Apa Saja Fungsi Al-Quran Bagi Umat Manusia Dalam Islam?

Alquran adalah salah satu mukjizat Rasulullah S.A.W bagi selururuh umat sampai akhir zaman. Al-Quran merupakan pedoman hidup umat islam selain Al-hadist. Lalu apa saja fungsi Al-Quran sebagai teman dalam dalam mengarungi perjalanan hidup di dunia?

Al-quran merupakan kitab suci umat Islam dan juga merupakan Dasar Hukum Islam dan Sumber Syariat Islam yang memiliki banyak manfaat bagi umat manusia. Al-quran diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai Rasul yang dipercaya menerima mukjizat Al-quran, Nabi Muhammad SAW menjadi penyampai, pengamal, serta penafsir pertama dari Al-Quran.

Al-quran dan Pengertiannya

Al-quran secara terminologi merupakan Kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagi umat Islam. Al-quran diturunkan dengan menggunakan bahasa Arab dan maknanya dari Allah SWT, sampai saat ini Al-quran terus dijaga keasliannya dan terus dibukukan dengan menggunakan bahasa Arab.

As-Syafi’I mengungkapkan Al-quran tidak berasal dari kata apa pun dan tidak ditulis dengan hamzah. Lafadz Al-quran menurutnya sudah lazim digunakan untuk pengertian firman Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW. Pendapat lain dari Al Farra mengatakan bahwa Al-quran berasal dari qarain yang merupakan bentuk jamak dari qarinah yang artinya “kaitan”. Ini sesuai dengan makna dan kandungan ayat Al-quran yang berkaitan satu dengan lainnya.

Saat ini Al-quran banyak diterjemahkan ke bahasa asing seperti bahasa Indonesia dan bahasa Inggris namun bahasa asli Al-quran yaitu bahasa Arab tetap dipertahankan untuk menjaga keasliannya. Hal ini perlu dilakukan karena setiap bahasa memiliki makna tersendiri yang kadang tak bisa langsung diterjemahkan dalam bahasa lainnya.

Fungsi Al-Quran dalam Agama Islam

Fungsi Al-Quran dalam Kehidupan tersurat dari nama-namanya di dalam Al-quran itu sendiri. Nama lain Al-quran yang menunjukkan fungsinya sendiri antara lain:

  • Al-Huda (Petunjuk)
    Di dalam Al-quran ada tiga posisi Al-quran yang fungsinya sebagai petunjuk. Al-quran menjadi petunjuk bagi manusia secara umum, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, dan petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Jadi Al-quran tidak hanya menjadi petunjuk bagi umat Islam saja tapi bagi manusia secara umum. Kandungan Al-quran memang ada yang bersifat universal seperti yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan itu bisa menjadi petunjuk bagi semua orang tidak hanya orang yang beriman Islam dan bertakwa saja.

    Petunjuk bagi orang yang beriman berarti bagi orang yang memiliki iman Islam dalam dirinya yaitu yang mengakui bahwa Nabi Muhammad utusan Allah dan Allah merupakan satu-satunya Tuhan Semesta Alam. Sedangkan untuk orang yang bertakwa berarti bagi orang-orang yang benar-benar menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Beberapa kali di Al-quran dituliskan tentang kepada siapa ayat atau sebuah perintah ditujukan, apakah bagi orang yang beriman atau bagi orang-orang yang bertakwa.

  • Al-Furqon (Pemisah)
    Nama lain Al-quran adalah Al-Furqon atau pemisah. Ini berkaitan dengan fungsi Al-quran sebagai Keajaiban Al-Qur’an di Dunia lainnya yang dapat menjadi pemisah antara yang hak dan yang batil, atau antara yang benar dan yang salah. Di dalam Al-quran dijelaskan berbagai macam hal yang termasuk kategori salah dan benar atau hak dan yang batil.

