Apa saja jenis hama dan peenyakit yang pada umumnya menyerang tanaman toga? Bagaimana Penngendaliannya?

Setiap tanaman, sudah tentu tidak lepas dari serangan hama dan penyakit. Pun, pada tanaman toga sudah tentu tidak lepas dari serangan hama dan penyakit.
Nah, untuk mengatasi hal tersebut, jenis hama dan penyakit apa saja yang biasa menyerang tanaman toga?

3 Likes

Jinta hitam tidak terganggu oleh banyak hama atau penyakit, tetapi kadang-kadang diserang oleh lalat akar wortel, atau dikenal sebagai lalat karat wortel (Psila rosae) seperti cara mengatasi penyakit pada tanaman sawi. Menjadi anggota dari keluarga peterseli itu mungkin diserang oleh ulat peterseli ini biasanya dapat dibuang dengan tangan. Bunganya menarik bagi tawon parasit yang mengendalikan kutu daun.

Belalang bisa menjadi bagian tubuh hama dan belalang di sampel benih dapat menyebabkan down-grading atau penolakan. Belalang Daun mungkin juga penting karena mereka mengirimkan penyakit kuning aster. Upaya-upaya harus dilakukan untuk mencegah penyebaran ganja daun ke tanaman jintan seperti cara mengatasi penyakit tanaman semangka.

Sumber:

Secara umum tanaman tidak mengalami serangan hama dan penyakit, sehingga tidak terlihat kerusakan pada tanaman jintan hitam. Gulma yang tumbuh dominan di sekitar tanaman jintan hitam adalah gulma teki dan semanggi.

Sumber:
Ridwan T, Munif G, Ani K. 2014. Laju pertumbuhan dan produksi jntan hitam (Nigella sativa L.)
dengan aplikasi pupuk kandang sapi dan fosfat alam. Jurnal Agron Indonesia 42(2):158-165.

1 Like

Musuh utama sirih merah biasanya adalah keong, bekicot dan semut. Untuk membasmi hama tersebut, jangan meggunakan pestisida karna sirih merah akan digunakan sebagai tanaman obat. Cara terbaik adalah mengambil secara manual keong dan bekicot yang ada pada tanaman. Untuk semut dapat kita semprotkan air murni menggunakan sprayer.

Sumber: https://piat.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/647/2018/02/Budidaya-sirih-merah.pdf

1 Like

Secara spesifik untuk tanaman jahe sendiri,hama yang menyerang adalah :
1.Kepik
Menyerang daun tanaman hingga menjadi berlubang-lubang
2.Ulat penggesek akar, Menyerang akar tanaman jahe sampai menyebabkan tanaman jahe menjadi kering dan mati
3.Kumbang

Sementara untuk penyakit pada tanaman jahe diantaranya yaitu penyakit layu bakeri,penyakit busuk rimpang dan penyakit bercak daun

Sumber :
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://distan.jogjaprov.go.id/wp-content/download/tanaman_obat/jahe.pdf&ved=2ahUKEwiO4_G8p-rrAhX86XMBHfcoBFkQFjABegQIDRAG&usg=AOvVaw26Eo1MydAasKcr8Gj-zbeL

1 Like

Hama dan penyakit yang menyerang kencur hingga saat ini masih belum ada yang bersifat fatal. Kencur lebih sering terkena serangan hama ulat daun dan belalang. Penyakit yang menyerang kencur adalah busuk rimpang dan bercak daun. Busuk rimpang mengakibatkan daun kencur layu, berwarna kekuningan dan menggulung, bila rimpang kencur dicabut akan tampak gejala pangkal batang membusuk.
Jika rimpang kencur telah terinfeksi penyakit, telur dan larva serangga hama seperti lalat rimpang (Mimegrallacoeruleifrons) dan belatung (Eumerus figurans) akan berkembang biak di dalam rimpang kencur dan memakan daging rimpang bagian dalam.
Cara mengatasi busuk rimpang pada kencur dapat dilakukan dengan cara mencabut dan membuang bagian yang terserang.

