Apa Saja Indikator Manusia Sebagai Mahluk Sosial?

makhluk sosial
Manusia adalah makhluk sosial, dimana selalu membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Apa Saja Indikator Manusia Sebagai Mahluk Sosial yang Bermoral ?

Manusia dikatakan mahluk sosial yaitu mahluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Manusia dikatakan mahluk sosial, juga di karenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Ada kebutuhan sosial (social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain. Seringkali didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan masing-masing. Misalnya, orangkaya cenderung berteman dengan orang kaya. Orang yang berprofesi sebagai artis, cenderung mencari teman sesama artis.

Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia membutuhkan orang lain dan lingkungan sosialnya sebagai sarana untuk bersosialisasi. Bersosialisasi disini berarti membutuhkan lingkungan sosial sebagai salah satu habitatnya maksudnya tiap manusia saling membutuhkan satu sama lainnya untuk bersosialisasi dan berinteraksi. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya. Namun potensi yang ada dalam diri manusia itu hanya mungkin berkembang bila ia hidup dan belajar di tengah-tengah manusia. Untuk bisa berjalan saja manusia harus belajar dari manusia lainnya.

Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai mahkluk sosial dengan beberapa alasan, yaitu:

  • Ada dorongan untuk berinteraksi.
  • Manusia tunduk pada aturan norma sosial.
  • Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan satu sama lain.
  • Potensi manusia akan benar-benar berkembang apabila ia hidup ditengah-tengah manusia.

Karakteristik Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Meskipun memiliki tanggung jawab yang penuh terhadap dirinya sendiri, manusia juga membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini dilakukan dengan bersosialisasi atau bermasyarakat dengan manusia lainnya. Dorongan dari lahir memaksa mereka untuk selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk di masyarakat, sehingga dengan sendirinya mereka akan berinteraksi dengan masyarakat.

Ciri manusia sebagai makhluk sosial adalah dengan adanya interaksi sosial dalam hubungannya dengan manusia lain. Secara garis besar, ada beberapa faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia dengan manusia lainnya, yaitu tekanan emosional, harga diri, dan isolasi sosial.

  • Tekanan emosional. Tekanan emosional yang tinggi membuat manusia bersimpati dan berempati dengan apa yang terjadi pada manusia lainnya, sehingga mendorong mereka untuk membantu manusia tersebut keluar dari permasalahannya ataupun ikut merasakannya.
  • Harga diri. Harga diri mendorong manusia untuk berinteraksi dengan orang lain. Ketika kondisi harga diri mereka rendah, maka mereka akan terpacu untuk melakukan hubungan dengan orang lain karena pada kondisi ini mereka membutuhkan dukungan atau kasih sayang dari orang lain untuk bangkit dari masalahnya.
  • Isolasi sosial. Isolasi sosial memaksa seseorang untuk bersoasialisasi dengan manusia lainnya yang memiliki pemikiran yang sepaham agar terbentuk interaksi sosial yang harmonis.

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa alasan mengapa manusia disebut dengan makhluk sosial. Adapun alasan – alasannya adalah sebagai berikut :

  • Manusia patuh pada aturan yang berlaku.
  • Manusia memiliki kecendrungan untuk dinilai oleh orang lain.
  • Manusia harus memenuhi kebutuhan dalam berinteraksi dengan orang lain.
  • Manusia dapat mengembangkan potensinya apabila berada di tengah – tengah masyarakat

Ciri-ciri Manusia Sebagai Mahkluk Sosial:

  • Suka bergaul
  • Suka bekerja sama
  • Hidup berkelompok
  • Memiliki kepedulian terhadap orang lain
  • Tidak bisa hidup sendiri

Indikator - Indikator Manusia Sebagai Mahluk Sosial yang Bermoral

Lickona (2012) dalam bukunya yang berjudul Educating for Character , mengemukakan tiga aspek teori indikator manusia sebagai makhluk yang bermoral:

  • Berusaha melakukan pengendalian diri. Contohnya :tidak bermain saat pelajaran berlangsung, memperhatikan guru saat menjelaskan, datang tepat waktu ke sekolah.
  • Berusaha melaksanakan serta senang bekerjasama dan saling menolong sesama anggota masyarakat. Contohnya : menjaga kebersihan di lingkungan, bekerja kelompok dan bekerja bakti disekolah maupun dirumah.