    Jadi jika sudah belajar Al-Quran dengan benar maka seseorang seharusnya dapat membedakan antara yang benar dan yang salah. Misalnya saja saat mencari keuntungan dengan berdagang, dijelaskan bahwa tidak benar jika melakukan penipuan dengan mengurangi berat sebuah barang dagangan. Begitu juga dengan berbagai permasalahan lainnya yang bisa diambil contohnya dari ayat-ayat Al-Quran.

  • Al-Asyifa (Obat)
    Di dalam Al-quran Keajaiban Al-Qur’an di Dunia Nyata disebutkan bahwa Al-quran merupakan obat bagi penyakit yang ada di dalam dada manusia. Penyakit dalam tubuh manusia memang tak hanya berupa penyakit fisik saja tapi bisa juga penyakit mental atau psikologis, contohnya saja cara mengatasi depresi menurut islam. Perasaan manusia tidak selalu tenang, kadang merasa marah, iri, dengki, cemas, dan lain-lain.

    Manfaat Membaca Al- Qur’an dan mengamalkannya dapat terhindar dari berbagai penyakit hati tersebut. Al-quran memang hanya berupa tulisan saja tapi Keutamaan Membaca Al Quran dapat memberikan pencerahan bagi setiap orang yang beriman. Saat hati seseorang terbuka dengan Al-quran maka ia dapat mengobati dirinya sendiri sehingga perasaannya menjadi lebih tenang dan bahagia dengan berada di jalan Allah.

  • Al-Mau’izah (Nasihat)
    Al-Quran juga berfungsi sebagai pembawa nasihat bagi orang-orang yang bertakwa dan juga sebagai Sumber Pokok Ajaran Islam. Di dalam Al-Quran terdapat banyak pengajaran, nasihat-nasihat, peringatan tentang kehidupan bagi orang-orang yang bertakwa, yang berjalan di jalan Allah. Nasihat yang terdapat di dalam Al-Quran biasanya berkaitan dengan sebuah peristiwa atau kejadian, yang bisa dijadikan pelajaran bagi orang-orang di masa sekarang atau masa setelahnya.

    Nasihat dan peringatan tersebut penting karena sebagai manusia kita sering menghadapi berbagai masalah dan cara penyelesaiannya sebaiknya diambil dari ajaran agama. Bagaimana cara kita menghadapi tetangga, suami, orang tua, dan bahkan musuh kita telah diajarkan dalam Al-Quran.

Fungsi Al-Quran Bagi Kehidupan Manusia

  • Sebagai petunjuk jalan yang lurus
    Hidup Bahagia Menurut Islam adalah jalan yang lurus. Jalan yang lurus menurut yang mengajarkan umatnya untuk berakhlak mulia sekaligus menjalankan ibadah dengan baik. Banyak umat manusia yang kadang kebingungan harus berbuat apa lagi di dunia ini, dan tak sedikit yang kemudian terperosok ke jalan yang salah. Misalnya orang-orang yang melakukan perbuatan kriminal atau menggunakan narkoba.

    Al-quran memberikan petunjuk agar umat manusia dapat terus berjalan di jalan yang lurus. Di dalam Al-quran sudah dijelaskan mana yang salah dan yang benar, serta peringatan-peringatan agar terus bertakwa kepada Allah SWT.

  • Merupakan mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW
    Jika nabi-nabi lainnya mendapatkan mukjizat yang terlihat jelas seperti dapat berbicara dengan binatang, menyembuhkan orang sakit, dan lainnya maka Nabi Muhammad SAW diberikan mukjizat yang sedikit berbeda yaitu Al-Quran yang merupakan kitab suci umat Islam. Al-Quran merupakan sumber dari segala sumber hukum dan penyempurna dari kitab-kitab yang terdahulu. Meskipun Nabi Muhammad SAW tidak dapat membaca dan menulis namun Allah menjaga Al-Quran yang diwahyukan kepada beliau.

