© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa Saja Faktor yang Menurunkan Adsorpsi Kalsium di dalam Tubuh

calsium

Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi dalam tubuh, ada faktor yang dapat meningkatkan penyerapan kalsium. ada pula faktor yang dapat menurunkan penyerapan kalsium dalam tubuh. Lalu apa saja faktor penurun adsorpsi dalam tubuh ?

Faktor yang Menurunkan Absorpsi Kalsium


Beberapa faktor yang dapat menurunkan absorpsi kalsium, yaitu:

  • Protein dan Sodium
    Protein terutama protein hewani dan sodium dapat menurunkan absorpsi kalsium melalui urin. Setiap penambahan 43 mmol (1 g) sodium akan menyebabkan penambahan kehilangan 0.66 mmol (26,3 mg) kalsium dan setiap penambahan 1 g protein menyebabkan kehilangan 0,044 mmol (1,75 mg) kalsium (Bowman & Russell, 2001).

  • Fosfor
    Asupan tinggi fosfor mengurangi kehilangan kalsium lewat urin, akan tetapi meningkatkan kehilangan kalsium lewat feses pada waktu yang bersamaan, sehingga tidak ada keuntungan yang didapat (Gibson, 2005)

  • Asam Oksalat
    Asam oksalat terdapat dalam sayuran hijau daun, seperti bayam. Asam oksalat dengan kalsium akan membentuk kalsium oksalat yang tidak larut dan sulit diabsorpsi. Terbentuknya kalsium oksalat tergantung pada jumlah asam oksalat yang ada. Jika terdapat kalsium dalam jumlah cukup untuk membentuk ikatan dengan asam oksalat maka tidak ada asam oksalat bebas untuk bergabung dengan kalsium dari bahan makanan lain. Sayuran daun pada umumnya banyak mengandung asam oksalat bebas. Kurang lebih 55% asam oksalat bebas pada bayam terdapat dalam bentuk bebas dan mudah larut (Guthrie & Picciano, 1995).

  • Asam Fitat
    Asam fitat juga membentuk ikatan garam dengan kalsium yang tidak dapat dipisahkan dalam usus dan terlalu besar untuk diabsorpsi secara utuh oleh rute paraseluler. Asam fitat terutama terdapat pada sekam padi/gandum. Asam fitat tidak terlalu merusak jika roti diragi dan ikatan fitat dihidrolisasi oleh enzim ragi selama proses fermentasi (Bowman & Russell, 2001).

  • Ketidakstabilan Emosi
    Efisiensi absorpsi kalsium dapat dipengaruhi oleh stabilitas emosional individu. Stress, tegang, cemas, sedih, bosan dapat mengganggu absorpsi kalsium (Guthrie & Picciano, 1995).

  • Kurang Olah Raga
    Orang yang tidak melakukan olahraga ketahanan tubuh seperti berjalan, berlari, bed rest sehingga cenderung tidak aktif, dapat kehilangan 0,5% kalsium tulang per bulan dan sulit untuk mengganti kehilangan kalsium tersebut. Beberapa bukti menemukan bahwa kehilangan kalsium lebih disebabkan oleh kurangnya berat tulang bukan ketidakaktifan bergerak. Orang yang berolahraga renang memiliki kepadatan tulang lebih rendah daripada mereka yang berolahraga ketahanan tubuh seperti lari atau jalan (Guthrie & Picciano, 1995).

  • Serat
    Serat dapat meningkatkan motilitas gastrointestinal, mengikat mineral dalam struktur serat. Serat dalam sayuran hijau tidak memiliki efek terhadap absorpsi kalsium, namun serat dalam gandum dapat mengurangi absorpsi kalsium (Bendich & Deckelbaum, 2005).

  • Kafein
    Konsumsi tinggi kafein meningkatkan kalsium melalui urin dan merangsang sekresi urin ke dalam gastrointestinal (Guthrie & Picciano, 1995). Secangkir kopi dapat mengurangi absorpsi kalsium kurang lebih 3 mg (Bendich & Deckelbaum, 2005).

  • Obat
    Obat – obatan seperti anti konvulsan, kortison, tiroksin, dan antasid mengandung aluminium memiliki efek samping menurunkan kalsium (Guthrie & Picciano, 1995).

1 Like