Sumber:

http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/1692/5/151804001_file%205.pdf

Sebagai makhluk sosial, manusia melakukan berbagai kegiatan, berinteraksi dengan sesama manusia dan lingkungannya. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan hidupnya dan berkembang. Mungkin saja ada orang yang dapat mencari makanannya sendiri, membuat pakaiannya sendiri, bahkan membuat rumahnya sendiri. Namun, bukan berarti dia tidak membutuhkan orang lain.

Sebagai makhluk sosial, manusia berusaha memenuhi kebutuhannya, termasuk kebutuhan sosialnya. Kehidupan sosial manusia cukup beragam, misalnya kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain, kebutuhan keamanan, kebutuhan pendidikan, kebutuhan kesehatan.

Sebagai makhuluk sosial, manusia pun berusaha memenuhi kebutuhan sosialnya. Kebutuhan sosial tersebut antara lain mengadakan kegiatan bersama. Kegiatan bersama ini bertujuan untuk membangun komunikasi timbal balik yang saling menguntungkan. Ingatkah kamu bahwa tanpa komunikasi, tidak akan terjadi interaksi sosial? Salah satu contoh kegiatan bersama ialah gotong royong membersihkan lingkungan. Dalam kegiatan bergotong royang yang diadakan secara rutin, misalnya satu bulan sekali, warga dapat bertemu dengan warga lainnya, membicarakan keamanan lingkungan, kesempatan kerja bagi anggota warganya yang belum memiliki pekerjaan, dsb. Manusia hidup di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, manusia harus memerhatikan nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Nilai dan norma inilah yang menjaga keteraturan hubungan dalam masyarakat. Untuk itu, manusia memerlukan lembaga yang mengatur kegiatan-kegiatan sosial manusia, misalnya kantor urusan agama tempat melangsungkan pernikahan juga undang-undang perkawinan.

Kebutuhan sosial lainnya ialah pendidikan. Pendidikan akan membuka wawasan seseorang. Proses pendidikan turut membantu membentuk kepribadian. Dengan demikian, proses pendidikan juga membantu dalam meningkatkan moral seseorang. Sebagai makhluk sosial yang bermoral, manusia harus berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Misalnya, para pendidik akan mengajarkan bahwa dengan menjalankan ajaran agama dengan benar, kita akan terhindar dari penyakit sosial yang ada di masyarakat.

Manusia sebagai makhluk sosial (homo socialis), karena ia selalu berinteraksi dengan manusia lainnya dalam kehidupan sehari-hari, dengan bersosialisasi manusia dapat mengembangan potensinya di masyarakat. Manusia sebagai makhluk sosial memiliki naluri untuk saling tolong menolong, setia kawan dan toleransi serta simpati dan empati terhadap sesamanya. Keadaan inilah yang dapat menjadikan suatu masyarakat yang baik, harmonis dan rukun, hingga timbullah norma, etika dan kesopan santunan yang dianut oleh masyarakat. Bila hal tersebut dilanggar atau terabaikan maka terjadilah yang dinamakan penyimpangan sosial.

Manusia sebagai makhluk sosial memiliki dua keinginan yaitu:

  1. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia yang lain di sekelilingnya ( Masyarakat).

  2. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekitarnya.

Dari sini kita bisa ketahui indikator manusia sebagai mahluk sosial, adalah :

  1. Manusia tidak dapat hidup sendiri.

  2. Manusia memiliki kebutuhan sosial ( social needs ), yaitu berinteraksi dengan orang lain.

  3. Manusia dapat mengembangkan potensinya, bila ia hidup di tengah-tengah manusia