  • Menjelaskan kepribadian manusia dan yang membedakannya dari makhluk lainnya
    Di dalam Al-Quran disebutkan tentang manusia yang memiliki berbagai sifat baik itu sifat yang baik dan buruk. Selain itu manusia juga dikaruniai akal yang membuatnya berbeda dari binatang. Allah SWT menjadikan manusia sebagai pemimpin di dunia ini. Sebagai pemimpin manusia seharusnya dapat memiliki akhlak-akhlak yang baik bukannya malah berperilaku seperti binatang. Manfaat Baca Al-quran dan mengamalkannya akan membuat kita menjadi manusia yang bertakwa dan berakhlak mulia sertaCara Meningkatkan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT.

  • Merupakan penyempurna bagi kitab-kitab Allah yang telah turun sebelumnya
    Umat Islam percaya dengan adanya kitab-kitab Allah yang telah turun sebelum Al-Quran, yaitu Taurat, Injil, dan Zabur. Namun tetap Al-Quran yang wajib dipelajari karena merupakan penyempurna dan digunakan sampai akhir zaman. Kitab-kitab Allah sebelumnya ditujukan hanya pada umat pada zaman tersebut saja, berbeda dengan Al-Quran. Allah akan menjaga keaslian Al-Quran melalui para umat yang hafal Al-Quran dan mengamalkannya.

  • Menjelaskan masalah yang pernah diperselisihkan umat sebelumnya
    Al-Quran turun pada saat zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup. Firman yang turun tersebut akan berkaitan dengan kejadian pada saat itu. Misalnya saja perselisihan suatu kaum, atau cerita tentang kaum sebelumnya yang mendapatkan teguran dari Allah SWT.

    Berdasarkan kisah umat terdahulu kita bisa belajar agar tidak mengulangi kesalahan yang mereka perbuat misalnya serakah dan berbuat buruk terhadap orang lain. Ini juga bisa berkaitan dengan kebiasaan buruk umat sebelumnya yang harus dihindari pada masa sekarang.

  • Al-Quran dapat memantapkan iman Islam
    Manfaat Baca Al-quran Setiap Hari dan memahami artinya dapat membuat kita lebih mantap lagi memegang teguh ajaran Islam. Sebagai umat Islam kita kadang sering merasa iman kita menurun karena kesibukan duniawi, namun jika kita rutin dalam membaca Al-Quran serta mencoba belajar tentang isi dari Al-Quran maka kita bisa mempertebal iman kita.

    Isi Al-Quran akan membuat kita semakin yakin bahwa agama Islam adalah agama yang memang harus kita anut. Jadi belajarlah Al-Quran jika ingin lebih memantapkan iman Islam atau jika tiba-tiba merasa ada keraguan dalam hati.

  • Tuntunan dan hukum untuk menjalani kehidupan
    Al-Quran berisi tentang banyak hal termasuk tuntunan dan hukum dalam menjalani kehidupan. Manusia bisa saja membuat hukum sendiri untuk sebuah negara atau daerah namun hukum Al-Quran diturunkan dari Allah SWT yang tentunya lebih sempurna jika mampu dijadikan dasar. Tuntunan dalam Al-Quran diperuntukkan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Al-Quran mengatur bagaimana tentang berhubungan dengan orang lain, berdagang, warisan, zakat, dan banyak hal lain. Umat Islam yang mempelajari Al-Quran dengan baik dan mampu mengamalkannya maka hidupnya akan tertuntun rapi.

Fungsi Al-Quran Sebagai Sumber Ilmu

Al-quran berisi ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi manusia sebagai sumber hukum, sejarah, dan lainnya. Ilmu tersebut sangat bermanfaat bagi umat manusia. Beberapa disiplin ilmu yang bersumber dari Al-quran antara lain:

  • Ilmu Tauhid
    Ilmu Tauhid Islam merupakan Ilmu Kalam dalam Islam yang membahas pengokohan keyakinan dalam agama Islam sehingga dapat menghilangkan keraguan. Tauhid sendiri berarti mengesakan Allah. Tak jarang dari kalangan umat Islam sendiri sering merasa ragu terhadap agama mereka karena banyak hal. Mempelajari ilmu tauhid dapat meyakinkan kita tentang Tuhan yang Satu yaitu Allah SWT.