Referensi : https://www.harianmerapi.com/news/2018/06/16/20952/kencur-rimpang-rimpang-serba-guna-di-jawa-7-hanya-dikunyah-longgarkan-nafas

1 Like

Ada beberapa hama yang dapat menyerang tanaman jahe, yaitu :

  1. Kepik
    Hama ini dapat menyebabkan daun bergerigi, berlubang, dan berwarna kecoklatan. Pengendalian yang dapat dilakukan yaitu penyemprotan dengan larutan pestisida berbahan aktif seperti Betasiflutrin dan pronofos.

  2. Kumbang
    Hama ini dapat menyebabkan rimpang menjadi abnormal, seperti membulat tidak sempurna dan terdapat lubang telur kumbang. Pengendalian nya dapat dilakukan dengan menggunakan larutan insektisida dan nematisida seperti Karbofuran dengan dosis 1 gram/tanaman jahe.

  3. Kutu Daun
    Hama ini dapat menyebabkan daun menggulung, menguning, dan berguguran. Penanganan nya dapat menggunakan pestisida berbahan aktif seperti Abemektrin, Amitraz, Metamil, Difokol, dll.

  4. Ulat penggerek akar
    Hama ini dapat menyebabkan akar kering, rusak, dan tanaman dapat mati.

  5. Nematoda
    Hama ini dapat menyebabkan akar terdapat benjolan, rimpang akan berubah warna kecoklatan.

Sumber: www.pertanianku.com

1 Like

Hama pada kencur

Sampai saat ini masih belum banyak dilaporkan gangguan hama pada tanaman kencur yang bersifat fatal. Kalaupun ada masih terbatas pada serangan hama ulat daun dan belalang. Pengendalian yang perlu diperhatikan dalam budidaya kencur adalah serangan penyakit, walaupun tingkat serangannya masih rendah. Penyakit yang sudah ditemukan di areal pertanaman kencur adalah busuk rimpang dan bercak daun. Busuk rimpang disebabkan oleh bakteri layu seperti pada jahe (Ralstonia solanacearum). Tanaman yang terinfeksi menunjukkan gejala daun layu, berwarna kekuningan dan menggulung. Apabila serangan sudah berlanjut, rimpang tanamantersebut bila dicabut akan tampak gejala pangkal batang membusuk.

Didalam rimpang kencur yang terinfeksi penyakit, memungkinkan berkembang biaknya telur dan larva serangga hama seperti lalat rimpang (Mimegrallacoeruleifrons) dan belatung (Eumerus figurans) yang memakan daging rimpang bagian dalam. Pengendalian penyakit busuk rimpang bisa dilakukan dengan cara mencabut dan membuang tanaman yang terserang.

Sumber : www.harianmerapi.com

1 Like

Hama Tanaman kunyit

  1. Ulat penggerek akar. Biasanya pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk. Pengendalian yang dapat dilakukan yaitu pemberian insektisida furadan G-3.
    Penyakit
  2. Busuk bakteri rimpang. Disebabkan oleh kurang baiknya sistem pengairan (drainase) atau rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian, sehingga luka rimpang
    kemasukan cendawan. Gejalanya yaitu kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas, kemudian rimpang
    lama kelamaan membusuk dan keropos.
    Pengendalian:
    a. Pencegahan genangan air pada lahan, mencegah terlukanya
    rimpang
    b. penyemprotan fungisida dithane M-45.
  3. Karat daun kunyit.
    Gejalanya adalah timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun; bila penyakit ini
    menyerang tanaman dewasa/daun yang tua maka tidak akan mempengaruhi produksinya. Jika menyerang tanaman/daun muda menyebabkan tanaman mati.
    Pengendalian:
    a. Mengurangi kelembaban
    b. Penyemprotan insektisida, seperti dengan agrotion 2 cc/liter atau dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali.

