Apa Saja Dampak Makanan Saji Bagi Kesehatan?

makanan instan
Makanan siap saji yang dimaksud adalah jenis makanan yang dikemas,
mudah disajikan, praktis, atau diolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut
umumnya diproduksi oleh industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi dan
memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi produk tersebut. Apa Saja Dampak Makanan Saji Bagi Kesehatan ?

1 Like

Dampak Makanan Istan Bagi Kesehatan:

  • Manfaat Makanan Siap Saji. Makanan siap saji yang beredar saat ini tercatat 500 – 600 jenis (Media Indonesia, 2013). Jenis tersebut terdiri dari minuman dan makanan yang diproduksi dalam skala kecil dan besar. Ketersediaan makanan siap saji ini akan memberikan kemudahan pemilihan jenis makanan, keragaman makanan, kualitas makanan dan praktis.
  • Bahaya Makanan Siap Saji. World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultural Organization (FAO) menyatakan bahwa ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap kesehatan manusia dibagi dalam 3 katagori yaitu : 1) aspek toksikologis, katagori residu bahan makanan yang dapat bersifat racun terhadap organ-organ tubuh, 2) aspek mikrobiologis, mikroba dalam bahan makanan yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan, 3) aspek imunopatologis, keberadaan residu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.

Dampak negatif zat aditif terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun tidak langsung, dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak negatif zat aditif berlebihan.

  • Sulfit : Menyebabkan sesak napas, gatal-gatal dan bengkak.( Intisari,2001)
  • Zat warna : Menimbulkan alergi, menimbulkan kanker hati, menyebabkan hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid.( Arbor,1997)
  • MSG : Kerusakan otak, kelainan hati, trauma, hipertensi, stress, demam tinggi, mempercepat proses penuaan, alergi kulit, mual, muntah, migren, asma, ketidakmampuan belajar dan depresi (Republika, 2003)
  • BHT & BHA : Menyebabkan kelainan kromosom pada orang yang alergi terhadap aspirin. (Intisari ,2001)
  • Pemanis : Menyebabkan kanker kantong kemih (saccarin), gangguan saraf dan tumor otak (aspartan), mutagenik.

Disamping bahaya dari zat aditif makanan siap saji diatas, bahaya lain yang dihadapi oleh konsumen/pengguna makanan siap saji adalah efek samping bahan pengemas. Unsur-unsur bahan pengemas yang berbahaya bagi kesehatan konsumen karena terdapatnya zat plastik berbahaya seperti PVC yang dapat menghambat produksi hormon testosteron (Atterwill dan Flack, 1992) kemasan kaleng disinyalir mengandung timbal (Pb) dan VCM (Vinyl Chlorid Monomer) yang bersifat karsinogenik yaitu memacu sel kanker (Media Indonesia, 2003), dan styrofoam bersifat mutagenik (mengubah gen) dan karsinogenik (Kompas, 2013)

Dampak negatif makanan cepat saji yang lain terhadap kesehatan sangat besar. Makanan cepat saji dapat memicu pertumbuhan sel tubuh yang tidak normal, seperti kanker dan lain-lain. Makanan cepat saji dapat membuat pertumbuhan tubuh yang abnormal. Beberapa dampak negatif makanan cepat saji adalah sebagai berikut: 1) Meningkatkan Risiko Serangan Jantung 2) Membuat Ketagihan 3) Meningkatkan Berat Badan 4) Meningkatkan Risiko Kanker 5) Memicu Diabetes 6) Memicu Tekanan Darah Tinggi.