  • Ilmu Hukum
    Di dalam Al-quran dibahas pula hukum-hukum dalam agama Islam. Sebagai umat Islam yang baik seharusnya dapat mempelajari hukum dalam Islam, seperti hukum pernikahan, perhitungan waris, dan lain-lain. Al-quran merupakan salah satu sumber hukum Islam yang perlu terus kita pelajari sehingga kita bisa menjadi muslim yang taat dan berpengetahuan.

  • Ilmu Tasawuf
    Pengertian Tasawuf adalah ilmu Tasawuf Dalam Islam untuk mengetahui cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlak atau biasa disebut dengan Tasawuf Akhlaki, serta membangun dhahir dan batin sehingga Hubungan Akhlak dan Tasawuf mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Ilmu tasawuf sudah berkembang sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kita tentu tahu tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW pergi ke Gua Hira dan banyak berdzikir. Para sufi kemudian mencontoh apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW tersebut.

  • Ilmu Filsafat Islam
    Filsafat Islam adalah Ilmu Filsafat Islam yang memiliki Hubungan Ilmu Kalam dengan Filsafat yang dikembangkan oleh cendekiawan muslim. Jika dalam ilmu filsafat lain kadang masih mencari-cari tentang kehadiran Tuhan namun di filsafat Islam sudah meyakini tentang keesaan Tuhan yaitu Allah SWT. Filsafat Islam lebih banyak membahas Filsafat Pendidikan Islam tentang masalah lain seperti manusia dan alam.

  • Ilmu Sejarah Islam
    Sejarah Agama Islam juga banyak terdapat dalam Al-quran. Islam sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang sejak zaman Nabi Muhammad SAW atau bahkan sejak zaman Nabi Adam diturunkan di dunia. Dalam Sejarah Peradaban Islam, agama Islam sendiri kemudian baru dikukuhkan pada saat zaman Nabi Muhammad SAW. Ada banyak rintangan dan hadangan yang ikut mengiringi perkembangan Sejarah Islam Dunia pada zaman tersebut.

  • Ilmu Pendidikan Islam
    Ilmu Pendidikan Islam diajarkan di sekolah-sekolah agar para siswa lebih memahami tentang agama Islam yang mereka anut. Di dalam Hakikat Pendidikan Islam, Al-quran menjadi salah satu sumber utama untuk mempelajari Islam. Pendidikan Anak Dalam Islam juga menuntut agar para siswa dapat membaca Al-quran dan mengerti artinya yang nantinya dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan itu merupakan salah satu Tujuan Pendidikan Islam.

Selain ilmu-ilmu tersebut, di dalam Al-quran sebenarnya sering disebutkan tentang ilmu pengetahuan lainnya seperti ilmu biologi ataupun astronomi. Isi kandungan Al-quran memang sudah teruji kebenarannya. Sebagai umat Islam kita wajib untuk mempelajarinya dan mengamalkan Al-quran sehingga kehidupan kita dapat selalu terjaga di jalan yang lurus.

Dari segi bahasa, Al-Quran berarti “yang dibaca” atau “bacaan”. Sedangkan, menurut istilah pengertian Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman-firman Allah SWT, yang diwahyukan dalam bahasa Arab kepada Nabi Muhammad dan membacanya bernilai ibadah.

Fungsi utama Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk/pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Sebagai pedoman hidup, isi/kandungan Al-Qur’an terbagi menjadi tiga pembahasan pokok yaitu akidah, ibadah, dan prinsip-prinsip syariat.

1.Petunjuk bagi Manusia.

