Apa Saja Dampak Bagi Anak yang Sering Dimarahi?

marahi anak

Tahukah Anda, bahwa anak pada tahap perkembangan memiliki sel otak yang jumlahnya lebih dari 10 trilyun? Dan setiap bentakana atau amarah dari orang tua mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak sekaligus. Sedangkan pujian, senyuman, kasih sayang mampu meningkatkan pertumbuhan sel otak hingga 10 trilyun. Begitu besarnya peran dan pengaruh orang tua bagi pertumbuhan anak bahkan dalam segi biologisnya.

Lantas apa saja dampak yang ditimbulkan ketika orangtua memarahi anaknya?

marah 2

Memarahi atau membentak anak selain memberikan efek buruk bagi sel otak, juga berkembang pada perburukan emosional, psikologis, dan sikap anak. Baik buruknya perkembangan dan pertumbuhan anak, bergantung pada sikap didikan orang tuanya. Sehingga untuk mendapatkan anak yang berkualitas, perlu didikan yang baikd an penuh kasih sayang. Berikut ini merupakan dampak anak sering dimarahi, yang merupakan dampak negatif, antara lain:

  1. Anak menjadi tidak percaya diri
    marah 3
    Akibat seringnya dimarahi oleh orang tua, anak memiliki perasaan selalu salah dan takut salah sehingga anak tidak lagi memiliki rasa percaya diri. Anak tidak percaya diri terhadap apa yang dipikirkannya maupun yang ingin dilakukannya karena perasaan selalu salah dan takut akan dimarahi orang tuanya. Kemudian anak memilih untuk berada di zona yang menurutnya aman dari amarah orang tuanya dengan tidak melakukan apapun.

  2. Anak memiliki sifat egois, dan keras kepala
    marah 4
    Perilaku orang tua yang memarahi anaknya terus menerus berdampak pada anak. Anak akan tumbuh egois dan juga keras kepala. Anak berusaha untuk bisa melindungi dirinya sendiri dan membenci perasaan tersakiti dari amarah orang tuanya, sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan juga pribadi yang tidak bisa menerima masukan dari orang lain atau keras kepala.

  3. Anak suka menentang
    marah 5
    Kondisi ini menyebabkan anak ingin membela dirinya sendiri yang kemudian muncul perilaku pertentangan. Anak menjadi berani untuk berbicara kasar dan menentang orang tuanya. Sehingga apapun yang dikatakan orang tuanya selalu tidak benar di benaknya dan anak merasa dirinya tidak ingin lagi diatur oleh orang tua dalam hal apapun. Sikap pertentangan ini muncul akibat anak sudah terlalu lelah dimarahi terus menerus seolah dirinya tidak lagi berharga dan memiliki perasaan. Oleh karena itu keinginan untuk bebas dari situasi tidak menyenangkannya membuat dirinya berani menentang

  4. Anak menjadi apatis, kurang sensitif, dan tidak peduli terhadap sekitarnya
    marah 6
    Selaiin itu, beberapa kasus dalam keluarga dimana orang tuanya sering sekali memarahi anaknya, anak tumbuh menjadi pribadi yang apatis. Anak tidak peduli dengan lingkungan disekitarnya maupun orang orang terdekat. Anak tumbuh menjadi kurang sensitif dan kurang peduli. Anak hanya peduli terhadap kesenangannya sendiri dan bagaimana mendapatkan apa yang dia inginkan.

  5. Memiliki pribadi introvert atau tertutup
    marah 7
    Beberapa anak yang tumbuh dalam keluarga seperti itu, memperlihatkan sikap introvert atau tertutup. Anak lebih pendiam dan suka menyendiri. Anak merasa bahwa dirinya tidak pernah melakukan hal yang benar, karena sering dimarahi oleh orang tuanya. Anak merasa dirinya tidak memiliki kemampuan apapun untuk bisa membanggakan orang tua dan merasa berbeda dengan teman teman sekitarnya yang memiliki kasih sayang dari orang tua.

Dampak anak sering dimarahi orang tua sangatlah banyak dan semuanya negatif. Perkembangan anak akibat hal ini terus menerus memperburuk kondisi psikologi anak dan bisa sampai jatuh dalam kondisi depresif. Kondisi depresif ini sangat banyak sekali terjadi di zaman sekarang. Meskipun banyak faktor yang menjadi pennyebab, namun kurang nya dukungan dari orang tua dan kesalahan didik dari orang tua sering kali menjadi penyebab utama. Peran orang tua sebagai pendidik sangat lah berat untuk dapat menciptakan anak generasi muda yang berkualitas, sehingga tidak hanya fisiknya saja yang harus dijaga dan dirawat namun juga pikiran dan hatinya juga.