Apa saja dampak yang mungkin terjadi dari Kesulitan Belajar pada anak ?

belajar

(Lia Permata Sari) #1

Kesulitan belajar

Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai oleh adanya hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Hambatan tersebut mungkin disadari atau tidak disadari oleh yang bersangkutan, mungkin bersifat psikologis, sosiologis, ataupun fisiologis dalam proses belajarnya.

Apa saja dampak yang mungkin terjadi dari Kesulitan Belajar pada anak ?


(Fariza Khansa Yuan) #2

Anak dengan kesulitan belajar seringkali menuding dirinya sebagai anak yang bodoh, lambat, berbeda dan terbelakang. Tekanan dari keluarga dan lingkungan yang diterima anak membuat anak merasa lebih terpojok lagi. Mereka menjadi tegang, malu, rendah diri dan berperilaku nakal, agresif, impulsif atau bahkan menyendiri/menarik diri untuk menutupi kekurangan pada dirinya.

Hendriono (2009) mengatakan anak yang mengalami kesulitan belajar akibat faktor psikososial akan menyebabkan keseluruhan prestasinya kurang atau mundur, terutama dalam pelajaran-pelajaran yang membutuhkan konsentrasi, perhatian dan daya ingat. Di samping itu motivasi untuk belajarpun menurun sehingga anak akan menjadi apatis (diam pasif dan tidak punya inisiatif).

Dampak pada Keluarga

Kesulitan belajar yang terjadi pada seorang anak tidak hanya berdampak bagi pertumbuhan dan perkembangan anak saja, tetapi juga berdampak dalam kehidupan keluarga. Orangtua merasa frustasi, marah, kecewa, putus asa,merasa bersalah atau menolak dengan kondisi anak. Orangtua akan saling menyalahkan sehingga hubungan antar keluarga bisa menjadi kurang harmonis. Dampak lain adalah bertambahnya dana yang dikeluarkan oleh keluarga untuk memberikan les ataupun bimbingan khusus terkait kesulitan yang dialaminya (Videback, 2008)

Dampak pada Lingkungan Anak

Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan anak dan tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan sehari-hari anak, sehingga kesulitan belajar yang dialami anak sedikit banyak akan berdampak pada interaksi anak dengan lingkungannya. Di lingkungan sekolah misalnya, apabila dalam satu sekolah terdapat banyak anak yang mengalami kesulitan belajar, sekolah tersebut akan dicap tidak baik. Akibatnya reputasi sekolah menurun dan akhirnya bisa menurunkan kredibilitas sekolah.

Pada lingkungan tempat tinggal anak akan berdampak jika anak yang mengalami kesulitan belajar memiliki perilaku malas, nakal dan impulsif. Perilaku seperti ini tentu saja memberi contoh yang tidak baik pada anak-anak lain yang ada disekitarnya, yang jika tidak dilakukan pengawasan akan ikut-ikutan berperilaku seperti itu (Videback, 2008).