Upaya Meminimalisasi Dampak Negatif

Untuk mengurangi dan meminimalisasi dampak negatif zat aditif makanan dapat diupayakan dengan beberapa cara antara lain :

  • Secara Internal . Mengurangi konsumsi makanan siap saji, meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan serta mengkonsumsi vitamin. Beberapa vitamin diduga mengandung zat antikarsinogen diantaranya adalah Vitamin A, C, E banyak terdapat dalam sayur dan buah; asam folat terdapat dalam brokoli, bayam dan asparagus: Betakaroten, Vitamin B3 (niasin), vitamin D dalam bentuk aktif (1.25-hidroksi) terdapat pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras dan ikan. Memberi pengertian pada keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi, mengontrol pemberian dan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah.
  • Secara eksternal. Produsen, diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat aditif pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanan termasuk zat aditif yang ditambahkan. Pemerintah, melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan Tambahan-Anak Sekolah) dengan memanfaatkan sumber makanan lokal.

Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memperhatikan segala aspek kondisi kesehatan. Mulai dari aspek makanan, minuman, nutrisi yang dikonsumsi dan perilaku kita sehari-hari. Baik itu dalam sebuah rutinitas olahraga yang tentu akan menjaga kondisi kesehatan dan juga akan menghindarkan dari segala hal yang bisa jadi penyebab penyakit bagi tubuh kita. Seperti itulah kurang lebih pengertian pola hidup sehat.

Kesehatan adalah dambaan kita semua. Untuk hidup sehat tentunya kita akan menjalankan sebuah aktifitas rutin dengan memperhatikan gaya hidup sehat. Kekayaan lahir dan batin tidak akan ada artinya bila kita masih terjebak dalam kondisi atau situasi sakit baik itu karena virus penyakit atau pun karena tingkah polah kita yang tidak memperhatikan kondisi badan.

Pola hidup sehat selalu berhubungan dengan faktor makanan yang menyehatkan serta menjauhi dari pola makanan tidak sehat yang kedepannya akan menyebabkan hari-hari kita menjadi sakit karena timbul penyakit. Selain dari aspekmakanan yang sehat juga bergizi satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah menjaga kondisi tubuh kita supaya tetap bugar dengan menjalani olahraga yg teratur dan menjauhi terporsir nya tenaga dan pikiran sehingga tubuh kita kecapekan dan pikiran kita stress. Dengan selalu memperhatikan pola hidup sehat semoga kita bisa selalu dalam keadaan sehat. Bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh makna bersama keluarga atau lingkungan sekitar kita.

Sumber :

https://jurnal.stieama.ac.id/index.php/ama/article/viewFile/86/69

  1. Terdapat zat aditif
    Zat aditif yang biasa terkandung dalam pengawet maupun pewarna makanan jika dikonsumsi secara terus menerus bisa mengakibatkan kerusakan hati, sorosis hingga kanker hati. Dampak yang bisa ditimbulkan zat berbahaya ini sifatnya jangka panjang dan akan menyerang manusia akibat rusaknya fungsi hati. Hati merupakan organ yang berguna menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh termasuk zat aditif dalam pengawet makanan, pewarna, pemanis buatan maupun zat kimia lainnya. Jika jumlah racun tersebut semakin banyak dan bertumpuk secara otomatis akan mempengaruhi kinerja hati sehingga mengakibatkan kerusakan.

  2. Mengandung natrium yang tinggi
    Dampak dari penggunaan natrium menurut laporan Federation of the American Society for Experimental Biologi adalah rasa terbakar di bagian leher, mati rasa di bagian belakang leher, stress dan tegang pada kulit wajah, dada terasa sakit, sakit kepala, detak jantung yang cepat, rasa lemah atau cepat lelah dan lain-lain. Memang kita tidak langsung merasakan dampak ini ketika mengkonsumsi fast food dan junk food yang menggunakan natrium. Tapi, pada ambang batas tertentu karena tubuh tidak sanggup lagi menahan zat ini maka dampak diatas akan menyerang tubuh. 12 gram natrium per hari dapat menimbulkan gangguan lambung, gangguan tidur dan mual-mual. Bahkan beberapa orang ada yang mengalami reaksi alergi berupa gatal, mual dan panas. Tidak hanya itu saja natrium juga dapat memicu hipertensi, asma, kanker, diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan. Kekurangan kalium akan terjadi apabila asupan natrium berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan penurunan fungsi otot jantung dan melambatnya proses penghantaran impuls oleh saraf. Dengan menurunnya fungsi otot jantung resiko serangan jantung pun meningkat. Lambat dalam menanggapi rangsangan dan lambat dalam berpikir dapat terjadi karena melambatnya penghantaran rangsangan saraf.