Allah swt menurunkan Al-Qur’ansebagai petujuk umar manusia, seperti yang dijelaskan dalam surat (Q.S AL-Baqarah 2:185 (QS AL-Baqarah 2:2) dan (Q.S AL-Fusilat 41:44)

2. Sumber pokok ajaran islam.

Fungsi AL-Qur’an sebagai sumber ajaran islam sudah diyakini dan diakui kebenarannya oleh segenap hukum islam. Adapun ajarannya meliputi persoalan kemanusiaan secara umum seperti hukum, ibadah, ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, ilmu pengetahuan dan seni.

3. Peringatan dan pelajaran bagi manusia.

Dalam AL-Qur’an banyak diterangkan tentang kisah para nabi dan umat terdahulu, baik umat yang taat melaksanakan perintah Allah maupun yang mereka yang menentang dan mengingkari ajaran Nya. Bagi kita, umat yang akan datang kemudian tentu harus pandai mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah-kisah yang diterangkan dalam Al-Qur’an.

4. Sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw

Turunnya Al-Qur’an merupakan salah satu mukjizat yang dimilki oleh nabi Muhammad saw. Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang berfungsi sebagai mu’jizat bagi Rasulullah Muhammad saw sebagai pedoman hidup bagi setiap Muslim dan sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya, dan bernilai abadi.

Sebagai mu’jizat, Al-Qur’an telah menjadi salah satu sebab penting bagi masuknya orang-orang Arab di zaman Rasulullah ke dalam agama Islam, dan menjadi sebab penting pula bagi masuknya orang-orang sekarang, dan ( insya Allah) pada masa-masa yang akan datang. Ayat-ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dapat meyakinkan kita bahwa Al-Qur’an adalah firman-firman Allah, tidak mungkin ciptaan manusia apalagi ciptaan Nabi Muhammad saw yang ummi.

Demikian juga ayat-ayat yang berhubungan dengan sejarah seperti tentang kekuasaan di Mesir, Negeri Saba’. Tsamud, 'Ad, Yusuf, Sulaiman, Dawud, Adam, Musa dan lain-lain dapat memberikan keyakinan kepada kita bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah bukan ciptaan manusia. Ayat-ayat yang berhubungan dengan ramalan-ramalan khusus yang kemudian dibuktikan oleh sejarah seperti tentang bangsa Romawi, berpecah-belahnya Kristen dan lain-lain juga menjadi bukti lagi kepada kita bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah SWT.

Bahasa Al-qur’an adalah mu’jizat besar sepanjang masa, keindahan bahasa dan kerapihan susunan katanya tidak dapat ditemukan pada buku-buku bahasa Arab lainnya. Gaya bahasa yang luhur tapi mudah dimengerti adalah merupakan ciri dari gaya bahasa Al-Qur’an. Karena gaya bahasa yang demikian itulah ‘Umar bin Khattab masuk Islam setelah mendengar Al-Qur’an awal surat Thaha yang dibaca oleh adiknya Fathimah. Bahkan Abu Jahal musuh besar Rasulullah, sampai tidak jadi membunuh Nabi karena mendengar surat adh-Dhuha yang dibaca Nabi.

Referensi :

Di dalam Al-Quran telah disebutkan secara jelas mengapa Al-Quran diturunkan. Berikut adalah beberapa ayat Al-Quran yang menerangkan antara tujuan ia diturunkan untuk kita sama-sama hayati:

1. Petunjuk bagi orang-orang yang mau bertaqwa.

“Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari ALLAH dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa.” (Surah al-Baqarah, 2:2)

2. Petunjuk bagi seluruh manusia, penjelasan/keterangan kepada petunjuk dan juga sebagai pembeda baik dan salah.

“(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah.” (Surah al-Baqarah, 2:185)

3. Sebagai kitab yang menjelaskan mengenai perkara yang telah disembunyikan oleh Ahli-ahli Kitab.

“Wahai Ahli Kitab! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul KAMI (Muhammad, s.a.w) dengan menerangkan kepada kamu banyak dari (keterangan-keterangan dan hukum-hukum) yang telah kamu sembunyikan dari Kitab Suci, dan ia memaafkan kamu (dengan tidak mendedahkan) banyak perkara (yang kamu sembunyikan). Sesungguhnya telah datang kepada kamu cahaya kebenaran (Nabi Muhammad) dari ALLAH, dan sebuah Kitab (Al-Quran) yang jelas nyata keterangannya.” (Surah al-Ma’idah, 5:15)

