© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Distres Psikologis?

Distres psikologik merupakan respon fisiologis dan psikologis seseorang yang merupakan manifestasi dari depresi dan kecemasan seseorang terhadap tuntutan dan tekanan yang ada. Lalu, apa saja faktor yang dapat mempengaruhi distres psikologik?

Matthews (2000) menjabarkan bahwa ada tiga faktor situasional utama yang mempengaruhi distres, yaitu:

  • Pengaruh fisiologis
    Carson, Butcher, & Mineka (dalam Mabitsela, 2003) menyatakan distres psikologik sebagai bentuk kecacatan neurologis yang bertanggung jawab terhadap pikiran dan tingkah laku yang tidak teratur dan memerlukan penanganan dan perawatan medis. Penelitian mengenai pengaruh fisiologis pada stress menemukan bahwa adanya kerusakan pada otak mempengaruhi distres. Seperti kerusakan pada amygdala atau pada lobus frontal. Kerusakan pada bagian ini akan mengakibatkan tingkah laku yang diluar kontrol. Perbedaan emosi negatif seseorang dikarenakan kontrol yang berbeda dalam sistem otak dan saraf seseorang.

  • Pengaruh kognitif
    Mood negatif bisa disebabkan dari sugesti pada diri sendiri atau membuat kata-kata mengenai sesuatu yang tidak menyenangkan/membahagiakan. Berdasarkan beberapa teori emosi ditemukan bahwa emosi dipengaruhi oleh evalusi seseorang terhadap stimulus dari luar dan pemahaman pribadinya. Kecemasan berhubungan dengan penilaian pribadi seseorang terhadap ancaman, ketidakpastian dan depresi terhadap ketidakberdayaan mengendalikan bahaya.

  • Pengaruh sosial
    Pengaruh faktor sosial diasosiasikan dengan musibah, permasalahan rumah tangga, dan pengangguran. Adanya dukungan sosial akan sangat membantu mengurangi stres.

Matthews (dalam Sekararum, 2012) mengutarakan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi distres psikologis yaitu:

  1. Faktor Intrapersonal
    Faktor intrapersonal mempengaruhi tingkat distres seseorang, Faktor interpersonal ini terdiri dari ciri kepribadian, yang mana didalamnya ada beberapa trait kepribadian yang berhubungan dengan kecenderungan emosi inidvidu. Dijelaskan dalam peeltian five factor model bahwa individu yang memiliki kepribadian neurotik diperkirakan memiliki mood negative seperti kecemasan dan depresi dengan intensitas yang berbeda. Individu dengan tingkat neurotik yang tinggi juga diperkirakan mengalami gangguan emosi.

  2. Faktor Situasional
    Penyebab distress biasanya dikarenakan pengaruh dari pengalaman atas suatu peristiwa, kejadian atau situasi yang dirasa membahayakan atau dapat menyerang kesejahteraan individu. Hal ini memiliki dampak yang berbeda tergantung pada individu dan kesempatan.

Faktor situasional ini dapat dibagi lagi menjadi tiga yaitu:

  • Fisiologis, dari beberapa hasil penelitian diketahui bahwa respon distres yang
    ditampilkan oleh individu dipengaruhi oleh beberapa bagian otak.
  • Kognitif, keyakinan serta harapan individu dapat menentukan dampak psikologis dan fisiologis dari stressor lingkungan.
  • Sosial, faktor ini merupakan faktor yang paling berpotensi menimbulkan distres dengan adanya hambatan dalam hubungan sosial yag dimiliki oleh individu seperti situasi berduka, pegangguran, dan hal lainnya.