Pengendalian secara alami juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan pestisida nabati.

sumber : distan.jogjaprov.go.id : Budidaya Tanaman Kunyit

1 Like

Hama pada kunyit

  1. Ulat penggerek akar
    Gejalanya pada pangkal akar menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk.

  2. Karat daun kunyit
    Yang disebabkan oleh Taphrina macullans Bult dan Collettothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips.

Sumber : cybex.pertanian.go.id

1 Like

Hama pada tanaman Kelor

Hama yang paling umum yaitu jangkrik, belalang, dan ulat. Serangga mengunyah bagian tanaman yang menyebabkan kerusakan pada daun, tunas, bunga, buah atau biji, dan aliran getah.
Solusi terbaik dalam mengatasi serangan serangga yang hebat adalah memotong kembali batang pohon, tanpa meninggalkan bagian yang dimana daun tumbuh. Jangan khawatir, pertumbuhan berikutnya akan sangat cepat, terutama bila mendapat pasokan air yang cukup. Mengenai ulat Lepidoptera, sangat penting untuk mendeteksi serangannya sejak dari awal, agar dapat bertindak sebelum terlambat. Penyemprotan harus ditujukan pada pusat tanaman dan terutama pada tunas dimana ulat muda biasanya terdapat.

Sumber: https://kelorina.com

2 Likes

Kalo dari hewan : keong, tikus, ulat terkadang untuk penyelesaiannya diambil manual dengan tangan. Namun apabila terinfeksi jamur biasanya menggunakan bahan kimia yang aman

1 Like

Hama yang menyerang tanaman temulawak diantaranya, ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites Esp.),ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.), dan lalat rimpang (Mimegrala coerulenfrons Macquart). Pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida Kiltop 500 EC atau Dimilin 25 WP dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

Penyakit yang menyerang tanaman temulawak diantaranya :

  1. Jamur Fusarium, dapat dikendalikan dengan melakukan pergiliran tanaman
  2. Penyakit layu, dapat dikendalikan dengan pergiliran tanaman dan penyemprotan Agrimycin 15/1.5 WP atau grept 20 WP dengan konsentrasi 0.1 -0.2%.
  3. Gulma

Sumber : http://carabudidaya77.blogspot.com/2013/09/hama-penyakit-tanaman-temulawak.html?m=1

1 Like

Hama yang dijumpai pada tanaman jahe adalah:
(1) Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang-
lubang.
(2) Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe
hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering dan
mati.
(3) Kumbang

Sedangkan penyakit yang sering menyerang adalah:
Penyakit layu bakeri.
Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan dan yang paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yang dingin, genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab.

Penyakit busuk rimpang
Penyakit ini dapat masuk ke bibit rimpang jahe melalui
lukanya. Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-25°C dan terus berkembang akhirnya menyebabkan rimpang menjadi busuk.

Penyakit bercak daun
Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka. Dengan gejala daun yang bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercak-bercak itu berwarna abu-abu dan ditengahnya terdapat bintik-bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati.

Pengendalian secara organik
Pengendalian dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan dilakukan secara terpadu dikenal PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb:

  1. Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu
    memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan
    penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman.
  2. Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami.
  3. Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan
    terhadap serangan hama dan penyakit.
  4. Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia.
  5. Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial.
  6. Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan.

Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai
pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: tembakau, bengkuang, jeringau, dll.

Buku : Budidaya Tanaman Obat Keluarga (Toga)

2 Likes

Hama yang menyerang tanaman kunyit yaitu ulat penggerek akar Dichcrosis puntifera). Hama ini dapat dibasmi dengan cara tanaman disemprot atau ditaburkan insektisida furadan G-3. Sedangkan penyakit yang biasa menyerang kunyit antara lain :

  1. Busuk bakteri rimpang
    Pengendalian:
    a. mencegah terjadi genangan air pada lahan, mencegah terlukanya
    rimpang;
    b. penyemprotan fungisida dithane M-45.
  1. Karat daun kunyit
    Pengendalian:
    a. Dilakukan dengan mengurangi kelembaban;
    b. Penyemprotan insektisida, seperti dengan agrotion 2 cc/liter atau
    dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali

Sumber : http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/91224/Budidaya-Tanaman-Kunyit/

1 Like

Tanaman kelor yang ditanam secara monokultur juga lebih rentan terhadap hama maupun penyakit. Oleh karena itu, penanaman tumpangsari antara kelor dan tanaman lain yang memiliki tinggi berbeda bisa jadi pilihan. Jarak tanam yang lebih luas juga dapat memaksimalkan penyerapan nutrisi, cahaya matahari serta air. Semoga informasi tambahannya dapat membantu😊

2 Likes

Hama yang mungkin menyerang tanaman kapulaga adalah kutu, ulat pemakan daun, penggerek batang, penggerek buah dan kumbang pemakan daun. Sedangkan penyakit yang umumnya menyerang tanaman ini berupa gejala bercak coklat keputihan pada daun ( leaf spot ) tanaman kapulaga akibat serangan jamur serta penyakit virus forky atau katte yang disebabkan oleh kutu daun. Selain itu terdapat penyakit busuk akar dan kerusakan batang akibat jamur Cercosporella sp., infeksi dimulai dari bagian pucuk lalu turun dan menyumbat bagian tanaman termasuk pucuk. Penanganan tanaman kapulaga yang terserang hama penyakit cukup sederhana yaitu dengan cara mencabutnya dan menggantinya dengan tanaman kapulaga yang sehat, dan dapat juga dilakukan dengan pengapuran atau pemberian pupuk dengan dosis yang tepat. Sedangkan untuk mengendalikan ulat dan serangga dapat dikontrol dengan insektisida. Penyemprotan dengan insektisida 2.4 D dapat memberantas perkembangbiakan ulat pemakan daun.

Diniyati D, Fauziyah E, Widyaningsih TS. 2014. Upaya Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tanaman Kapulaga sebagai Tanaman Sela di Hutan Rakyat. Jurnal Penelitian Agroforestry . 2(1) : 21-34.

Sastrahidayat IR. 2016. Penyakit Pada Tumbuhan Obat-Obatan, Rempah-Bumbu dan Stimulan . Malang (ID): Universitas Brawijaya Press.

kumbang pemakan daun
ulat penggerek batang

1 Like

Hama dan Penyakit tanaman Mengkudu dan Cara Pengendalian Hama :

  1. Penyakit hitam daun, disebabkan oleh patogen Phytophthora botryosa . Gejalanya yaitu daun hitam, batang busuk kemudian mati, buah berwarna coklat kemudian hitam membusuk. Penyakit ini berkembang baik pada periode iklim basah. Dengan adanya jamur pada daun, maka akan mengurangi photosyntesa. Penyakit busuk daun mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu, buahnya kecil dan kualitasnya menurun. Langkah-langkah pencegahan dan pengendalian mencakup pemangkasan, gulma kontrol, dan sanitasi lapangan. Pengndalian jamur jelaga dilakukan dengan air sabun disemprotkan pada tempat yang terinfeksi.

  2. Penyakit simpul akar, adalah penyakit akar yang disebabkan oleh nematoda, spesies Meloidogyne. Gejalanya yang terlihat pada tanaman yaitu batangnya kekuatan berkurang, tanaman kerdil, kemudian menguning. Pada akarnya, seperti membengkak, retak, dan membusuk. Penyakit ini dapat diminimalkan dengan menggunakan metode transplantasi bebas nematoda dengan menambahkan tanah organik seperti kompos yang mengandung kotoran ayam. sedang irigasi dan penggunaan pupuk juga akan meminimalkan kerusakan dan mengurangi besarnya busuk akar sekunder dengan saprophytic jamur dan bakteri.