  3. Mengandung kalori yang tinggi
    Jumlah kalori dari fast food dan junk food lebih tinggi dari makanan yang dimasak sendiri di rumah. Jumlah kalori yang seharusnya dikonsumsi dalam sehari bisa dipenuhi hanya dengan sekali makan di restoran fast food seperti humburger: 800kkal, ayam goreng satu porsi: 781kkal, mie hitam: 660kkal, nasi campur: 580kkal, omelet: 520kkal, mie udon: 400kkal, sandwich: 350kkal, kentang goreng: 280kkal, serta minuman bersoda dan makanan penutup seperti es krim, cokelat, permen, buah kemasan dan cemilan kemasan. Konsumsi kalori yang sangat tinggi melebihi anjuran konsumsi kalori sebanyak 2000kkal perhari menjadi penimbunan kalori dalam tubuh apabila tidak digunakan. Berikut dampak yang dihasilkan dari jumlah kalori yang berlebih di dalam tubuh:

    • Karbohidrat dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti diabetes melitus (DM), intoleran laktosa, karies gigi apabila salah dalam asupan mengkonsumsinya.

    • Kandungan lemak yang tinggi. Fast food dan junk food banyak mengandung lemak yang berlebihan. Lemak dalam makanan tersebut mencakup lemak jenuh dan lemak trans. Jika di dalam tubuh terdapat banyak lemak jenuh, maka pembuluh darah akan menyempit dan jalan aliran darah akan terhambat. Salah satu pembuluh darah yang dapat disumbat akibat lemak jenuh adalah pembuluh darah arteri koroner pada jantung. Jika arteri ini tersumbat maka dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.

    • Protein yang berlebih. Infeksi adalah salah satu faktor selain asupan energi dan zat gizi yang memengaruhi status gizi seorang anak. Masih tingginya angka kematian anak dan stunting di Indonesia dipengaruhi juga oleh tingginya prevalensi penyakit infeksi, misalnya infeksi saluran pernafasan atas, TBC, dan diare. Kemampuan tubuh melawan penyakit infeksi bergantung dengan kemampuan tubuh menghasilkan antibodi yang akan memerangi mikroorganisme yang menyebabkan infeksi.

  4. Kurangnya kandungan vitamin
    Vitamin merupakan zat gizi yang terdapat dalam makanan, yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Walaupun dibutuhkan dalam jumlah kecil, peranan vitamin sangat vital bagi pertumbuhan dan perkembangan, pencegahan penyakit, dan mencapai kehidupan yang sehat dan optimal. Vitamin sebagai zat gizi mikro tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga harus didapatkan dari makanan (WHO, 2016).

  5. Kekurangan atau kelebihan mineral
    Mineral menempati 4% bagian dari penyusunan tubuh manusia. Mineral adalah unsur kimia yang diperlukan tubuh dan berada dalam bentuk elektrolit anion atau bermuatan negatif dan kation bermuatan positif. Mineral esensial adalah mineral yang jika terjadi defisiensi dalam menu makanan secara konsisten akan mengakibatkan terjadinya fungsi biologis yang subsoptimal, dan gangguan fungsi biologis tersebut dapat dicegah atau dapat dipulihkan melalui pemberian sejumlah mineral. Tubuh mempunyai beberapa cara untuk mengontrol kadar mineral, yaitu dengan mengatur jumlah yang diabsorpsi dari saluran pencernaan dan mengatur jumlah mineral yang dapat ditahan dalam tubuh. Kekurangan atau kelebihan konsumsi mineral tidak baik untuk kesehatan tubuh. Kekurangan konsumsi akan mengakibatkan defisiensi dan kelebiahan konsumsi akan menyebabkan keracunan. Dalam hal ini fast food dan junk food merupakan bisnis yang sangat menggiurkan bagi produsen makanan tersebut dan konsumen kurang memperdulikan dampak negatif yang dihasilkan dari makanan-makanan tersebut. Di dalam makanan fast food dan junk food, hanya mengandung sedikit sayur dan buah, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan dan daging. Padahal dari sumber bahan pangan tersebut terdapat zat warna fitokimia yang sangat diperlukan oleh tubuh. Fitokimia adalah kandungan nutrisi dan komponen di dalam buah-buahan, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan yang sangat membantu dalam menjaga kesehatan.