4. Membimbing keluar dari kegelapan kepada cahaya kebenaran dan jalan yang lurus lagi benar.

“Dengan (Al-Quran) itu ALLAH menunjukkan jalan-jalan keselamatan serta kesejahteraan kepada sesiapa yang mengikut keredaanNYA, dan (dengannya) TUHAN keluarkan mereka dari gelap-gelita (kufur) kepada cahaya (iman) yang terang-benderang, dengan izinNYA; dan (dengannya juga) TUHAN menunjukkan mereka ke jalan yang lurus.” (Surah al-Ma’idah, 5:16)

5. Sebagai nasihat, pengajaran dan penawar kepada penyakit hati

“Wahai umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu, dan yang menjadi penawar bagi penyakit-penyakit batin yang ada di dalam dada kamu, dan juga menjadi hidayah petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Surah Yunus, 10:57)

6. Sebagai iktibar, mengesahkan kandungan kitab terdahulu, sebagai keterangan akan kandungan kitab terdahulu dan sebagai petunjuk dan rahmat.

“Demi sesungguhnya, kisah Nabi-nabi itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mempunyai akal fikiran. (Kisah Nabi-nabi yang terkandung dalam Al-Quran) bukanlah ia cerita-cerita yang diada-adakan, tetapi ia mengesahkan apa yang tersebut di dalam Kitab-kitab ugama yang terdahulu daripadanya, dan ia sebagai keterangan yang menjelaskan tiap-tiap sesuatu, serta menjadi hidayah petunjuk dan rahmat bagi kaum yang (mahu) beriman.” (Surah Yusuf, 12:111)

7. Sebagai hukum

“Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Quran sebagai hukum dalam bahasa Arab.” (Surah ar-Ra`d, 13:37)

Sumber : https://muzir.wordpress.com/2013/07/26/kenapa-al-quran-diturunkan/

Kitab Berita (An-Naba wal Akhbar)

Al-Quran adalah sebagai kitab yang membawakan berita baik di masa lalu ataupun untuk di masa depan. Masa lalu yaitu berkaitan sejarah manusia dan sejarah rasul-rasul Allah, sedangkan di masa depan adalah masa dimana dunia akan berakhir dan masa akhirat. Informasi tersebut tidaka akan pernah sampai kepada manusia selagi Al-Quran tidak memberikan informasinya.

Kitab Hukum dan Aturan (Al Hukmu Wasy Syariah)

Disampaikan oleh Allah bahwa Al-Quran adalah kitab hukum yang mengatur berbagai perkara dan meluruskan semua masalah agar manusia dapat memecahkannya.

“dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” (QS : 49 : 50)

Kitab Berjuang (Kitabul Jihad)

Disampaikan bahwa Al-Quran adalah kitab yang memberikan perintah dan aturan mengenai berjuang atau jihad di jalan-jalan kebenaran. Untuk itu, umat islam wajib berjihad dengan makna berjuang menegakkan keadilan di muka bumi dengan berbagai potensi yang dimilikinya.

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS : 29 : 69)

Kitab Pendidikan (Kitabbun Tarbiyyah)

“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya” (QS : Ali Imran : 79)

Allah memberikan perintah lewat kitab petunjuk Al-Quran sebagai kitab pendidik dan memberikan informasi yang mendidik manusia.

Kitab Ilmu Pengetahuan (Kitabul iilm)

Kitab Al-Quran berisi segala ilmu pengetahuan. Mulai dari pengetahuan yang bersifat sains, sosial, dan filsafat. Al-Quran memuat dasar-dasar ilmu pengetahuan tersebut dan memerintahkan manusia untuk menggunakannya sebagai pijakan dalam kehidupan.