  3. Penyakit Batang membusuk, adalah penyakit pada batangnya membusuk, menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Gejala awal adalah tanaman layu, termasuk lesu daun, menguning, kemudian gugur daun. Penyakit ini timbul dari berbagai penyebab yang komplek termasuk akibat dari penanamn benih dari tanaman yang terinfeksi seperti nematode akar-simpul, banjir, cedera batang dan pembusukan oleh jamur tanah dan Sclerotium
    rolfsii. Pencegahan dilakukan dengan tanaman bebas patogen, memilih tanah yang sesuai.
    4.Hama tanaman mengkudu, adalah hama serangga yang menyerang jenis tanaman herbal mengkudu menyebabkan kerusakan yang signifikan, antara lain yaitu: kutu daun ( Aphis gossypii ), semut, kala (kala hijau), tungau ( eriophyid tungau ), whiteflies, dan siput. Wabah hama sering terjadi pada tanaman mengkudu monokultur. Jadi, tumpangsari dengan tanaman spesies lain dapat meminimalkan serangan hama.
    5.Tungau dapat dikendalikan denganpemangkasan daun yang terkena dampak dan menggunakan pestisida yang direkomendasikani, seperti belerang. Untuk mengendalikan siput dan semut, menaruh penghalang sementara di dasar tanaman mengkudu, seperti asam tembaga (untuk siput), atau zat lengket seperti getah pinus (bagi semut).

  4. Gulma dapat menyebabkan tanaman mengkudu tidak dapat tumbuh dengan baik sehingga tidak dapat menghasilkan produk herbal yang baik. Gulma adalah tanaman liar yang tumbuh disekitar tanaman mengkudu. Disamping menjadi pesaing untuk mendapatkan unsur hara tanah bagi tanaman mengkudu, gulma juga menjadi sarang hama seperti kutu daun, kala, dan whitefly. Hama tersebut dapat efektif dikendalikan dengan penyemprotan insektisida dan cairan sabun/deterjen. Gulma dapat dicegah yaitu dengan menghilangkan gulma induknya agar tidak berkembang lebih banyak, oleh karena itu secara berkala melakukan pengamatan untuk mengidentifikasi gulma induk, dan membersihkannya. Tanaman Mengkudu muda yang baru dipindahkan sangat rentan terhadap persaingan dari gulma seperti rumput Guinea (Mimosa pudica). Penyiangan tanaman mengkudu muda harus hati-hati, sebaiknya menggunakan tangan untuk mencegah agar batangnya tidak cedera mekanis kalau menggunakan mesin pemotong atau pemangkas, yang dilakukan sampai batang cukup besar. Penyiangan juga untuk memberantas nematode akar-simpul dan hama serangga seperti kutu daun, serta hama penyakit lain yang bersarang di tanaman liar atau gulma tersebut.

Sumber :


http://makanansehat123.blogspot.com/2012/10/10-manfaat-mengkudu-bagi-kesehatan.html
http://tanamanherbal.info/index.php/2011/11/hama-dan-penyakit-tanaman-mengkudu/
1 Like

Penyakit karat daun atau dikenal juga sebagai penyakit bercak daun merupakan penyakit yang umum didapatkan menyerang daun pada tanaman kunyit terutama dimusim hujan. Penyakit ini disebabkan oleh pathogen jenis jamur Taphrina macullans yang pertama kali ditemukan sekitar tahun 1911. Miselium pategon ini dapat ditemukan tumbuh di antara sel epidermis (kulit terluar) atau pada sisa tanaman.

Gejala

Tumbuhan yang terserang penyakit karat daun ini umumnya menunjukkan gejala berupa munculnya bercak bercak daun dalam jumlah yang banyak, warna daun beruah menjadi coklat kemerahan dibandingkan yang sehat berwarna hijau. Ukuran bercak terkecil berdiameter sekitar 1-2 mm. Pada serangan parah maka bercak akan membesar dan bentuknya tak beraturan.