Dampak negatif makanan cepat saji bagi kesehatan

  1. Obesitas: Kelebihan lemak tubuh atau berat badan yang 20% di atas berat badan ideal. Obesitas adalah masalah global. Penyakit ini mencapai proporsi epidemi di negara maju dan sekarang dianggap sebagai penyakit kronis.

  2. Diabetes mellitus: Ini adalah kelainan metabolisme kronis yang ditandai dengan hiperglikemia, glikosuria, hiperlipemia, keseimbangan nitrogen negatif, dan terkadang ketonemia. Diabetes mellitus terdiri dari dua jenis, Tipe I (tergantung insulin) dan Tipe II (tidak tergantung insulin). Lebih dari 90% kasus adalah diabetes tipe II karena konsumsi makanan cepat saji.

  3. Hipertensi: Terjadi karena mengonsumsi junk food secara berlebihan. Junk food terdiri dari banyak garam yang meningkatkan tekanan darah dan dapat menyebabkan hipertensi, jika hipertensi tidak diobati secara efektif, hal ini akan meningkatkan kemungkinan trombosis koroner. Hipertensi primer / esensial disebabkan oleh obesitas.

  4. Penyakit jantung: Makanan cepat saji merupakan penyebab utama penyakit jantung, infark miokard, dan gagal jantung yang parah disebabkan oleh pembentukan plak di arteri. Permulaan dan pengobatan keduanya membutuhkan waktu yang lama dan tekad besar untuk sembuh.

  5. Gigi berlubang: Rongga di gigi terbentuk karena kelebihan konsumsi junk food, sebab makanan akan menumpuk di gigi dan terjadi pembentukan plak yang akhirnya menghasilkan gigi berlubang.

  6. Penyakit ginjal: Makanan cepat saji kaya akan gula, garam, dan lemak sehingga menyebabkan gangguan ginjal seperti poliuria, gagal ginjal, dan hiperurikemia.

  7. Gangguan neurologis: Gangguan neurologis yaitu mengantuk yang tidak wajar, malas, disleksia, gangguan aktivitas hiperaktif (ADHD), kehilangan keseimbangan, dan kurang konsentrasi terjadi karena makan makanan cepat saji yang berlebihan.

  8. Ruam kulit: Kelainan hipersensitivitas terjadi karena konsumsi junk food. Makanan cepat saji yang terdiri dari banyak zat aditif dan bahan kimia yang menyebabkan ruam kulit.

  9. Kanker: Orang gemuk memiliki peningkatan risiko kanker usus besar, payudara, prostat, kandung empedu, ovarium, kanker kulit, dan kanker rahim.

  10. Hipoksia: Terjadi karena penumpukan lemak di arteri sehingga kurangnya pasokan oksigen dalam tubuh yang menyebabkan hipoksia.

  11. Asma: Ini adalah gangguan obstruktif paru kronis yang terjadi karena perasa buatan dan zat pewarna yang banyak terdapat dalam junk food.

  12. Masalah perilaku: Konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan pada anak usia dini dapat mengakibatkan masalah perilaku yang terkait seperti hiperaktif, agresivitas dll.

Referensi

Bhaskar, Rajveer. 2012. Junk Food: Impact On Health. Journal of Drug Deli very & Therapeutics. Vol. 2(3): 67-73.