© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa saja fungsi Potassium atau Kalium (K) pada tanaman?

Kalium

Kalium merupakan salah satu hara penting pada tanaman. Defisiensi kalium akan menyebabkan lemahnya jaringan batang dan kerusakan tanaman oleh bakteri, jamur, serangga, nematoda dan virus.

Kalium, unsur K, memegang peranan penting di dalam metabolisme tanaman antara lain terlibat langsung dalam beberapa proses fisiologis tanaman. Keterlibatan tersebut dikelompokkan dalam dua aspek, yaitu:

  1. aspek biofisik dimana kalium berperan dalam pengendalian tekanan osmotik, turgor sel, stabilitas pH, dan pengaturan air melalui kontrol stomata,

  2. aspek biokimia, kalium berperan dalam aktivitas enzim pada sintesis karbohidrat dan protein, serta meningkatkan translokasi fotosintat dari daun (TAIZ dan ZEIGER, 2002; FAGERIA et al., 2009).

Selain itu unsur K berperan memperkuat dinding sel dan terlibat di dalam proses lignifikasi jaringan sclerenchym. Kalium dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit tertentu (FAGERIA et al., 2009).

Dengan demikian, adanya pemberian K dapat terbentuknya senyawa lignin yang lebih tebal, sehingga dinding sel menjadi lebih kuat dan dapat melindungi tanaman dari gangguan dari luar.

Tanaman memerlukan kalium dalam jumlah yang tinggi yaitu berkisar antara 50-300 kg K/ha/ musim tanam (LAEGREID et al., 1999). Kebutuhan K oleh tanaman setara dengan kebutuhan N, bahkan pada beberapa tanaman serapan K lebih tinggi dibandingkan N seperti padi lahan sawah dan kering (FAGERIA et al., 2001).

Peranan utama kalium (K) dalam tanaman adalah sebagai aktivator berbagai enzim (Soepardi 1983). K merupakan satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman. K terlibat dalam semua reaksi biokimia yang berlangsung dengan tanaman dan merupakan batasan yang paling banyak diperlukan tanaman. K bukan penyusun bagian integral komponen tanaman, melainkan fungsinya sebagai katalis berbagai fungsi fisiologis esensial (Tisdale et al. 1985).

Dengan adanya K tersedia yang cukup dalam tanah menjamin ketegaran tanaman. Selanjutnya membuat tanaman lebih tahan terhadap berbagai penyakit dan merangsang pertumbuhan akar (Soepardi 1983). K dikenal sebagai hara penentu mutu produksi tanaman (Janke 1992).

Selain itu, beberapa peran dan fungsi kalium yang perlu diketahui sebagai berikut:

  • Translokasi (pemindahan) gula pada pembentukan pati dan protein.

  • Membantu proses membuka dan menutup stomata (mulut daun).

  • Efisiensi penggunaan air (ketahanan terhadap kekeringan).

  • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit

  • Memperkuat tubuh tanaman supaya daun, bunga, dan buah tidak gampang
    rontok.

  • Memperbaiki ukuran dan kualitas buah pada masa generatif. Menambah
    rasa manis pada buah.

  • Dibutuhkan oleh tanaman buah dan sayuran yang memproduksi karbohidrat
    dalam jumlah banyak, misalnya kentang.