Penanganan dan Pengendalian

Penanganan dan pengendalian terhadap penyakit karat yang disebabkan oleh pathogen Taphrina macullans , diantaranya yaitu:

  1. Pengendalian dengan menggunakan fungisida biasanya dilakukan dengan penyemprotan fungisida Bordeaux mixture, ferenox, fytolan, bitox- 50 dan dithane z-78.
  2. Tanaman yang terserang harus segera dicabut dan dimusnahkan, pemusnahan dapat dilakukan dengan membakarnya.
  3. Sanitasi atau kebersihan lahan perlu dilakukan untuk mencegah berkembangnya jamur ini
  4. Penggunaan varietas yang resisten terhadap jamur Taphirina moculans
    Sumber : https://www.genagraris.id/tanaman/taphrina-macullans-karat-daunbercak-daun-kunyit
1 Like

Hama dan penyakit daun kelor

Hama Serangga
Yang paling umum adalah hama belalang, jangkrik dan ulat. Serangga menggigit dan mengunyah bagian tanaman, menyebabkan kerusakan daun, tunas, bunga, tunas, buah atau biji serta gangguan aliran getah. Serangan serangga lebih sering terjadi di daerah kering di mana daun kelor sangat menarik bagi serangga. Biasanya, serangan ini terjadi pada awal musim kering ketika serangga tidak dapat menemukan sumber bahan pakan hijau lainnya. Solusi terbaik dalam mengatasi serangan serangga yang hebat adalah memotong kembali batang pohon, tanpa meninggalkan bagian yang dimana daun tumbuh. Jangan khawatir, pertumbuhan berikutnya akan sangat cepat, terutama bila mendapat pasokan air yang cukup. Mengenai ulat Lepidoptera, sangat penting untuk mendeteksi serangannya sejak dari awal, agar dapat bertindak sebelum terlambat. Penyemprotan harus ditujukan pada pusat tanaman dan terutama pada tunas dimana ulat muda biasanya terdapat.

Penggunaan insektisida dan petisida, sebaiknya menggunakan bahan organik, seperti ekstrak daun mimba yang dapat digunakan untuk melawan serangga, jika disemprotkan pada waktunya. Atau insektisidan dan pestisida organik lainnya yang tersedia di pasaran.

Serangan rayap juga menyebabkan kerusakan pada perkebunan kelor.

Beberapa solusi organik yang ada untuk pengendalian rayap:

  • Menebarkan pasta biji mimba ke tanah.
  • Memberikan ekstrak daun jarak pagar, kulit mahoni, daun tephrosia atau persia lilac pada sekitar pangkal batang.
  • Menumpukan abu di dasar tanaman.
  • Membuat perangkap rayap menggunakan mangkuk diisi dengan jerami basah, tanah dan limbah sayuran lainnya. Mangkuk diisi pada pagi hari, simpan pada bagan tanah yang rendah dengan mengubur dasar mangkuk dan ditutup dengan dedaunan kering untuk mempertahankan kesejukan. Perangkap ini harus diperiksa setiap 24 sampai 48 jam.

Penyakit, Serangan jamur
Penyakit yang paling banyak menyerang tanaman kelor adalah serangan jamur, terutama jamur Cercospora spp dan Septoria lycopersici. Bintik-bintik cokelat dapat muncul pada daun dan kemudian menyebar menutupi permukaan daun sepenuhnya, menyebabkan daun menguning dan mati.

Alternaria juga sering dengan ciri munculnya warna coklat gelap dengan bintik-bintik lingkaran konsentris pada sudut daun. Tanda hitam atau coklat juga muncul pada cabang-cabang. Jamur ini dikenal sebagai Alternaria solani. Timbulnya penyakit ini sulit untuk dideteksi dan seringkali terlambat untuk diatasi, sehingga defoliasi tidak bisa dihindari. Hal yang penting adalah mengingat periode pada saat gejala muncul, agar dapat bertindak lebih awal pada musim berikutnya. Gunakan fungisida nabati untuk mengatasinya.

sumber: https://kelorina.com/budidaya/hama-penyakit/

1 Like

mau tanya kak, kalau semisal penanaman sirih merah dalam jumlah banyak, adakah alternatif lain yang bisa digunakan untuk membasmi keong dan bekicot?