Apa Saja Faktor Utama Penyebab Kenakalan Masa Remaja?

Nakal adalah suatu tindakan yang dilakukan dan dinilai tidak baik atau kurang baik bagi orang lain. Apa Saja Faktor Utama Penyebab Kenakalan Masa Remaja?

Masa remaja adalah masa bergejolak di mana para remaja lebih mengedepankan ego dan keinginan pribadi tanpa mempertimbangkan situasi dan keadaan, masa depan, bahkan orang lain. Kita mungkin lebih akrab menyebutnya dengan sebutan kenakalan remaja.

Kamu mungkin sudah sering melihat kenakalan remaja di media online dan media masa. Tawuran, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan lain-lain adalah contoh real kenakalan masa remaja pada zaman ini, apalagi dengan teknologi yang serba maju.

Untuk itu, di sini saya akan mencoba sejenak untuk mengulas sedikit tentang faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja :

  1. Faktor Pribadi
    Tidak luput semua kenakalan itu terjadi akibat kondisi diri yang kurang mapan, seperti berikut ini :

    • Rendahnya mental dan emosional akan pentingnya moralitas, sehingga tentu saja mengakibatkan mereka lebih mudah terpengaruh dan jatuh tindakan-tindakan asusila. Ini seperti kurangnya rasa kasih saya, tanggung jawab, pendendam, sombong, dan semua hal yang tidak mencerminkan sikap moral baik pada diri.

    • Stress dan depresi, ini juga membuat remaja terpengaruh ajakan teman atau melakukan keinginan untuk menghibur hati, bahkan dengan melakukan tindakan yang kurang pantas dalam bersosial.

    • Ingin tahu dan coba-coba, katakanlah ini seperti minuman keras, narkoba, dan sex, mungkin coba-coba adalah alasan awal tetapi tidak sadar bahwa semua hal itu membuat candu.

    • Tidak memikirkan akibat ke depannya, remaja memang suka foya-foya tanpa memikirkan masa depan dan akibat yang akan ditanggung.

  2. Faktor Keluarga
    Keluarga juga menjadi peran penting untuk membina kualitas moral pada diri, khususnya remaja. Adapun faktor keluarga yang bisa menyebabkan kenakalan remaja adalah sebagi berikut :

    • Terlalu memanjakan anak, ini sama halnya membuat anak tidak mandiri dan kurang tanggung jawab.

    • Pendidikan keras terhadap anak, ini bisa saja menyebabkan mental anak selalu tertekan dan suatu saat mereka bisa memberontak, baca lebih lanjut : Inilah Dampak Buruk Akibat Perlakuan Keras Orang Tua Kepada Anak.
      Kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anak

    • Orang tua sering bertengkar atau bahkan sampai cerai, ini menyebabkan anak stress, gelisah, cemas, dan tidak betah di rumah.

    • Komunikasi fakum, artinya tidak ada keterbukaan antara orang tua dan anak mengenai masalah-masalah yang terjadi.

  3. Faktor Sosial Pergaulan
    Teman bergaul sangat mempengaruhi moral seseorang, karena teman yang baik akan menularkan sesuatu yang baik, sedangkan teman yang buruk akan menularkan sesuatu yang buruk pula.

  4. Faktor Lingkungan
    Faktor lingkungan ini mencakup tempat tinggal dan kondisi masyarakat. Jika kamu bertempat tinggal di wilayah religi, tentu saja kamu akan melakukan kegiatan dan budaya yang berbau religi, begitu juga sebaliknya.

  5. Faktor Religi
    Pendidikan agama adalah pendidikan yang paling banyak mengajarkan tentang moralitas dan etika, baik untuk diri sendiri, sesama makhluk, lingkungan, agama, dan Tuhan. Jika remaja tidak dibekali dengan pontasi agama dengan kuat sejak kecil, maka besar kemungkinan mereka memiliki moralitas rendah. Pendidikan agama paling banyak ditemukan di pesantren-pesantren dan beberapa forum pengajian agama.

  6. Faktor Ekonomi
    Minimnya kebutuhan finansial sehari-hari terkadang bisa saja memaksa seseorang untuk melakukan tindakan kriminal, hanya demi mendapatkan uang dan sebungkus nasi. Ini tidak hanya terjadi pada kebanyakan orang dewasa saja, tetapi juga para remaja.

  7. Faktor Teknologi Yang Semakin Maju
    Teknologi manusia yang semakin berkembang memang sangat membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari. Memang banyak segi positifnya, tetapi juga ada segi negatifnya, ini tergantung dari bagaimana seseorang menyikapinya. Salah satu contoh sisi negatifnya di sini adalah internet dan teknologi mobile, di mana keduanya memfasilitasi pembukaan dan pendownloadan pornografi dan pornoaksi, memperbesar peluang penipuan, dan lain sebagainya.

  8. Faktor Budaya
    Perlu diketahui bahwa budaya Indonesia sudah tercampuri dari sekian banyak budaya luar, ada kalanya budaya itu baik, dan ada kalanya budaya itu buruk. Tetapi mau tidak mau budaya-budaya itu sudah melekat di masyarakat Indonesia sendiri.