© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa saja faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal?

Komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap peserta menangkap reaksi yang lain secara langsung, baik secara verbal maupun nonverbal

Apa saja faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal?

Menurut Lunandi (1994), faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal yaitu :

  1. Citra Diri
    Citra Diri atau Self Image memilih ekspresi dan persepsi orang. Manusia menciptakan citra diri melalui pertalian bersama orang lain.

  2. Citra Pihak Lain
    Citra pihak lain terhitung memilih cara dan kemampuan orang berkomunikasi sebab waktu berkomunikasi dirasakan campuran citra diri dan citra pihak lain.

  3. Lingkungan Fisik
    Tingkah laku manusia dari suatu tempat ke tempat yang lain berlainan sebab setiap tempat punya norma yang wajib ditaati.

  4. Lingkungan Sosial
    Lingkungan sosial terhitung punya efek pada komunikasi, setiap orang wajib sensitif pada lingkungan ia berada dan mahir membedakan lingkungan yang satu bersama yang lain.

  5. Kondisi
    Kondisi fisik dan emosional seseorang terhitung berpengaruh pada komunikasi, kecuali suasana fisik sedang sakit maka dapat tidak cukup cermat memilih kata dan kecuali suasana emosional tidak cukup stabil maka komunikasi tidak cukup stabil pula.

  6. Bahasa Badan
    Komunikasi tidak hanya dapat dilukiskan bersama kalimat namun terhitung gerakan tubuh atau badan terhitung dapat menggambarkan apa yang dapat dikatakan selanjutnya tanpa wajib mengungkapkannya.

Terjadinya suatu komunikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya komunikasi interpersonal sebagaimana disebutkan Jalaluddin (2005) ada tiga faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi interpersonal seseorang, yaitu:

1. Percaya (trust)

Komunikasi interpersonal “percaya” dapat menentukan efektivitas komunikasi. Menurut Giffin secara ilmiah, percaya didefenisikan sebagai mengandalkan perilaku individu untuk mencapai tujuan yang dikehendaki, yang pencapaiannya tidak pasti dan dalam situasi yang penuh resiko.

Defenisi ini menyebutkan tiga unsur percaya,

  1. Ada situasi yang menimbulkan risiko. Bila individu menaruh kepercayaan kepada seseorang, ia akan menghadapi risiko. Bila tidak ada risiko, percaya tidak diperlukan.

  2. Adanya kepercayaan kepada orang lain berarti menyadari bahwa akibat-akibatnya bergantung orang lain.

  3. Adanya keyakinan bahwa perilaku orang lain akan berakibat baik baginya.

2. Sikap suportif

Sikap yang mau menerima kritik jika melakukan kesalahan. Dalam artian sikap yang mengurangi sikap defensive dalam komunikasi. Orang yang bersikap defensive bila tidak mau menerima, tidak jujur, dan tidak empatis. Dengan sikap defensive akan lebih banyak melindungi diri dari ancaman dari pada memahami pesan. Gibb menyebut enam perilaku yang menimbulkan perilaku suportif. Perilaku tersebut adalah: deskripsi, orientasi masalah, spontanitas, empati, persamaan, dan propesionalisme.

3. Sikap terbuka

Kemampuan menilai secara obyektif, kemampuan membedakan dengan mudah, kemampuan melihat nuansa, orientasi keisi, pencarian informasi dari berbagai sumber, kesediaan mengubah keyakinan, professional, dan lain-lain.