unsur hara dari dalam tanah. Adapun contoh anggrek terrestrial adalah Calanthe, Paphiopedilum, dan Arachnis, dan beberapa anggrek Cymbidium.

Anggrek Tanah

Selain itu, menurut Junaedhie (2014), juga terdapat kelompok anggrek berdasarkan media tumbuhnya antara lain:

  • Anggrek Saprofit
    Anggrek saprofit merupakan jenis anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung daun-daun kering dan humus. Pada umumnya, anggrek ini tidak memiliki daun dan klorofil. Sehingga anggrek saprofit dikenal tidak membutuhkan banyak cahaya matahari untuk pertumbuhannya. Adapun contoh anggrek saprofit adalah Goodyera sp.

  • Anggrek Litofit
    Anggrek litofit merupakan anggrek yang tumbuh di tanah berbatu atau bebatuan. Anggrek jenis ini mengambil makanan dari humus, udara, dan hujan. Anggrek litofit bersifat sangat tahan terhadap cahaya matahari. Adapun contoh anggrek litofit adalah Paphiiopedilum sp.

Anggrek Litofit.PNG

3. Berdasarkan Pola Tumbuh

Berdasarkan pola tumbuhnya, tanaman anggrek dapat dikelompokkan menjadi:

  • Anggrek Simpodial
    Anggrek simpodial mempunyai pola tumbuh horizontal seperti tumbuhan merambat. Batang anggrek simpodial diebut dengan istilah rhizome. Dimana batang ini tumbuh di permukaan tanah secara horizontal. Akar-akar anggrek jenis ini tumbuh di sepanjang batang dengan membentuk batang vertikal dan menyamping. Akar-akar ini disebut dengan istilah umbi semu (pseudobulb). Dimana tunas baru akan muncul di bagian dasar umbi semu. Setiap umbi semu memiliki satu sampai beberapa daun.

Terdapat dua bentuk umbi semu pada anggrek jenis simpodial. Pertama, anggrek dengan bentuk umbi semu memanjang ke atas seperti batang (cane). Pada anggrek ini, tangkai batang muncul dari ujung batangnya. Kedua, anggrek dengan bentuk bulat, pendek, dan pipih. Anggrek ini memiliki bunga yang muncul dari bagian bawah umbi semu yang terbungkus oleh pelepah daun (sheath). Adapun contoh anggrek simpodial adalah Oncidium, Coelogyne, Catteleya, dan Dendrobium.

Anggrek Simpodial

  • Anggrek Monopodial
    Anggrek monopodial merupakan jenis anggrek yang tumbuh ke atas dari satu batang. Ujung batang ini juga menjadi tempat tumbuhnya daun dan tangkai bunga. Apabila ujung batang monopodial rusak karena busuk atau dipotong/stek, maka akan muncul batang baru dari sisi batang yang lama. Namun, anggrek ini tidak memiliik rhizome dan pseudobulb. Pada anggrek ini bisanya muncul akar udara (aerial root) di sepanjang batangnya. Adapun contoh dari anggrek monopodial adalag Vanda dan Phalaenopsis.

Anggrek Monopodial.PNG

Referensi

Redaksi Agromedia. (2006). Cara Tepat Merawat Anggrek. Jakarta: AgroMedia.
Junaedhie, Kurniawan. (2014). Membuat Anggrek Pasti Berbunga. Jakarta: AgroMedia.

3 Likes

Anggrek merupakan salah satu jenis tanaman hias yang menempati posisi teratas sebagai tanaman hias paling populer. Tak heran karena memang anggrek memiliki ribuan spesies yang memiliki karakteristik, keunikan dan daya tarik yang berbeda beda antara satu dengan yang lainnya, baik yang sudah banyak dibudidayakan ataupun anggrek-anggrek liar di hutan yang masih langka keberadaannya. Di antara ribuan spesies anggrek dengan karakteristiknya yang berbeda-beda, beberapa spesies anggrek di bawah ini dianggap menjadi anggrek dengan bentuk, warna dan keindahan yang sangat memukau. Makanya, menjadi yang terbaik di antara spesies anggrek yang lainnya. Apa saja? Yuk simak.

  1. CattleyaJenis anggrek cattleya merupakan salah satu dari 42 spesies anggrek yang berasal dari Kostarika hingga ke bagian tropis Amerika selatan. Jenis anggrek cattleya merupakan salah satu yang paling di sukai di Indonesia karena karakteristik bunganya yang besar dan mencolok.

Cattelya muncul dengan sangat banyak jenis warna yang cantik dan memikat. Ciri khas anggrek jenis ini adalah bagian ujung petal dan labelumnya yang agak bergelombang.

  1. VandaAnggrek jenis vanda juga menjadi salah satu yang paling digemari karena coraknya yang cantik. Para pecinta anggrek tak akan absen memelihara anggrek jenis vanda sebagai koleksi. Vanda memiliki sekitar 80 spesies dengan warna bentuk dan karakteristik keunikan khas tersendiri.

  2. Phalaenopsis
    Phaleonopsis memiliki sekitar 60 spesies dan salah satu yang paling terkenal adalah Phaleonopsis amibis atau anggrek bulan yang merupakan jesni anggrek endemik hutan Indonesia. Bunga dari anggrek phaleonopsis dapat bertahan hingga beberapa bulan.

  3. Pecteilis radiata
    Pecteilis radiata atau yang dalam dunia internasional lebih dikenal dengan White Egret Orchid, memiliki bentuk yang terbilang cukup unik. Jika biasanya anggrek menonjolkan keunikan di warnanya jenis yang satu ini justru memiliki bentuk yang menarik perhatian.
    Pecteilis radiata memiliki bentuk seperti seekor burung yang sedang terbang, petal anggrek jenis ini berbentuk seakan seperti sayap burung yang sedang mengepak.

  4. Dendrobium
    Anggrek dendrobium merupakan jenis anggrek yang biasa digunakan sebagai tanaman hias raungan dalam pot. Ukuran bunganya yang tak terlalu besar namun berjumlah banyak membuatnya banyak disukai para pecinta anggrek. Anggrek ini termasuk jenis anggrek epifit dengan tipe batang simpodial.

  5. Laelia
    Anggrek laelia memiliki ciri khas yang mana bagian petal dan sepalnya agak menggulung sehingga bunga terlihat lebih ramping jika dibandingkan anggrek vanda atau phaleonopsis. Hal ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi anggrek jenis ini.

  6. Schomburgkia exaltata
    Kamu pasti bisa langsung melihat keunikan luar biasa yang dimiliki anggrek jenis Schomburgkia exaltata ini. Ya, bagian petal dan sepalnya yang menggelombang membuat anggrek jenis ini terlihat sangat unik dan menarik.

  7. Miltonia
    Untuk jenis ini ciri yang menjadi ciri hasnya adalah bagian warna mencolok di daerah labelumnya. Kamu bisa melihat seperti corak batik pada bagian labelumnya meskipun pada kenyataannya jenis anggrek ini bukanlah berasal dari Indonesia.

Referensi:https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/science/discovery/amp/vini-krisdiani/jenis-anggrek-tercantik-di-dunia-exp-c1c2